Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI ASAM HUMAT, JARAK TANAM DAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L. ‘PANDAN PUTERI) Umar Dani
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi merupakan komoditas pertanian strategis. Kebutuhan beras sebagai produk utama tanaman padi, setiap tahun terus meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas. Pandan Puteri merupakan kultivar unggulan lokal turunan Pandan Wangi yang memiliki kualitas baik, namun produksinya masih harus ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh Kombinasi Asam humat, Jarak Tanam, dan Jumlah Bibit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L. ‘Pandan Puteri’). Percobaan dilaksanakan di lahan Kelompok Tani Balaganjar Kelurahan Cikasrung Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka, pada Bulan Nopember 2017 sampai dengan Bulan Februari 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-Faktorial dengan 8 perlakuan, yaitu A : Tanpa asam humat + jarak tanam 25 X 25 cm + 1 bibit per lubang tanam, B : Tanpa asam humat + jarak tanam 25 X 25 cm + 2 bibit per lubang tanam, C : Tanpa asam humat + jarak tanam 30 X 30 cm + 1 bibit per lubang tanam, D : Tanpa asam humat + jarak tanam 30 X 30 cm + 2 bibit per lubang tanam, E : Asam humat + jarak tanam 25 X 25 cm + 1 bibit per lubang tanam, F : Asam humat + jarak tanam 25 X 25 cm + 2 bibit per lubang tanam, G : Asam humat + jarak tanam 30 X 30 cm + 1 bibit per lubang tanam, dan H : Asam humat + jarak tanam 30 X 30 cm + 2 bibit per lubang tanam. Setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 24 petak percobaan dengan ukuran petak percobaan adalah 2,5 m x 2,5 m. Uji lanjut untuk melihat perbedaan antar perlakuan dengan uji jarak berganda duncan. Variabel pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan per tanaman pada umur 7 mst, 9 mst dan 11 mst, jumlah anakan produktif per tanaman, panjang malai per tanaman, jumlah biji (gabah) isi per tanaman, jumlah biji (gabah) hampa per tanaman, bobot biji per tanaman, dan hasil Ubinan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi asam humat, jarak tanam, dan jumlah bibit berpengaruh nyata  terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa L. ‘Pandan Puteri’). Kombinasi asam humat, jarak tanam 30 X 30 cm, dan satu bibit per lubang tanam merupakan perlakuan kombinasi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Padi (Oryza sativa L. ‘Pandan Puteri’).
RESPON KEDELAI (Glycine max L. Merril) ADAPTIF TANAH JENUH AIR TERHADAP DOSIS PUPUK HAYATI Umar Dani; Isse Tri Amelia Maksudin
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengukur respon kedelai adaptif  tanah jenuh air terhadap dosis pupuk hayati. Percobaan telah dilaksanakan di lahan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Propinsi Jawa Barat pada Bulan Nopember 2017 sampai Bulan Maret 2018.  Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama, Kultivar (K) yang terdiri dari tiga taraf  k1 = Kultivar Grobogan, k2 = Kultivar Detam, k3 = Kultivar Dering. Faktor kedua, dosis pupuk hayati (H) yang terdiri dari empat taraf yaitu: h0 = Dosis pupuk hayati 0 kg/ha, h1 =  Dosis pupuk hayati 30 kg/ha, h2 = Dosis pupuk hayati 60 kg/ha, dan h3 = Dosis pupuk hayati 90 kg/ha. Uji lanjut Perbedaan antar perlakuan dengan uji jarak berganda Duncan dan perbandingan grafik antar perlakuan dengan uji kesejajaran dan keberimpitan garis regresi. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, indeks luas daun (ILD), volume akar, jumlah cabang , jumlah polong isi per tanaman, jumlah biji per tanaman bobot Biji per 100 Butir, Bobot biji per tanaman, dan bobot biji per petak. Hasil Penelitian menunjukkan Kultivar Detam dan pupuk hayati dengan dosis 60 kg/ha mendapatkan respon terbaik pada parameter tinggi tanaman dan Kultivar Dering mendapatkan respon terbaik pada seluruh parameter pengamatan. Kata Kunci :        Kedelai,  Adaptif, tanah Jenuh Air, Pupuk Hayati