Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENYUSUNAN ZONA KONSERVASI DAN PEMANFAATAN AKUIFER BEBAS PADA CEKUNGAN AIRTANAH PAGATAN KABUPATEN TANAH BUMBU, KALIMANTAN SELATAN Agus Harjanto; Thomas Triadi Putranto; Widyanto David
TATALOKA Vol 21, No 3 (2019): Volume 21 No. 3, August 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.451 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.21.3.482-496

Abstract

Pagatan groundwater basin is located on Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan Province with 506.714 Ha or 13,5%  from South Kalimantan total area. The increasing of population also affect the water demand as a human primary need. As one of the best sources for clean water, groundwater is being intensively extracted to fulfill the need of clean water until it becomes uncontrollable and damage the supply and demand equilibrium. This groundwater extraction has been turning uncontrollaby and decreasing the quantity and quality of groundwater. The purpose of this study is to know the water tables, to know the quality of groundwater, to determine the category of conservation zone and areas to be protected, and suitability of spatial planning of the region with conservation zone of research area. The method for this research is qualitative observation and descriptive. The method of observation is the measurement of water table, and sampling of wells, while the method of analysis is data processing which is done based on primary and secondary data obtained on field research data to determine the zone of conservation and groundwater utilization in in research area.The result showed that unconfined groundwater aquifers have groundwater flow pattern spreading flow towards South and Southwest. From the 150 groundwater samples, there are 9 samples that do not meet the requirements for drinking water.The construction of groundwater conservation zone is based on groundwater availability factor, the similarity of groundwater damage. 
Alterasi Akibat Proses Hidrothermal di Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara Agus Harjanto; Sutanto Sutanto; Sutarto Sutarto; Achmad Subandrio; I Made Suasta; Giri Hartono; Putu Suputra; I Gde Basten; Muhammad Fauzi; Rosdiana Rosdiana
EKSPLORIUM Vol 37, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5035.062 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2016.37.1.2666

Abstract

Bolaang Mongondow terletak di bagian tengah lengan utara Sulawesi yang disusun oleh busur magmatik berumur Neogen dan berpotensi mengandung mineral-mineral ekonomis. Hal tersebut yang melatarbelakangi dilakukan penelitian terhadap potensi sumber daya mineral. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari alterasi akibat proses hidrotermal serta hubungannya dengan cebakan emas (Au) berdasarkan kajian di lapangan maupun analisis laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian, yaitu kajian literatur, survei geologi, pengambilan conto batuan, analisis laboratorium, dan pengolahan data. Daerah penelitian merupakan kompleks intrusi diorit yang terjadi berulang kali. Andesit, batuan klastika gunung api, dan dasit yang berumur lebih tua diintrusi oleh kompleks ini. Selanjutnya, tufa dasitik, batupasir gunung api, dan endapan alluvium diendapkan di atasnya. Terdapat tiga sesar utama yang telah diukur dan dipetakan, berarah timur laut-barat daya yang terpotong oleh sesar barat-timur dan terakhir sesar barat laut-tenggara yang memotong sesar-sesar terdahulu. Alterasi hidrotermal tahap awal berhubungan dengan keberadaan diorit kuarsa muda yang menunjukkan tahapan alterasi dari pusatnya potasik sampai propilitik distal. Alterasi hidrotermal tahap akhir terdiri atas alterasi argilik, argilik lanjut, dan silika-mineral lempung±magnetit±klorit yang menumpang tindih alterasi tahap awal. Mineralisasi Cu-Au±Ag di bagian tengah daerah penelitian atau di daerah Tayap–Kinomaligan sebagian besar berasosiasi dengan diorit kuarsa muda yang teralterasi potasik dan dipotong oleh urat-urat kuarsa-magnetit-kalkopirit±bornite yang sejajar dan stockwork. Bolaang Mongondow is located in central north Sulawesi arm, which is composed of Neogen magmatic arc and potentially contain economic minerals. This condition is behind the research purpose to study the mineral resources potencies. Research aim is to study alteration caused by hydrothermal process and its relation with gold (Au) deposit based on field study and laboratory analysis. Methodologies used for the research are literature study, geological survey, rocks sampling, laboratory analysis, and data processing. Research area is a multiply diorite intrusion complex. Andesite, volcaniclastic rocks, and dacite, the older rocks, were intruded by this complex. Later, dacitic tuff, volcanic sandstone, and alluvium deposited above them. There are three measured and mapped major faults heading NE-SW crossed by E-W fault and NW-SE fault lately crossed all the older faults. Early stage hydrothermal alteration related to the existence of young quartz diorite, showing alteration stage from the potassic center to distal prophyllitic. Final stage hydrothermal alteration consist of argilic, advanced argilic, and silica-clay mineral±magnetite±chlorite alteration overlapping the earlier alteration. Mineralization of Cu-Au±Ag in central part of research area or Tayap-Kinomaligan area is mostly asociated with potassic altered young quartz diorite and crossed by paralel and stockworked quartz-magnetite-chalcopyrite±bornite vein.
Aplikasi Analisis Spasial Untuk Penentuan Zona Imbuhan Dan Zona Lepasan Airtanah, Cekungan Air Tanah (CAT) Karangkobar, Provinsi Jawa Tengah Agus Harjanto; Thomas Triadi Putranto; Truman Simaremare
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8515.839 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.2.162-172

