Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Perubahan Sosial Kaum Perempuan Samin Di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora Tahun 1995-2012 Irma Septikawati; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.532 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentuk Perubahan Sosial Kaum Perempuan Samin Di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora Tahun 1995-2012.. Adapun bentuk dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif datanya tidak berbentuk angka, menekankan pada kondisi obyek yang alamiah untuk memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa, kenyataannya tidak ada rekayasa dalam aktifitas tersebut saat penelitian berlangsung. Pengambilan data melalui sumber data primer diperoleh dari wawancara dengan informan, dan sumber data sekunder diperoleh dari Desa Klopoduwur dan profil sejarah Samin serta bahan pustaka. Validasi yang digunakan yaitu validasi sumber dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bentuk perubahan kaum perempuan Samin meliputi perubahan secara cepat yakni pemanfaatan teknologi yang memberi efek pada perempuan Samin, dan perubahan  lambat berupa pola perilaku yang membutuhkan penyesuaian lebih lama seperti peralihan cara berpakaian dari kebaya ke pakaian modern. Perubahan yang direncanakan seperti pernikahan dengan mencatatkan ke KUA, pendidikan ada kemauan bersekolah serta ada kesediaan patuh terhadap pemerintah. Perubahan tidak direncanakan yakni mereka tidak memiliki lahan pertanian (akibat ketidaksadaran) dalam persoalan ekonomi sekitar tahun 1997. Faktor yang berpengaruh dalam perubahan  yakni intern meliputi keterbukaan dengan masyarakat, adanya penduduk baru, dan ketidakpuasan pada pola hidup yang lama. Faktor ekstern meliputi mata pencaharian di bidang pertanian, sistem kepercayaan, media masa dalam penambahan informasi baru. Dampak perubahan yang dialami oleh kaum perempuan Samin antara lain 1).kehidupan kaum perempuan Samin dulunya tradisional, mulai mengalami kemajuan akibat arus globalisasi berupa kemajuan teknologi yang telah memasuki ranah keseharian mereka. 2). Ekonomi perempuan Samin dulunya kekurangan sekarang kondisi baik, 3).Perubahan dalam diri perempuan Samin, dapat menyamakan derajat dengan masyarakat sekitar
Implementasi Filsafat Perenialisme Dalam Pembelajaran Sejarah Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 01 (2013)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.819 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v3i01.908

