Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

A Good Relative Percentage Increase (RPI) of Variant Job Scheduling Using Artificial Bee Colony (ABC) Riri Damayanti Apnena; Firdhani Faujiyah
Journal of Applied Intelligent System Vol 7, No 1 (2022): Journal of Applied Intelligent System
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro and IndoCEISS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/jais.v7i1.5989

Abstract

Artificial Bee Colony (ABC) which is a development of the intelligent swarm model and is a branch of artificial intelligence based on self-organization systems. Artificial Bee Colony (ABC) is an intelligent algorithm that is inspired by the food search process carried out by bees. This is like what is done when there are many jobs that need to find the optimal value, where each job to be processed has a specific route of operations to be performed on a set of machines, and a different flow shop and variant: all jobs follow the same machine sequences. We will focus on the latter. In this study, ABC is implemented to optimize work scheduling, in this case 7 different variations are used with mxn values between 10x3 to 40x15 on 10 to 40 jobs. To evaluate the results, the Relative Percentage Increase (RPI) has been used in the test with an achievement range between 1.9 to 18.9.
Optimasi Penjadwalan Flow Shop Perusahaan Garment dengan Metode Campbell Dudek Smith (CDS), Algoritma Nawaz Enscore Ham (NEH), dan Algoritma Pour dengan Kriteria Minimisasi Makespan Riri Damayanti Apnena
Journal of Informatics and Electronics Engineering Vol 1 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik TEDC Bandung Jl. Pesantren Km 2 Cibabat Cimahi Utara – Cimahi 40513 Jawa Barat – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.571 KB)