Abstract

ABSTRAKCekungan Air Tanah (CAT) Karangkobar terletak di wilayah administrasi Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo.  CAT Karangkobar memiliki luas sekitar 299,6 km2. Daerah ini terletak di daerah dengan kondisi geologi yang banyak dipengaruhi oleh aktivitas vulkanisme. Secara regional sistem akuifer pada daerah ini merupakan sistem akuifer dengan aliran air tanah melalui ruang antar butir dan rekahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeliniasi daerah imbuhan dan daerah lepasan air tanah di CAT Karangkobar. Pengambilan data lapangan dilakukan dengan mengamati kondisi geologi dan mengukur tinggi muka air tanah CAT Karangkobar. Penentuan zona imbuhan dan lepasan dilakukan dengan metode geospasial menggunakan perangkat lunak Surfer dan ArcGis. Metode ini dilakukan dengan pembobotan. Parameter yang digunakan dalam pembobotan ini terdiri dari 5 parameter, yaitu: kelulusan batuan, curah hujan, jenis tanah penutup, kemiringan lereng dan kedalaman muka air tanah tidak tertekan. Nilai maksimal yang didapat dari pembobotan ini adalah 65 sedangkan nilai minimal adalah 39. Daerah imbuhan berada pada nilai bobot 53-65, daerah ini berada dibagian utara CAT Karangkobar. Daerah lepasan berada pada nilai bobot 39-52, daerah ini berada pada bagian selatan CAT Karangkobar..ABSTRACTKarangkobar groundwater basin located in Banjarnegara District and Wonosobo District. Karangkobar groundwater basin area is about 299,6 km2. This area is located in a region with geological condition which is heavily affected by volcanism activity. Regionally, aquifer system in this region is aquifer system with groundwater flow through pore spaces and fractures. The purpose of this research is to deliniate recharge and discharge zone of groundwater in Karangkobar groundwater basin. Field data retrieval was done by observing geological condition and measuring groundwater level, in Karangkobar groundwater basin. Recharge and discharge zone determination is done by geospatial method using Surfer and ArcGis software. This method is done with scoring method. Parameters used in this scoring consists of 5 parameters: permeability of rock, rainfall, soil type, slope and depth of superficial groundwater level. Maximum value in this scoring is 65 and minimum value is 39. Recharge zone score is on 53-65, which is located in the north of Karangkobar groundwater basin with. Discharge zone score is on 39-52, which is located in the south of Karangkobar groundwater basin.Keywords: groundwater, Karangkobar groundwater basin, geospatial method, recharge and discharge zone.Sitasi: Harjanto, A., Putranto, T.T., dan Simaremare, T.(2018 Aplikasi Analisis Spasial Untuk Penentuan Zona Imbuhan Dan Zona Lepasan Airtanah, Cekungan Air Tanah  (CAT) Karangkobar, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 162-172, doi:10.14710/jil.17.2.162-172
GEOLOGI DAN STUDI PETROLOGI BATUAN GUNUNG API DAERAH GIRITENGAH DAN SEKITARNYA KECAMATAN BOROBUDUR, KABUPATEN MAGELANG, PROVINSI JAWA TENGAH Muhamad Rinaldi; Agus Harjanto; Firdaus Maskuri
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v9i1.9542