Abstract

Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi dan solusi terhadap pendidikan progresif dan atas terjadinya suatu keadaan yang mereka sebut krisis kebudayaan dalam kehidupan manusia modern. Perenialisme menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Jalan yang ditempuh oleh kaum perenialis adalah dengan jalan mundur, dengan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kuat, kukuh pada zaman kuno dan abad pertengahan. Metode pembelajaran yang digunakan oleh para kaum perenialis adalah membaca dan diskusi, yaitu membaca dan mendiskusikan karya-karya yang termashur dalam rangka mendisplinkan pikiran. Guru berperan bukan sebagai perantara antara dunia dan jiwa anak, melainkan guru juga sebagai murid yang mengalami proses belajar.
Kesenian Gembrungan Di Desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun (Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sebagai Pembelajaran Sejarah Lokal) Riza Khoirur Roda`i; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.034 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i02.1043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal apa saja yang terkandung dalam kesenian gembrungan di Desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun dan potensinya sebagai pembelajaran sejarah lokal. Lokasi yang dijadikan objek penelitian adalah desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Peneliti menggunakan jenis pendekatan kualitatif. Adapun untuk jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder, pustaka juga wawancara. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan analisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu sebagai berikut, kesenian gembrungan di Desa kaibon ada sekitar tahun 1968. Kesenian ini digunakan untuk memperingati hari-hari besar islam juga acara hajatan warga seperti contohnya, Isra’ Mi’raj, Maulud Nabi Muhammad SAW, Suro, khitanan, tingkeban, 7 bulanan, aqiqah. Kesenian ini memiliki banyak sekali nilai-nilai kearifan lokal yang sangat bermanfaat bagi kehidupan jika kita mampu memahami dan menerapkannya. Nilai-nilai tersebut dntara lain : nilai pendidikan, nilai etika, nilai religi, nilai spiritual, nilai seni, nilai kekeluargaan, dan nilai budaya. Upaya untuk melestarikan kesenian gembrungan yaitu terdapat sebuah perkumpulan yang dinamakan perkumpulan seniman gembrung Desa Kaibon. Perkumpulan ini bertujuan untuk membahas tentang keberlangsungan kesenian gembrungan. Yang dibahas dalam upaya melestarikannya adalah untuk perawatan alat-alat musiknya, apakah terdapat kerusakan yang perlu diganti atau tidak. Jika terdapat kerusakan yang cukup serius, bersama-sama mencari solusi yang tepat untuk menggantinya. kesenian ini masuk dalam kategori materi ajar yang membahas tentang masa Hindu-Budha dan Islam. Dengan kompetensi dasar (KD) yaitu, mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia serta peninggalan-peninggalannya.
Peran Perempuan Dalam Perkembangan Ekonomi Di Kampung TKI (Studi Di Desa Lembah Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo Tahun 2008-2013) Norfia Eka Praesti; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 02 (2013)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.814 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v3i02.1472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam tentang peran perempuan dalam menunjang ekonomi keluarga di Desa Lembah. Hal tersebut disebabkan karena jumlah penduduk Desa Lembah yang bekerja sebagai TKI sangat besar dan didominasi oleh kaum wanita. Penelitian ini dilakukan di Desa Lembah Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo selama enam bulan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif model interaktif. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa peran dan kontribusi wanita terhadap ekonomi keluarga di Desa Lembah sangat besar sekali. Hal tersebut dapat dilihat dari tercukupinya kebutuhan finansial dan kebutuhan sehari-hari. Penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri seringkali menjadi penentu ketercapaian kesejahteraan keluarga. Semua penghasilan yang didapat selama bekerja menjadi TKW digunakan sebagai modal untuk membuka usaha atau berinvestasi dengan membeli tanah. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mengatasi ekonomi keluarga dalam jangka panjang. Dari semua fakta di atas dapat disimpulkan bahwa peran wanita dalam pemenuhan ekonomi keluarga sangat besar, sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa kemandirian wanita secara ekonomi mulai terbangun.
Persepsi Masyarakat Desa Jiwan Terhadap Kalender Jawa Dalam Membangun Rumah Berti Fitri Permatasari; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 01 (2015)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.71 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v5i01.900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi atau pandangan masyarakat Desa Jiwan terhadap adanya Primbon dan Kalender Jawa dalam membangun rumah. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian interaksi simbolik yaitu terdapat makna-makna sosial yang akan diwariskan dan dilestarikan oleh masyarakat selanjutnya. Sumber data yang digunakan adalah sumber dara primer yaitu masyarakat yang dianggap paling memahami pengetahuan tentang tradisi Jawa atau sesepuh dan masyarakat Desa Jiwan pada umumnya. Sedangkan sumber sekunder adalah dokumen berupa profil desa. Teknik pengumpulan data melalui  wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan komponen model interaktif melalui proses pemilihan data, penyajian data kemudian baru disimpulkan. Pandangan masyarakat Jiwan terhadap kelender Jawa dalam membangun rumah masih dianggap penting. Terbukti bahwa ketika akan membangun atau pindah rumah masyarakat menentukan hari baik berdasarkan weton dari kalender Jawa dengan menghindari hari naas yaitu hari meninggalnya orang tua atau nenek. Mereka mempercayai hal tersebut dengan alasan mengikuti nasihat orang tua yang telah berpengalaman dan merupakan suatu adat sebagai masyarakat yang tinggal di tanah Jawa.  Terdapat balutan kain berwarna merah putih sebagai ciri khas Bangsa Indonesia. Masyarakat melakukan slametan ketika membuat pondasi dan setelah rumah berdiri dengan menyiapkan sesaji berupa ayam panggang beserta perlengkapannya yang kemudian mengundang tetangga terdekat untuk melakukan doa bersama.
Situs Ngurawan: Sejarah Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.288 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i01.881

