Nurul Ikka Sukardani
Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKTIVITAS AMILUM BENGKUANG (Pachyrrizus erosus (L.) Urban) SEBAGAI TABIR SURYA PADA MENCIT DAN PENGARUH KENAIKAN KADARNYA TERHADAP VISKOSITAS SEDIAAN A. Karim Zulkarnain; Novi Ernawati; Nurul Ikka Sukardani
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.182 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7754

Abstract

Amilum bengkuang (Pachyrhizus erosus (L.) Urb.) dengan ukuran mikropartikel dan mempunyai sifat yang opaque dapat dimanfaatkan sebagai tabir surya fisik. Amilum bengkuang dibuat dalam sediaan krim dan losion dan digunakan secara topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kenaikan konsentrasi amilum bengkuang terhadap viskositas sediaan krim dan losion serta aktivitasnya sebagai tabir surya pada mencit yang dilihat dari nilai Sun Protecting Factor (SPF). Amilum bengkuang diperoleh dengan metode pengendapan, selanjutnya dilakukan karakterisasi dan pengukuran diameter partikel. Pembuatan sediaan krim dan losion masing-masing dalam 3 formula dengan konsentrasi amilum bengkuang 15%, 20%, dan 25%, selanjutnya diamati viskositas dan stabilitas fisik dalam kondisi ekstrim panas dan dingin. Pengamatan selama penyimpanan meliputi warna, bau, homogenitas, dan viskositas. Aktivitas tabir surya ditentukan secara in vivo menggunakan mencit betina galur Swiss Webster yang diinduksi dengan 8-MOP selanjutnya dilihat nilai SPF. Data viskositas pada kondisi ekstrim panas dan dingin dianalisis dengan statistik pada taraf kepercayaan 95%. Hasilnya menunjukkan bahwa kenaikan konsentrasi amilum bengkuang menaikkan viskositas, sedangkan warna, bau, dan homogenitas sediaan tidak berubah selama penyimpanan. Sediaan krim dan losion dengan konsentrasi amilum 15%, 20%, dan 25%, memiliki aktivitas tabir surya secara in vivo pada mencit, dengan nilai SPF berturut-turut sebesar 1,22; 1,52; dan 2,38.