Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pedagogik

MEMBANGUN BUDAYA HABITS OF MIND SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Wahid Umar; Wawan S Nadra
PEDAGOGIK Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : PEDAGOGIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan berpikir (habits of mind) memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran dan perkembangan siswa dalam membantu memecahkan masalah. Habits of Mind (HOM) adalah kebiasaan berpikir secara fleksibel, mengelola secara empulsif, mendengarkan dengan empati, membiasakan mengajukan pertanyaan, kebiasaan menyelesaikan masalah secara efektif, membiasakan menggunakan pengetahuan masa lalu untuk situasi baru, membiasakan berkomunikasi, berpikir jernih dengan tepat, menggunakan semua indera ketika mengumpulkan informasi, mencoba cara berbeda dan menghasilkan ide-ide yang baru, kebiasaan untuk merespon, kebiasaan untuk mengambil resiko, biasa bertanggung jawab, memiliki rasa humor, membiasakan berpikir interaktif dengan orang lain, bersikap terbuka dan mencoba terus-menerus. Hal ini sejalan dengan tujuan Kurikulum 2013, yaitu mempersiapkan generasi bangsa agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif. Artikel ini dikaji didasarkan atas analisis terhadap: (1) karakteristik matematika, (2) habits of mind, dan (3) contoh penerapan HOM dalam pembelajaran matematika yang dikembangkan pada siswa.
MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DISERTAI PENERAPANNYA Wahid Umar; Suhardi Abdullah
PEDAGOGIK Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : PEDAGOGIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kemampuan berpikir kreatif (KBK) dan cara mengukurnya menjadi salah satu tujuan pembelajaran matematika. Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan berpikir dalam memecahkan masalah matematika tidak rutin atau kemampuan memecahkan masalah dengan soal matematika open-ended problem. Dengan kata lain, salah satu cara mengukur kemampuan berpikir kreatif adalah dengan soal open-ended problem, yaitu soal matematika yang memiliki beragam solusi atau strategi penyelesaian. Cara lainnya adalah dengan metode problem posing, yaitu pembuatan soal, pertanyaan, atau pernyataan terkait soal atau situasi matematis tertentu. Kedua cara tersebut digunakan untuk mengukur aspek-aspek kemampuan berpikir kreatif matematis, yaitu kelancaran, keluwesan, kebaruan, keterincian, dan kepekaan. Dalam artikel ini akan dikaji pengertian berpikir kreatif matematis dan cara mengukurnya disertai beberapa contoh soal atau tugas untuk mengukurnya.