Abstract

Madiun merupakan sebuah wilayah di Propinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Ponorogo dan Ngawi. Keistimewaan yang dimiliki oleh Madiun ini salah satunya banyak terdapat peninggalan-peninggalan bersejarah. Diantaranya terdapat prasasti Mruwak, Prasasti Klagen Serut, Prasasti Sendang Kamal, Situs Candi Wonorejo dan Situs Gelang-Gelang atau yang lebih dikenal sebagai Situs Ngurawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dan potensi dari Situs Ngurawan sebagai sumber belajar sejarah lokal khusus nya untuk siswa SMP di Madiun. Hal tersebut dimaksudkan karena masih banyak masyarakat Madiun khususnya generasi muda yang kurang mengetahui sejarah lokal disekitarnya. Berdasarkan hasil penelitian, Keberadaan Ngurawan dan Gelang Gelang secara jelas termuat dalam prasasti Mula Malurung bertarikh 1255M. Prasasti ini antara lain menyebut sanak kadang dan keturunan Seminingrat yang dinobatkan sebagai raja di Negara bagian Tumapel Singasari. Di antaranya menyebutkan Nararya Turukbali, putri sang prabu Seminingrat yang menjadi permaisuri Jayakatwang, ditetapkan sebagai ratu kerajaan Gelang Gelang di daerah Wurawan. Prasasti ini belum menulis Jayakatwang sebagai raja Gelang Gelang. Prasasti ini baru menulis Jayakatwang sebagai kemenakan sang prabu Seminingrat dan menantunya. Tentu ini karena Jayakatwang adalah putra mahkota raja Kediri Sastrajaya. Pada masa itu Kertanegara jadi raja Daha atau di timur sungai Brantas, sementara Sastrajaya jadi raja Kediri di barat sungai Brantas. Baru pada tahun 1271M Sastrajaya digantikan putranya bernama Jayakatwang [Buku Girindra: Pararaja Tumapel-Majapahit]. Pada tahun ini Sri Kertanegara mengangkat Jayakatwang sebagai raja Kadiri menggantikan ayahnya Sastrajaya, sementara Turukbali tetap bersemayam di Gelang Gelang. Sampai kemudian pada tahun 1292M, Jayakatwang yang berkuasa atas Kediri dan Gelang Gelang berhasil menghancurkan pemerintahan Kertanegara di Singasari. Tapi setahun kemudian Jayakatwang dihancurkan raden Wijaya. Sejak saat itu perlahan keberadaan Gelang Gelang surut. Ketika Majapahit berdiri, bekas wilayah Gelang Gelang berganti nama sebagai keraton Pandansalas. Adanya situs Ngurawan di Madiun tersebut tentunya bisa dijadikan sumber belajar sejarah lokal. Dengan datang langsung ke lokasi situs tentunya para siswa lebih leluasa dalam mempelajari situs tersebut sekaligus akan mengetahui banyak hal tentang sejarah lokal yang terdapat di lingkungan sekitarnya.
Sua Dara Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Sejarah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah IKIP PGRI MADIUN Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 02 (2015)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.851 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v5i02.886

