Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

Senam Yoga Pada Ibu Hamil : Simulasi Metode Senam Yoga pada Ibu Hamil di Kelurahan Gedung Johor Medan Anita, Surya; Friska Sitorus; Dewi R Bancin
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perubahan psikologis pada trimester III adalah kecemasan karena proses persalinan yang semakin dekat. Kecemasan berlebih pada kehamilan dapat memicu kejadian aborsi, kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah, cacat janin, retardasi pertumbuhan janin, serta depresi postpartum . Tiga dari lima ibu hamil trimester III yang ditemui mengalami kecemasan mendekati persalinan yaitu dengan adanya gangguan tidur. Pada ibu hamil Trimester III kecemasan semakin serius dan intensif seiring dengan mendekatnya proses kelahiran. Perasaan cemas dapat mengakibatkan ketegangan pada pikiran, fisik, otot panggul dan otot segmen bawah Rahim, ketegangan ini nantinya akan dapat menganggu pada saat proses persalinan. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Kelurahan Gedung Johor Kota Medan dan dilaksanakan pada tanggal 10 – 12 Januari 2024, dengan melibatkan tim dosen S1 Kebidanan Universitas Sari Mutiara dan Mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Sari Mutiara Indonesia. Sasaran kegiatan PkM ini yaitu ibi-ibu hamil primigravida yang ada di Kelurahan Gedung Johor Kota Medan sejumlah 25 orang dan kader posyandu sejumlah 5 orang, beserta bidan desa ada 2 orang. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman ibu-ibu hamil, bidan dan kader posyandu tentang pentingnya senam yoga pada ibu hamil sebagai salah satu upaya mengurangi kecemasan dalam menghadapi persalinan.
Pelaksanaan Yoga Prenatal Dengan Kecemasan Ibu Menghadapi Persalinan Di PMB Ronni Siregar Friska Sitorus; Siregar, Ronni Naudur
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoga merupakan latihan olah tubuh dan pikiran yang memberikan ketenangan hati, ketentraman jiwa. Yoga pada ibu hamil atau biasa disebut prenatal yoga memberikan kenyamanan karena meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan aliran darah dan suply oksigen. Hal ini menyebabkan ibu hamil merasa sehat secara fisik dan pada akhirnya sehat secara psikologis. Ibu hamil yang melakukan prenatal yoga akan mengeluarkan hormon relaksin lebih banyak sehingga membuat tubuh ibu merasa lebih nyaman yang akhirnya bisa memberikan ketenangan. Prenatal yoga dilakukan secara berkelompok membuat ibu dapat berinteraksi dengan ibu hamil yang lain dan saling bercerita. Hal ini membuat ibu merasa punya teman, mempunyai masalah yang sama dengan ibu hamil yang lain dan saling berbagi. Hal ini dapat menyebabkan pikiran ibu menjadi lebih tenang.
Edukasi Mobilasi Pada Ibu Pasca Sectio Caesarea di Kelurahan Gedung Johor Medan Friska Sitorus; Dewi R Bancin; Anita, Surya; Lenyi Hulu; Mulia Oktaviani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan sectio caesarea merupakan bentuk persalinan yang melalui proses pembedahan untuk mengangkat bayi dari rahim dengan cara membedah abdomen. Persalinan sectio caesarea biasanya dilakukan ketika perkembangan persalinan lambat atau ketika janin tampak berada dalam masalah (Janirwaty dan Pieter, 2013). Secara psikologis mobilisasi akan memberikan kepercayaan pada pasien bahwa dia mulai merasa sembuh. Perilaku kesehatan ini dipengaruhi oleh motivasi ibu post sectio caesarea baik dari intrinsik dan ekstrinsik. Sifat malas muncul diakibatkan karena kurangnya dukungan keluarga. Kerjasama antara keluarga dan perawat adalah memfasilitasi keluarga untuk berperan aktif dalam asuhan keperawatan pasien dirumah sakit dan memberdayakan kemampuan keluarga baik dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam melaksanakan perawatan dirumah sakit (Kartikasari, Anggit, dkk, 2021).Edukasi/penyuluhan kepada ibu nifas, keluarga dan masyarakat melalui belajar kelompok tentang mobilisasi pasca sectio sebagai salah satu upaya mempercepat penyembuhan Lukas operasi. Membagikan Leaflet dan menunjukkan Video dan Powerpoint saat materi di jelaskan untuk memudah kan ibu hamil dan keluarga memahami tentang mobilisasi pada ibu pasca sectio caesarea dan manfaatnya. Pembagian Leaflet dapat meningkatkan pengetahuan tentang mobilisasi pada ibu nifas pasca section caesarea. Dari kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan kepada ibu-ibu nifas, kader dan bidan masih ada 35% ibu-ibu nifas yang belum mengetahui tentang mobiliasi pada ibu post section caesarea dan manfaat serta metode pelaksanaannya.
