Rikza Fauzan
Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Raya Ciwaru No.25 Serang Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMPERTAHANKAN TRADISI, MELESTARIKAN BUDAYA (KAJIAN HISTORIS DAN NILAI BUDAYA LOKAL KESENIAN TEREBANG GEDE DI KOTA SERANG) Rikza Fauzan; Nashar Nashar
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.111 KB) | DOI: 10.30870/candrasangkala.v3i1.2882

Abstract

Penelitian ini membahas Perkembangan Kesenian Terebang Gede Di KotaSerang Banten 1980-2008 (Kajian Historis Nilai-Nilai Budaya Lokal). Permasalahan yang dibahas adalah mengenai keberadaan kesenian tradisional Terebang Gede di Kota Serang yang ditinjau dari sisi historis mulai dari kemunculan kesenian ini, perkembangannya, dinamika dan pergeseran yang terjadi, peran seniman dalam melesetarikan dan mengembangkan kesenian ini, serta dampak yang ditimbulkan akibatmodenisasi dan globalisasi. Manfaat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah untuk mengangkat Kesenian Terebang Gede sebagai kesenian tradisional atau kesenian daerah khas Serang Banten yang kurang dikenal agar menjadi kesenian yang dikenal secara luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis yang tahapannya terdiri dari Heuristik atau pengumpulan sumber, kritik, Aufassung/Interpretasi, danDarstellung/Historiografi. Kesenian Terebang Gede yang berasal dari Kota Serang Banten ini merupakan kesenian tradisional dengan nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun temurun. Kesenian Terebang Gede dalam perkembangannya mengalami pergeseran fungsi sesuai dengan perkembangan zaman. Pada awal kemunculannya, kesenian Terebang Gede berfungsi sebagai media penyebaran Islam. Setelah dikolaborasikan dengan seni marawis, terjadi perubahan dari bentuk pertunjukan, lagu,dan penambahan waditra. Seiring berjalannya waktu, dengan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat, saat ini seni Terebang Gede kemudian berkembang sebagai seni pertunjukan yang berfungsi sebagai hiburan dengan lagu-lagu yang bernafaskan Islam. Walaupun demikian, di tengah-tengah arus globalisasi dan semakin maraknya seni budaya modern kesenian Terebang Gede masih dapat eksis dan bertahan sebagai salah satu warisan budaya leluhur yang mengandung nilai-nilai budaya lokal yang harus terus dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari sebuah seni pertunjukan.
INTEGRASI METODE HISTRIONIK DENGAN NILAI HEROISME PADA MATAKULIAH SEJARAH REVOLUSI INDONESIA Arif Permana Putra; Ana Nurhasanah; Rikza Fauzan
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.634 KB) | DOI: 10.30870/candrasangkala.v3i2.3478

Abstract

Abstrak: Permasalahan dalam kegiatan perkuliahan Sejarah Revolusi Indonesia, diketahui bahwa mahasiswa atau peserta didik masih terkesan kurang aktif sehingga perlu sentuhan kreatif melalui metode histrionik sebagai upaya penanaman nilai. Matakuliah Sejarah Revolusi Indonesia sarat akan nilai nasionalisme dan heroisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui integrasi metode histrionik dengan nilai heroisme pada mahasiswa pendidikan sejarah FKIP Untirta Tahun Akademik 2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, yang mendeskripsikan dan mengungkapkan tentang rancangan pembelajaran, pelaksanaan, evaluasi, dan hasil temuan pembelajaran dengan metode histrionik pada mahasiswa pendidikan sejarah FKIP Untirta. Hasil pementasan drama dengan lakon “Penyamaran Terakhir Tan Malaka Di Bayah” menunjukkan bahwa peserta didik memahami makna perjuangan anti kolonialisme sekaligus nilai heroisme dan tidak hanya tentang kronologi suatu peristiwa sejarah.