Abstract

Pembelajaran sejarah hendaknya dapat dilaksanakan dengan kegiatan yang inovatif, kreatif, dan menarik sehingga mampu memotivasi peserta didik untuk lebih mencintai sejarah. Selama ini paradigma yang berkembang hanyalah terkesan menyudutkan sejarah, bagaimana tidak, sejarah di klaim merupakan mata pelajaran yang membosankan. Pendidik dalam menyampaikan materipun tidak jarang yang hanya ceramah tanpa dibubuhi fakta. Kurangnya upaya untuk menerapkan metode pengajaran dan juga kreativitas dalam menciptakan media pembelajaran pun semakin memperparah citra sejarah. Melihat berbagai permasalahan yang ada, penulis memberikan salah satu alternatif berupa media Sua Dara. Media ini merupakan visualisasi dari benda-benda cagar budaya yang ada di sekitar Madiun. Melalui pembuatan media ini diharapkan mahasiswa akan termotivasi dantertarik untuk mempelajari sejarah lebih luas lagi. Selain itu adanya medi Sua Dara ini diharapkan mampu memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa belajar sejarah itu menyenangkan terlebih kita menjadi tahu ternyata di sekitar tempat tinggal banyak terdapat benda cagar budaya. Sehingga dengan demikian kesan buruk mahasiswa ataupun peserta didik terhadap sejarah menjadi hilang dan tergantikan oleh image bahwapembelajaran sejarah itu menarik.
PENGARUH MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BER-ENTREPRENEUR Novita Erliana Sari; Novi Triana Habsari
EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.253 KB) | DOI: 10.25273/equilibrium.v4i2.654

Abstract

The purpose of this study was to determine the extent of implementation of entrepreneurship courses have a positive impact on the interest in entrepreneurship. The population in this study were all students who have exhausted FPIPS entrepreneurship courses. The sample in this study amounted to 50 respondents. Methods of data analysis using multiple linear regression with the help spss.16 for windows. Based on the analysis of data obtained by the regression equation Y = 7.121 + 0.421 x1 + 0,600 x2 + e. This shows that both the dependent variable, the variable application will provide the greatest impact to variable interest in air-entrepreneurs, it is because by implementing entrepreneurship courses, indirectly, students can foster interest in air-entrepreneur. Conclusions can be drawn from this study that: the implementation of entrepreneurship courses are explained by understanding the variable (X1) and application (X2) proved a significant effect on student interest variable air-entrepreneur (Y). This is because the understanding of the subjects of entrepreneurship trigger students to apply so as to foster interest among students air-entrepreneur FPIPS IKIP PGRI Madiun.
PENGEMBANGAN ATLIT DUDA (ATLAS INTERAKTIF HINDU BUDHA) DI NUSANTARA UNTUK MENINGKATKAN JIWA NASIONALISME PADA SISWA SMP KOTA MADIUN Novi Triana Habsari
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.607 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v1i2.1037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme pada siswa SMP Negeri 6 Kota Madiun melalui media Atlit Duda di Nusantara. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Research and Development (R&D). Prosedur pengembangan menggunakan tahapan pengembangan produk, validasi, uji coba produk hinggauji coba pada kelas yang lebih besar.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII B yang berjumlah 25 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi dan lembar observasi siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama pada SMPN 6 Kota Madiun, proses belajar mengajar ips-sejarah belum maksimal. guru masih mengacu pada metode konvensional dan penggunaan media pembelajaran IPS belum maksimal. kedua hasil uji terbatas dan uji skala luas mendapatkan hasil yang cukup signifikan sebelum dan sesudah diterapkan media atlit duda (atlas interaktif hindu budha) dinusantara. terbukti dengan perolehan nilai rata-rata kelas 75,28 meningkat menjadi 82,73 dengan nilai signifikannya 0,05. apabila perhitungan <0,05 maka ditolak dan diterima, sehingga ada peningkatan yang signifikan antara nilai ips-sejarah sebelum dan setelah diterapkannya media atlit duda (Atlas Interaktif Hindu Budha) di nusantara. jiwa nasionalisme pada siswa setelah diterapkannya media atlit duda (atlas interaktif hindu budha) di Nusantara adalah 3,84 dengan kriteria sangat baik. dengan demikian, maka pengembangan atlit duda (Atlas Interaktif Hindu Budha) di Nusantara dapat meningkatkan jiwa nasionalisme pada siswa SMP Kota Madiun.