Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : e-CliniC

ANGKA KEJADIAN MEROKOK PADA PASIEN TB PARU YANG BEROBAT DI POLIKLINIK DOTS PADA BULAN NOVEMBER 2014 Silo, Widyanita K.; Wongkar, M. C. P.; Langi, Yuanita A.
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.7396

Abstract

Abstract: Lung Tuberculosis is an infectious disease that remains as a public health problem. Several studies suggest a significant relationship between smoking and lung tuberculosis. This study aimed to determine the prevalence of smoking in patients of lung tuberculosis in DOTS Polyclinic Prof. Dr R. D. Kandou Hospital, Manado. This was a descriptive cross - sectional study conducted in October 2014. Samples included 57 people. Total of lung tuberculosis patients who smoked were 33 people; 28 were males (84.8 %). In the age group of 56-65 years there were 9 people (27.3 %). The most frequent of jobs were self-employed (8 people; 24.2 %). The results showed that the incidence of smoking in patients of lung tuberculosis approximately 57.9 %. Keywords: lung tuberculosis, smoking.Abstrak: Penyakit TB paru merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan dalam masyarakat. Beberapa penelitian menyebutkan adanya hubungan yang signifikan antara merokok dengan TB paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian merokok pada pasien TB paru di Poliklinik DOTS RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain penelitian adalah cross-sectional terhadap pasien TB paru yang berobat di Poliklinik DOTS RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada bulan November 2014. Sampel berjumlah 57 orang. Jumlah pasien TB paru yang merokok adalah 33 orang, dimana jenis kelamin terbanyak laki-laki yaitu 28 orang (84,8%). Kelompok umur 56-65 tahun adalah yang terbanyak yaitu 9 orang (27,3%), dan pekerjaan terbanyak adalah wiraswasta 8 orang (24,2%). Hasil dari penelitian ini didapatkan angka kejadian merokok pada pasien TB paru sekitar 57,9% dari keseluruhan data.Kata kunci: TB paru, merokok
Hubungan antara Status Gizi dan Sistem Imun Seluler pada Subyek Penyakit Ginjal Kronik Stadium V Hemodialisis di Instalasi Tindakan Hemodialisis RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Unawekla, Julyan V.; Moeis, Emma Sy.; Langi, Yuanita A.
e-CliniC Vol 6, No 1 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v6i1.18682

Abstract

Abstract: Chronic kidney disease (CKD) is a pathophysiological process with a diverse etiology that causes progressive decrease of renal function and is generally ended with renal failure. Patients with CKD are given low-protein and low-water diets that can affect their nutritional status and immune system. This study was aimed to determine the relationship between nutritional status and cellular immune system in patients with stage V CKD that had hemodialysis perfomed on them at the Installation of Hemodialysis of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Variables were age, gender, lymphocyte count, body mass index (BMI), and upper arm circumference. There were 30 samples in this study; males (56.7%) were more dominant. The age range was 36-76 years; lymphocyte count range was 1000-4131; IMT range was 16-28.1; and upper arm circumference range was 17-28.50. The Spearman parametric test of the relationship between nutritional status and cellular immune system based on BMI and lymphocyte count obtained a P-value of 0.111 meanwhile the relationship between nutritional status based on upper arm circumference and lymphocytes obtained a P-value of 0.309. Conclusion: There was no relationship between nutritional status (BMI and arm circumference) and cellular immune system (lymphocyte count) in stage V CKD patients that had hemodialysis perfomed on them. Keywords: CKD V-HD, nutritional status, cellular immune systemAbstrak: Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah suatu proses patofisiologis dengan etiologi beragam yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara progesif dan umumnya berahir dengan gagal ginjal. Pasien PGK diberikan terapi rendah protein dan air sehingga dapat berdampak pada status gizi dan sistem imun pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan sistem imun seluler pada subyek PGK stadium V hemodialisis di Instalasi Tindakan Hemodialisis RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Variabel penelitian ialah usia, jenis kelamin, hasil hitung limfosit, hitung IMT, dan ukuran lingkar lengan atas (LILA). Hasil penelitian mendapatkan 30 sampel dengan jumlah terbanyak ialah laki-laki 17 orang (56,7%), cengan rentang usia 36-76 tahun. Kisaran nilai untuk limfosit ialah 1000-4131; IMT 16-28,1; dan LILA 17-28,50. Uji parametrik Spearman terhadap hubungan antara status gizi berdasarkan IMT dan limfosit mendapatkan P=0,111 sedangkan antara status gizi berdasarkan LILA dan limfosit mendapatkan P=0,309. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara status gizi (IMT dan LILA) dengan limfosit (sistem imun) pada pasien PGK V yang menjalani hemodialisis.Kata kunci: PGK V-HD, status gizi, sistem imun seluler
PERBANDINGAN PENGETAHUAN TENTANG MANAJEMEN DIABETES MELITUS PADA MAHASISWA TAHAP SARJANA DAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER (P3D) FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Rumbino, Agustinus Rihando; Pandelaki, Karel; Langi, Yuanita A.
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.2.2014.5194