Abstract

Perusahaan Garment ini telah menerapkan penjadwalan flow shop dengan sistem First Come First Serve (FCFS). Sistem pada perusahaan memiliki permasalahan saat pesanan datang di saat yang sama akan berpengaruh pada waktu pengerjaan pada mesin yang mengakibatkan timbulnya waktu tunggu atau (idle time) tentu berpengaruh pada nilai makespan. Penelitian ini melakukan perbandingan hasil makespan pada penjadwalan mesin menggunakan berbagai tingkat penyelesaian, yaitu metode penjadwalan mesin (Metode CDS dan Algoritma NEH) dan heuristic penjadwalan mesin (Algoritma Pour) dengan kriteria minimisasi makespan. Nilai makespan dari hasil penjadwalan dengan Metoda CDS adalah 42.45 jam dengan terdapat 2 urutan job-nya yaitu (job 4 - job 3 - job 2 - job 1 - job 5) dan (job 3 - job 1 - job 2 - job 4 - job 5). Nilai makespan dari hasil penjadwalan dengan Algoritma NEH adalah 39.43 jam dengan terdapat 4 urutan job-nya yaitu (job 1 - job 3 - job 4 - job 5 - job 2); (job 1 - job 3 - job 5 - job 4 - job 2), (job 1 - job 5 - job 3 - job 4 - job 2); (job 5 - job 1 - job 3 - job 4 - job 2). Sedangkan nilai makespan dari hasil penjadwalan dengan Algoritma Pour adalah 39.43 jam dengan urutan job-nya yaitu job 5 - job 1 - job 3 - job 4 - job 2 yang artinya sama dengan nilai makespan yang didapatkan pada Algoritma NEH.
Pendampingan Kelompok Tani Dalam Penerapan Mesin Perontok Padi Guna Meningkatkan Efisiensi Pascapanen Di Kabupaten Garut Agus Saleh; Riri Damayanti Apnena; Edison Ginting; Yoddy Agung Nuhgraha; Setiyana -
JPPkM: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): JPPkM:Juli
Publisher : Yayasan Pemimpin Inovasi Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rice farming plays a significant role in supporting food security and improving rural livelihoods in Indonesia. However, many farmers still rely on conventional threshing methods that are labor-intensive, time-consuming, and result in considerable post-harvest losses. This community service program aimed to improve the efficiency of post-harvest activities by introducing appropriate technology in the form of a rice threshing machine accompanied by technical guidance for its operation and maintenance. The program was conducted with a farmer group in Cibatu District, Garut Regency, West Java, using a participatory approach consisting of needs assessment, equipment handover, technical training, hands-on practice, and evaluation. The results demonstrated that participants successfully acquired the knowledge and practical skills required to operate and maintain the machine safely and effectively. The implementation of the rice threshing machine significantly reduced processing time, minimized grain losses, decreased labor requirements, and enhanced farmers' productivity during the post-harvest process. Furthermore, the technical guidance increased farmers' confidence in adopting appropriate agricultural technology to support sustainable farming practices. This community service activity highlights that the integration of appropriate technology and capacity-building initiatives can effectively strengthen farmers' capabilities, improve post-harvest efficiency, and contribute to increased agricultural productivity and rural community welfare.
Optimasi Penjadwalan Flow Shop Perusahaan Garment dengan Metode Campbell Dudek Smith (CDS), Algoritma Nawaz Enscore Ham (NEH), dan Algoritma Pour dengan Kriteria Minimisasi Makespan Riri Damayanti Apnena
Journal of Informatics and Electronics Engineering Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik TEDC Bandung Jl. Pesantren Km 2 Cibabat Cimahi Utara – Cimahi 40513 Jawa Barat – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan Garment ini telah menerapkan penjadwalan flow shop dengan sistem First Come First Serve (FCFS). Sistem pada perusahaan memiliki permasalahan saat pesanan datang di saat yang sama akan berpengaruh pada waktu pengerjaan pada mesin yang mengakibatkan timbulnya waktu tunggu atau (idle time) tentu berpengaruh pada nilai makespan. Penelitian ini melakukan perbandingan hasil makespan pada penjadwalan mesin menggunakan berbagai tingkat penyelesaian, yaitu metode penjadwalan mesin (Metode CDS dan Algoritma NEH) dan heuristic penjadwalan mesin (Algoritma Pour) dengan kriteria minimisasi makespan. Nilai makespan dari hasil penjadwalan dengan Metoda CDS adalah 42.45 jam dengan terdapat 2 urutan job-nya yaitu (job 4 - job 3 - job 2 - job 1 - job 5) dan (job 3 - job 1 - job 2 - job 4 - job 5). Nilai makespan dari hasil penjadwalan dengan Algoritma NEH adalah 39.43 jam dengan terdapat 4 urutan job-nya yaitu (job 1 - job 3 - job 4 - job 5 - job 2); (job 1 - job 3 - job 5 - job 4 - job 2), (job 1 - job 5 - job 3 - job 4 - job 2); (job 5 - job 1 - job 3 - job 4 - job 2). Sedangkan nilai makespan dari hasil penjadwalan dengan Algoritma Pour adalah 39.43 jam dengan urutan job-nya yaitu job 5 - job 1 - job 3 - job 4 - job 2 yang artinya sama dengan nilai makespan yang didapatkan pada Algoritma NEH.
Aplikasi Pengajuan Dosen Pengampu Mata Kuliah Berbasis Web Studi Kasus : Politeknik TEDC Bandung Castaka Agus Sugianto; Riri Damayanti Apnena; Zulkipli .
Journal of Informatics and Electronics Engineering Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik TEDC Bandung Jl. Pesantren Km 2 Cibabat Cimahi Utara – Cimahi 40513 Jawa Barat – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan dosen pengampu mata kuliah merupakan proses penentuan/memilah dosen pengampu mata kuliah setiap semester di Politeknik TEDC Bandung. Pengajuan dosen pengampu dilakukan oleh setiap program studi dan diserahkan ke bagian akademik. Yang selanjutnya bagian akademik mengumpulkan semua data pengajuan dosen pengampu dari setiap program studi dan mengadakan rapat sebaran bersama Wakil Direktur 1 dan pihak dari setiap program studi. Proses pengajuan dosen pengampu mata kuliah dirasa kurang efektif karena pengelolaan data masih menggunakan proses manual, namun sudah terkomputerisasi dengan menggunakan Microsoft Excel. Karena masih menggunakan proses ini. Pernah terjadi duplikasi mata kuliah disemester sebelumnya diajukan kembali disemester berikutnya dan ada dosen yang mendapatkan jumlah jam yang melebih kuantitas jam yang telah ditentukan. Maka untuk menangani hal tersebut dibutuhkan suatu wadah yang dapat mengefektifkan proses pengelolaan data pengajuan dosen pengampu mata kuliah untuk mengurangi faktor human error seperti duplikasi mata kuliah dan dapat merekap otomatis semua data pengajuan dosen pengampu yaitu dengan suatu aplikasi penentuan dosen pengampu mata kuliah berbasis web yang mudah diakses oleh banyak orang. Metode yang digunakan dalam pengembangan aplikasi penentuan dosen pengampu mata kuliah adalah metode waterfall. Berdasarkan hasil pengujian blackbox, semua fungsi yang ada dalam aplikasi penentuan dosen pengampu mata kuliah dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Sedangkan berdasarkan hasil pengujian UAT aplikasi penentuan dosen pengampu mata kuliah terbukti dapat diterima dengan baik oleh pengguna dengan nilai persentase 97.1%.
Aplikasi Pembayaran SPP Sekolah Terintegrasi Whatsapp Berbasis Web Ari Sudrajat; Shaffira Kusuma Wardhani; Riri Damayanti Apnena
Journal of Informatics and Electronics Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik TEDC Bandung Jl. Pesantren Km 2 Cibabat Cimahi Utara – Cimahi 40513 Jawa Barat – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70428/jiee.v3i1.717

