Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Asfiksia Neonatorum Di Rsu Sakinah Lhokseumawe Apriany Ramadhan Batubara; Nana Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kesehatan prenatal, perinatal, dan postnatal menjadi sangat penting karena pada masa ini dianggap sebagai masa yang rawan terjadinya gangguan seperti asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum adalah kondisi bayi yang ditandai dengan hipoksia dan hipercapnia disertai asidosis metabolik. Di Indonesia, salah satunya asfiksia yaitu sebesar 27% yang merupakan penyebab ke-2 kematian bayi baru lahir. Tujuan : Untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kejadian asfiksia neonatorum di RSU Sakinah Lhokseumawe. Metode : Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di RSU Sakinah Lhokseumawe. Populasi dalam  penelitian  ini seluruh  ibu yang  bersalin dari bulan Januari-Desember 2019 sebanyak 216 orang dengan teknik pengambilan sampel total population yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder dari data rekam medik dan diolah ke dalam analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian dengan uji statistik chi square diperoleh bahwa variable kehamilan lewat waktu (posdate) berhubungan dengan kejadian asfiksia dengan nilai p=0,039 dan OR/Exp(B) 5.836 yang artinya postdate berpengaruh sebesar 5 kali lipat bayi akan mengalami asfiksia, variable plasenta previa berhubungan dengan kejadian asfiksia dengan nilai p=0,002 dan OR/Exp(B) 3.531 yang artinya plasenta previa berpengaruh sebesar 3 kali lipat bayi akan mengalami asfiksia, dan variable prematur berhubungan dengan kejadian asfiksia dengan nilai p=0,004 dan OR/Exp(B) 2.614 yang artinya prematur berpengaruh sebesar 2 kali lipat bayi akan mengalami asfiksia. Kesimpulan : Ada pengaruh antara kehamilan lewat waktu (posdate), plasenta previa dan prematur dengan asfiksia di RSU Sakinah Lhokseumawe. Diharapkan kepada Kepada RSU Sakinah Lhokseumawe agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kecepatan dalam penanganan agar dapat memperkecil angka kematian bayi yang disebabkan oleh asfiksia neonatorum. Kata kunci            : : Postdate, Plasenta Previa, Prematur, Kejadian Asfiksia
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN GANDAPURA KABUPATEN BIREUEN Apriany Ramadhan Batubara; Feti Mellita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1468

Abstract

Proporsi balita stunting sangat penting sebagai parameter pembangunan modal manusia. Seperti halnya penurunan angka kematian ibu, pemerintah juga telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai major project yang harus digarap dengan langkah-langkah strategis, efektif dan efisien. Pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s) tahun 2030 adalah mengakhiri segala bentuk malnutrisi termasuk mencapai target internasional 2025 untuk penurunan anak pendek (stunting). Tujuan : Untuk mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada balita. Metode : Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan case control. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen. Populasi dalam  penelitian  ini adalah  seluruh balita yang ada di Kecamatan Gandapura. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 balita stunting sebagai kasus dan 31 balita tidak stunting dijadikan sebagai control. Analisa hasil digunakan dengan regresi logistik. Hasil : Variabel  Riwayat pola makan ibu selama hamil berpengaruh terhadap kejadian stunting dengan nilai p (0,034) dan OR = 3,628. Variabel pola makan balita berpengaruh terhadap kejadian stunting dengan nilai p (0,014) dan OR = 4,492. Variabel jarak kelahiran tidak berpengaruh terhadap kejadian stunting dengan nilai p (0,061) dan OR = 3,179. Variabel berat badan lahir dan tinggi badan ibu tidak berhubungan dengan kejadian stunting sehingga tidak dapat dicari pengaruhnya. Kesimpulan : Ada pengaruh riwayat pola makan ibu selama hamil dam  pola makan balita terhadap kejadian stunting. Diharapkan kepada orang tua agar memperhatikan pola makan Ketika hamil dan pola makan balita,. Dan diharapkan kepada Puskesmas Gandapura agar dapat melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Kata kunci            : Riwayat Pola Makan Ibu, Pola Makan Balita, Riwayat Kelahiran, Jarak Kelahiran, Tinggi Badan Ibu , Kejadian stunting
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STIMULASI PSIKOSOSIAL DENGAN PERKEMBANGAN BALITA DI DESA MEUNASAH DAYAH KECAMATAN KOTA JUANG KABUPATEN BIREUEN Apriany Ramadhan Batubara; Mona .
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1120

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Balita merupakan masa yang sangat menentukan dalam proses tumbuh kembang dan menjadi dasar terbentuknya manusia seutuhnya. World Health Organitation (WHO) melaporkan bahwa 5-25% anak anak usia prasekolah menderita disfungsi otak minor, termasuk gangguan perkembangan motorik halus. Anak yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan atau lebih memiliki skor ASQ (Ages and Stages Questionnaire) lebih tinggi dengan nilai p (0,004) pada sektor motorik kasar dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dengan nilai p (0,091). Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan stimulasi psikososial dengan perkembangan balita. Metode : Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Desa Meunasah Dayah Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Populasi dalam  penelitian  ini seluruh  balita yang ada di Desa Meunasah Dayah sebanyak 316 orang dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling dan pengambilan jumlah menggunakan rumus slovin sebanyak 76 balita. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan  uji chi-Square pada taraf kepercayaan 95% (p < 0,05). Hasil : Berdasarkan hasil penelitian dengan uji statistik chi square diperoleh bahwa ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan balita dengan nilai p value (0,005) < α (0,05). Serta ada hubungan stimulasi psikososial dengan perkembanan balita dengan nilai p value (0,031) < α (0,05). Kesimpulan : Ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dan stimulasi psikososial dengan perkembangan balita di Desa Meunasah Dayah Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Diharapkan pada ibu untuk dapat meningkatkan bahan informasi tentang perkembangan balita dengan mengunjungi posyandu terdekat untuk mengetahui perkembangan balita. Kata kunci            : ASI Eksklusif, Stimulasi Psikosoial, Perkembangan Balita
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Usia 20-40 Tahun di Kabupaten Bungo Sefryani Nursari; Apriany Ramadhan Batubara
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2803