Abstract

Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a health problem that increases the number of events globally. Medical doctor as the first line in the treatment of diabetes are required to have good knowledge about its management. Students of the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi trained to become medical doctor were had good knowledge about management of diabetes melitus. The problem is what is the description of knowledge about DM management on undergraduate students and professional education programs of medical doctor (P3D) students. Objective: The study was to compared the level of knowledge about DM management among  undergraduate students  and P3D students of Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University. Method: This study is a descriptive analytical with quantitative approach involving 80 subjects  were selected based consecutive sampling and was answered the questionnaire about knowledge of DM management. Results: The subjects knowledge about DM management in undergraduate students from 40 subject result 1 subject (2.5%) are included in the category of good knowledge, 7 subject (17.5%) had moderate knowledge and 32 subjects (80%) are included of low knowledge. The subjects of  P3D students result 3 subjects (7.5%) including good knowledge category, 25 subjects (62.5%) were categorized moderate knowledge and 12 subjects (30%) is low knowledge category. Conclusion: Knowledge level about DM management undergraduate student is still low. P3D student knowledge level about diabetes management is classified as moderate. Knowledge level about diabetes management on P3D students is better than undergraduate students. Keywords: Knowledge, medical students, management of diabetes mellitus.   Abstrak: Diabetes Melitus (DM) merupakan masalah kesehatan yang angka kejadiannya meningkat secara global. Dokter umum sebagai lini pertama dalam penanganan DM dituntut untuk memiliki pengetahuan yang baik tentang manajemennya. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado yang dididik untuk menjadi dokter haruslah memiliki pemahaman yang baik tentang manajemen Diabetes Melitus. Permasalahannya adalah bagaimana gambaran pengetahuan mengenai manajemen DM pada mahasiswa tahap sarjana dan tahap program pendidikan profesi dokter (P3D). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pengetahuan mengenai manajemen DM pada  mahasiswa tahap sarjana dan tahap P3D Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Metode: Penelitian ini bersifat analitik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif  melibatkan 80 responden yang menjawab kuesioner pengetahuan mengenai manajemen DM. Hasil: Dari 40 responden mahasiswa tahap sarjana 1 responden (2,5%) termasuk dalam kategori pengetahuan baik, 7 responden (17,5%) termasuk kategori sedang dan 32 reponden (80%) termasuk kategori rendah. Pada 40 responden mahasiswa tahap profesi (P3D) diketahui 3 responden (7,5%) termasuk kategori pengetahuan baik,  25 responden (62,5%) termasuk kategori sedang dan 12 responden (30%) adalah kategori pengetahuan rendah. Simpulan: Tingkat pengetahuan mahasiswa tahap sarjana mengenai manajemen DM masih rendah. Tingkat pengetahuan mahasiswa P3D mengenai manajemen DM masih tergolong sedang. Tingkat pengetahuan manajemen DM mahasiswa P3D lebih baik dibanding mahasiswa tahap sarjana. Kata kunci: Pengetahuan, mahasiswa kedokteran, manajemen diabetes melitus.