Abstract

Proses pencatatan pembayaran yang kurang optimal dapat menyebabkan hilangnya data yang berakibat tidak akuntabel pada pembuatan laporan, seperti permasalahan yang ditemukan di SMK Mohamad Toha Cimahi sistem pembayaran SPP masih menggunakan sistem manual dimana Petugas Tata Usaha masih melakukan pencatatan menggunakan buku catatan pembayaran SPP. Hal ini menyebabkan banyak kesalahan yang terjadi dan memakan banyak waktu dalam proses pencatatan pembayaran SPP. Metode pendekatan yang penulis gunakan, menggunakan Metode Agile Develoment dengan model Extreme Programming. Pembangunan sistem akan di buat berbasis Web dengan terintegrasi pada aplikasi Whatsapp. Penyelesaian permasalahan pada saat implementasi sistem, penulis menggunakan bahasa pemrograman PHP, CSS, JavaScript, Node JS dengan framework laravel serta basis data MySQL. Metode pengujian sistem menggunakan Black Box dan User Acceptance Test (UAT), pengujian yang telah dilakukan menunjukan hasil yang sangat baik sebesar 88,43% yang diperoleh dari 14 orang responden dengan pengukuran terhadap 3 variabel yaitu desain 89,98%, fitur 86,76% dan kepuasan pengguna 88,56%. Kata Kunci— Aplikasi, SPP, Whatsapp, Web Abstrack— The process of recording payments that are less than optimal can cause loss of data which results in no accountability in preparing reports, such as the problems found at SMK Mohamad Toha Cimahi. This causes many errors to occur and takes a lot of time in the process of recording tuition fee payments. The approach method that the author uses, uses the Agile Development Method with the Extreme Programming model. The development of the system will be made web-based integrated into the WhatsApp application. Solving problems during system implementation, the author uses the programming language PHP, CSS, JavaScript, JS Node with the Laravel framework and MySQL database. The system testing method uses a Black Box and User Acceptance Test (UAT), the tests that have been carried out show very good results of 88.43% obtained from 14 respondents by measuring 3 variables, namely design 89.98%, features 86.76% and user satisfaction 88.56%. Keyword— Application, Tuition Fee, Whatsapp, Web