Edukasi Teknik Relaksasi Nafas Dalam Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Persiapan Persalinan Siregar, Dian Andriyani; Friska Sitorus; Friska Margareth Parapat; Mutiara Hutasoit; Brigita Farmai Duha
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknik relaksasi nafas dalam secara rutin dan terarah selama kehamilan trimester ketiga memiliki banyak manfaat, baik untuk ibu maupun janin. Teknik ini tidak hanya membantu mengurangi kecemasan dan nyeri persalinan, tetapi juga meningkatkan suplai oksigen dan membantu menjaga stabilitas emosional ibu. Edukasi dan latihan yang dilakukan di PMB Ronni Siregar menunjukkan hasil yang positif, dengan ibu hamil merasa lebih siap menghadapi persalinan serta mengalami penurunan tingkat kecemasan. Dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga sangat penting dalam keberhasilan pelaksanaan teknik ini, sehingga dapat menjadi bagian dari program persiapan persalinan yang efektif. Selain manfaat fisik, teknik relaksasi napas dalam juga memberikan dampak positif secara psikologis bagi ibu hamil. Dengan mengatur pola pernapasan yang teratur, ibu hamil mampu mengalihkan perhatian dari rasa nyeri saat kontraksi dan meningkatkan rasa kontrol diri selama proses persalinan. Hal ini penting karena perasaan cemas yang berlebihan dapat memperburuk kondisi emosional ibu dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi jalannya persalinan. Pasangan dapat membantu mengingatkan ibu hamil untuk mengatur napas dengan benar ketika menghadapi kontraksi yang semakin intens. Kerja sama ini tidak hanya mempererat hubungan emosional antara ibu hamil dan pendamping, tetapi juga menciptakan lingkungan persalinan yang lebih nyaman dan mendukung, sehingga proses persalinan dapat berjalan lebih lancar dan minim komplikasi.
Edukasi Pijat Endorphin Untuk Mengurangi Nyeri Punggung Pada Ibu Bersalin Kala I Di Bpm Mariana Friska Sitorus; Dewi R Bancin; Rinawati Sembiring; Anita, Surya; Ria Lestari
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa nyeri dalam persalinan adalah nyeri kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan peningkatan aktifitas sistem saraf simpatis, perubahan tekanan darah,denyut jantung, pernafasan dengan warna kulit dan apabila tidak segera ditangani akan meningkatkan rasa khawatir, tegang, takut, dan stress. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga tentang metode pijat endorphin sebagai salah satu therapy non farmakologis untuk mengurangi nyeri punggung pada saat ibu mau bersalin. Sasaran dalam kegiatan PkM ini yaitu ibu-ibu hamil, suami dan keluarga Metode yang diterapkan dalam kegiatan PkM ini yaitu terbagi dalam tiga tahap diantaranya: 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan dan 3) tahap evaluasi. Tahapan pelaksanaan kegiatan secara rinci melalui tahapan-tahapan. 1) Tahap persiapan telah ditetapkan kegiatannya dengan memilih tempat dan lokasi pelaksanaan kegiatan. 2). Tahap Pelaksanaan ini dengan mempersiapkan alat atau bahan yang diperlukan dalam mendukung kegiatan. 3) Tahap evaluasi dilakukan dalam kegiatan ini dengan melakukan wawancara terbuka dengan masyarakat terhadap keberhasilan kegiatan yang dimaksud. Dari kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan kepada ibu-ibu hamil, suami dan keluarga masih ada 35% ibu-ibu hamil yang belum mengetahui tentang pijat endorphin dan manfaat serta metode pelaksanaannya Dari kegiatan PkM yang dilakukan di BPM Mariana Upaya Peningkatan Edukasi tentang Pijat Endorphin sebagai therapy komlementer untuk mengurangi nyeri saat persalinan Adanya kesepakatan untuk meningkatkan promosi tentang therapy komplementer yang merupakan therapy non farmakologis yang akan dilaksanakan suami maupun keluarga.
EDUKASI DETEKSI DINI TANDA BAHAYA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI BPM MARIANA Friska Sitorus; Dewi R Bancin; Anita, Surya; Rut Enjelika
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6218

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu penyebab utamanya adalah keterlambatan dalam mengenali dan menangani tanda bahaya kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai deteksi dini tanda bahaya kehamilan melalui edukasi interaktif. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil di BPM Mariana, yang memiliki keterbatasan akses informasi kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, serta pembagian media edukatif berupa leaflet dan poster. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan, seperti perdarahan, nyeri kepala hebat, pembengkakan wajah dan tangan, serta penurunan gerakan janin. Selain itu, keterlibatan keluarga dan kader kesehatan dalam kegiatan ini turut memperkuat jejaring dukungan terhadap ibu hamil. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi yang dilakukan secara langsung dan kontekstual mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan ibu hamil dalam menghadapi risiko kehamilan. Diharapkan kegiatan serupa dapat diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam program layanan kesehatan ibu, guna mendukung penurunan angka kematian ibu di tingkat komunitas