Zofrano Ibrahimsyah Magribi Sultani
State University of Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PESANTREN SEBAGAI PUSAT PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN TASAWUFISASI DI BANTEN (1552-1682) Zofrano Ibrahimsyah Magribi Sultani; Mutiara Syafira Anastasia; Satrya Paramanandana; Khoirunnis Salamah; Siti Malikhah Towaf
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v7i1.6458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan pesantren dalam mengembangkan tasawuf sebagai pusat pembelajaran dan pendidikan agama Islam abad XVI di Banten. Posisi geostrategis Banten yang berada di Selat Sunda menjadi tempat jaringan perdagangan Asia yang menyebabkan Islamisasi menyebar ke Banten melalui mendirikan pesantren. Pembentukan pesantren di Banten memberikan pengajaran dan pembelajaran agama Islam kepada masyarakat Banten dalam menyebarkan tasawufisasi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Hasilnya adalah pesantren menjadi pusat pendidikan dan pembelajaran agama Islam abad XVI melahirkan cendekiawan Muslim seperti Abdul Karim Al-Bantani dan tarekat Qadiriyah.
KONTAK BUDAYA ANTARA ORANG MAKASSAR DENGAN ORANG ABORIGIN YOLNGU SEBAGAI DIPLOMASI DAN PERDAGANGAN TRANSNASIONAL ABAD XVII-XIX M Zofrano Ibrahimsyah Magribi Sultani; Meliya Meliya; Raisa Rahmawati
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.218 KB)

Abstract

Artikel ini akan menyelidiki hubungan antara dua etnis yang berbeda telah membentuk perdagangan transnasional dan diplomasi awal oleh pelaut Makassar ke Yolngu sebelum kedatangan orang Eropa ke Australia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah. Orang Makassar dikenal pelaut yang mengunjungi pantai utara Australia untuk mengumpulkan teripang yang kemudian dijual sebagai obat dan makanan ke Cina. Kedatangan mereka menyediakan kontak budaya untuk orang Australia Utara dalam budaya, ekonomi, dan sosial. Para pelaut Makassar menamai pantai itu dengan nama Marege dan menamai benua itu yang kemudian menjadi negara Australia dengan nama Osse Tara Lia.The paper will investigate relationship between two different ethnics has established an early transnational trade and diplomacy by Makassar sailors to Yolngu before the arrival of Europeans to Australia. The research method used is historical method. The Makassarese are known sailors who visited the northern coast of Australia for collect trepang which are then sold as medicine and food to China. Their arrival provides cultural contacts for North Australians in culture, economics, and social. The sailors of Makassar named the beach with the name Marege and named the continent which later became the country of Australia under the name Osse Tara Lia. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v13i12019p107 
PERKEMBANGAN DAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN DI ZAMAN KOLONIAL BELANDA DI INDONESIA ABAD 19-20 Zofrano Ibrahimsyah Magribi Sultani; Yasinta Putri Kristanti
Jurnal Artefak Vol 7, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.31 KB) | DOI: 10.25157/ja.v7i2.3518

Abstract

Artikel ini memiliki tujuan agar dapat memahami berbagai macam pelaksanaan pendidikan zaman kolonial Belanda di Indonesia setelah Politik Etis diberlakukan. Pendidikan pada zaman kolonial Belanda memiliki banyak sekali sistem pengajaran dan pembelajaran yang dibangun Belanda berdasarkan kelompok sosial seperti sekolah untuk pribumi, Belanda/Eropa, dan Timur Asing. Politik yang dijalankan oleh Belanda yaitu Politik Etis merupakan ujung tombak terciptanya pendidikan-pendidikan modern di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian kepustakaan. Hasil dari pendidikan zaman kolonial Belanda yaitu munculnya pembelajaran dengan pendidikan modern yang menumbuhkembangkan nasionalisme dan pengajaran berbasis soft skill dalam memenuhi kebutuhan tenaga terampil. Dengan demikian, perkembangan dan pelaksanaan pendidikan di zaman kolonial Belanda di Indonesia memiliki tujuan meningkatkan martabat bangsa dan mencerdaskan kehidupan bangsa.This article has the aim of understanding various types of education in the Dutch colonial era in Indonesia after the Ethical Policy was put in place. Education in the Dutch colonial era had many teaching and learning systems built by the Netherlands based on social groups such as schools for pribumi (natives peoples), Dutch/European, and Foreign East. The politics that is run by the Dutch, namely Ethical Politics is the spearhead of the creation of modern education in Indonesia. The research method used is library research methods. The result of Dutch colonial education is the emergence of learning with modern education that fosters nationalism and soft skill-based teaching in meeting the needs of skilled workers. Thus, the development and implementation of education in the Dutch colonial era in Indonesia had the aim of enhancing the nation's dignity and educating the nation's life.