Abstract

Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan kronis yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia 20-40 tahun didesa Cadika wilayah kerja Puskesmas Rimbo Tengah Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan bersifat Deskriptif Analitik. Populasi penelitian ini yaitu sebanyak 221 orang yang menderita hipertensi didesa Cadika wilayah kerja puskesmas Rimbo Tengah. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 143 orang hipertensi pada bulan Desember Tahun 2021- Juli Tahun 2022. Data diperoleh dari data primer. Dianalisis dengan menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan tabel Uji Statistik dapat diketahui bahwa dari uji chi-square diperoleh hasil genetik (P-value = 0,005) lebih kecil dari sig α (0,05), obesitas (P-value = 0,000) lebih kecil dari sig α (0,05), sedangkan merokok (P-value = 0,023) lebih kecil dari sig α (0,05) dan konsumsi kopi (P-value = 0,063) lebih besar dari sig α (0,05). Sehingga disimpulkan bahwa masyarakat mayoritas memiliki genetik, menderita obesitas, dan merokok yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi sedangkan mengkonsumsi kopi tidak berpengaruh karena kenaikan tekanan darah dari kopi hanya bersifat sementara. Diharapkan bagi tenaga kerja kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang hipertensi dan mengajarkan pola hidup yang sehat agar masyarakat dapat mengurangi resiko kejadian hipertensi.Kata Kunci : Hipertensi, Genetik, Obesitas, Merokok dan Konsumsi KopiHypertension is a chronic condition characterized by increase blood pressure on the wall of the arteries. The purpose of this research is to find out the factors related with the incidence of hypertension at the 20-40 years old in Cadika village the working area of the Rimbo Tengah Public health center in 2022. This type of research is analytical descriptive.The population are 221 peoples who suffer hypertension in Cadika village the working area of Rimbo Tengah Public health center. The sample are 143 peoples, who suffer hypertension on December 2021- July 2022.Data obtained from primary and secondary. Analysis using the Chi-square test at the significance level of 95%. Based on the statistical  test it can be seen that the Chi-square test results in genetics is (P-Value = 0,005) smaller than sig α (0,05), obesity is (P-Value = 0,000) smaller than sig α (0,05), where as smoking is (P-Value = 0,023) smaller than sig α (0,05), and coffe consumtion is (P-Value = 0,063) greater than sig α (0,05).It can be concluded that the majority of people have genetics, suffer from obesity, and smoking affects the incidence of hypertension, where as coffe consumtion doesn’t affect the incidence of hypertension because blood pressure from coffe in only temporary. It is hope for the health wokers can give counseling about hypertension and teach healthy life style so that peoples can reduce the risk of hypertension.Keyword : Hypertension, Genetics, Obesity, Smoking and Coffe Consumtion
HUBUNGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN DI PUSKESMAS RAWAT INAP PANCUR BATU KECAMATAN PANCUR BATU Sarika; Apriany Ramadhan Batubara
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 3: JULY 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i3.263

Abstract

Diarrhea is a condition in which stools become soft or runny and occur repeatedly (more than 3 times a day). According to the WHO, diarrhea causes the deaths of up to 2 million children worldwide each year, usually due to poor formula feeding practices, such as bottle hygiene, formula preparation methods, and the types of formula given to babies. The design of this study is a descriptive analytical survey with a cross sectional approach, using primary data collected through questionnaires with 30 respondents. Data analysis was carried out using the Chi-Square test. Based on the frequency distribution of the relationship between formula milk provision and the incidence of diarrhea in infants aged 0-6 months at the Pancur Batu inpatient health center, Pancur Batu sub-district, that of the 30 samples, the majority of respondents were included in the Less Good category, as many as 18 people (60%) with 8 people experiencing diarrhea (27%) and 10 people not experiencing diarrhea (33%), the Good category was 9 people (30%) with a total of 9 people not experiencing diarrhea (30%), the Not Good category was 3 people (10%) and all of them experienced diarrhea as many as 3 people (10%). From the results of the Chi-Square test with a confidence level of 90% and df = 2, the calculation results were obtained, namely X2 count 10.861 > X2 table 3.605. This shows that the value of X2 count> X2 table, so H0 is rejected and Ha is accepted. Based on the research results, it was concluded that there was a relationship between giving formula milk and the incidence of diarrhea in infants aged 0-6 months at the Pancur Batu inpatient health center, Pancur Batu sub-district in 2025. It is hoped that health workers will pay more attention to the community, especially mothers who provide formula milk appropriately and correctly.