Senyawa metil ester asam lemak campuran dihasilkan melalui reaksi interesterifikasi minyak sawit (CPO) dengan metanol dalam pelarut benzen menggunakan katalis asam sulfat. Reaksi ini berlangsung dalam kondisi refluks selama 5-6 jam pada suhu 60-65°C sehingga menghasilkan metil ester asam lemak campuran. Terbentuknya metil ester asam lemak campuran didukung oleh data spektroskopi FT-IR dan GC. Berdasarkan analisa data spektroskopi FT-IR dari minyak sawit (CPO) memberikan puncak-puncak pada daerah gelombang 470,6; 721,3; 941,2; 1099,3; 1164,9; 1296,1; 1411,8; 1434,9; 1465,8; 1708,8; 1743,5; 2341,4; 2677,0; 2850,6; 2920,0; dan 3004,9 cm-1, sedangkan pada spektroskopi FT-IR metil ester asam lemak campuran memberikan puncakpuncak pada daerah bilangan gelombang 428,2; 478,3; 721,3; 1118,6; 1172,6; 1361,7; 1438,8; 1465,8; 1743,5; 2854,5; 2923,9; dan 3004,9 cm-1. Pada minyak sawit (CPO) dua pita karbonil yang terbentuk yaitu terdapat pada daerah 1743,5 cm-1 dan pada daerah 1708,8 cm-1 menunjukkan terbentuknya dua ikatan C=O, hal ini terjadi karena perbedaan gugus R yang berbeda pada minyak, sedangkan pada metil ester asam lemak campuran terbentuk satu pita karbonil yang kuat muncul pada daerah 1743,5cm-1 hal ini menunjukkan hanya satu jenis ester yang terdapat pada ikatan C=O metil ester. Berdasarkan analisa GC komposisi metil ester asam lemak campuran terdiri dari asam lemak asam oleat C18 : 38,71675; asam palmitat C16 30,06644; asam linolenat C18: 21,06925; asam stearat C18: 7,92695; asam laurat C12 : 1,12210; asam linoleat C18: 1,09851.Kata kunci : minyak sawit mentah, campuran metil ester asam lemak, interesterifikasi