Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN MOBILISASI DINI POST SECTIO CAESAREA DENGAN PENYEMBUHAN LUKA OPERASI DI RSU AVICENNA KECAMATAN KOTA JUANG KABUPATEN BIREUEN Ferinawati Ferinawati; Rita Hartati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i2.477

Abstract

AbstrakMenurut World Health Organization (WHO), rata-rata Sectio Caesarea 5-15% per 1000 kelahiran di dunia, angka kejadian dirumah sakit pemerintah rata-rata 11%, sementara dirumah sakit swasta bisa lebih dari 30%. Angka kejadian Sectio caesarea di Indonesia menurut data survey nasional tahun 2007 adalah 927.000 dari 4.030.000 persalinan (Kemenkes RI, 2013). Penelitian ini  dilakukan untuk  mengetahui Hubungan Mobilisasi Dini Post Sectio Caesarea dengan Penyembuhan Luka Operasi di Ruang Rawat RSU Avicenna Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Tahun 2019.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan sampel berjumlah 32 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. penelitian ini dilakukan di RSU Avicenna Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen pada bulan Mei s/d Juni 2019. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa  sebagian besar responden yang melakukan mobilisasi dini post Sectio Caesarea yaitu 21 responden (65,6%), dan sebagian penyembuhan luka terjadi secara cepat yaitu 22 responden (68,8%). Berdasarkan hasil uji silang ibu dengan  penyembuhan luka operasi dengan kategori lambat adalah pasien yang tidak melakukan mobilisasi dengan baik yaitu sebanyak 8 responden (25%). Dari hasil uji Chi-square didapatkan nilai ρ (0.001) < ɑ (0.05). Berdasarkan hasil uji Chi-square didapatkan nilai ρ (0.001) < ɑ (0.05), sehingga ada hubungan antara mobilisasi dini post Sectio Caesarea dengan penyembuhan luka operasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JEUMPA KABUPATEN BIREUEN Ferinawati Ferinawati; Siyangna Sari
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama, diperkirakan 15-20% dari semua kelahiran di seluruh dunia adalah BBLR yang mewakili lebih dari 20 juta kelahiran per tahun. Meskipun ada variasi dalam prevalensi BBLR di setiap negara, namun hampir 95,6% dari mereka berada di negara berkembang atau negara dengan sosial ekonomi rendah. Penelitian  ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Jeumpa Kabupaten Bireuen.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster sampling pada 42 desa sebanyak 85 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Jeumpa Kabupaten Bireueun pada bulan Desember 2019 s/d Januari 2020. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR (nilai p 0,01), tidak ada hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian BBLR (nilai p 1,00), ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian  BBLR (nilai p 0,017).Penelitian ini diharapkan kepada responden agar merencanakan kehamilan sesuai dengan anjuran atau arahan dari tenaga kesehatan seperti umur ibu ketika hamil, jumlah anak yang dilahirkan serta jarak antara kehamilan yang satu dengan kehamilan berikutnya.  Kata Kunci : Paritas, Jarak kehamilan, Usia Ibu, BBLR