Abstract

Daerah peenelitian secara administratif terletak di daerah Giritengah, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Secara geografis terletak pada koordinat (X : 407040 – 412076 dan Y: 9152883 – 9157897, UTM 49s) dengan luasan daerah penelitian tersebut yaitu 5 km2. Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan untuk mempelajari tatanan geologi meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi dan persebaran batuan gunung api di daerah penelitian. Analisis petrografi dilakukan untuk mengetahui komposisi penyusun batuan dan tekstur batuan secara mikroskopis. Analisis mikropaleontologi dilakukan untuk menentukan umur batuan. Analisis struktur dilakukan untuk mengetahui arah tegasan yang berkembang di daerah penelitian. Berdasarkan informasi geomorfologi terdapat bentuklahan perbukitan struktural (S1), lereng struktural (S2) dan dataranaluvial (F1). Sedangkan untuk pola pengaliran yang berkembang di daerah penelitian yaitu pola aliran subdendritik dan subpararel. Daerah penelitian dipengaruhi peristiwa tektonik, yang ditandai dengan peristiwa pengkekaran dan penyesaran. Daerah penelitian tersusun atas beberapa satuan batuan, diantaranya dari tua ke muda: Satuan breksi kaligesing, satuan lava andesit kaligesing dan intrusi andesit kaligesing yang merupakan produk dari kegiatan vulkanisme gunung api tersier yang diendapkan pada lingkungan darat. Satuan batugamping jonggrangan, dan batupasir karbonatan Jonggrangan berumur Miosen Tengah (N12-N13). Berdasarkan pengamatan petrografis, diketahui bahwa batuan gunung api daerah penelitian menunjukkan tekstur politasitik yang menunjukan suatu aliran lava pada saat pembentukan batuan. Selain itu, ditemukan tekstur porfiritik kuat yang merupakan karakteristik batuan gunung api kalk-alkali busur kepulauan(Ewart,1982).Kata Kunci : Geologi, Gunung Api, Petrologi
GEOLOGI DAN PENENTUAN KUNCI FOTO GEOLOGI, IDENTIFIKASI DATARAN BEKAS RAWA DAN GUNUNG API PURBA DI DESA SELOHARJO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KRETEK, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Flandy D. Turangan; Bambang Kuncoro; Agus Harjanto
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v5i2.9667

Abstract

Dalam penelitian diperlukan metode, persiapan dan perencanaan yang tepat agar penelitian dapat berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran, terlebih penelitian dengan basik pemetaan geologi. Hasil yang diharapkan bahwa yang akan dipetakan nantinya sesuai dengan rencana dan mengurangi timbulnya kesalahan-kesalahan dalam pemetaan. Tahap interpretasi awal atau kerja studio sangat dibutuhkan guna mengetahui kondisi geologi dan menyusun rencana lintasan. Dalam interpretasi menggunakan foto udara. Kajian interpretasi mencangkupinterpretasi pola pengaliran, geomorfologi, stratigrafi dan struktur geologi. Penelitian ini dilakukan di daerah Seloharjo dan Sekitarnya, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dibagi atas tiga tahap, yaitu tahap akusisi merupakan perolehan data awal yang dipakai sebagai dukungan penelitian ini yaitu kajian pustaka, pemetaan geologi, permecontohan dan kunci foto geologi, tahap analisis merupakan penelaahan dan penguraian atas data hingga menghasilkan simpulan akhir dan tahap sintesa merupakan hasil dari analisis sehingga menjadi kesatuan yangselaras dalam membangun model yang didapatkan. Berdasarkan hasil interpretasi dan pengamatan di lapangan, maka dapat diketahui geologi daerah penelitian. Dalam interpretasi pola pengaliran menghasilkan geomorfologi, stratigrafi dan struktur geologi. Akhirnya hasil interpretasi pola pengaliran dan geomorfologi dikaitkan, sehingga menghasilkan stratigrafi dan struktur geologi di daerah penelitian.Kata-kata Kunci : Geologi, kunci foto, rawa purba, gunung api purba.
ANALYSIS OF ENERGY INTENSITY AS A MEANS OF IMPLEMENTING OPERATIONAL AND COST EFFICIENCY TO IMPROVE THE OPERATIONAL AND FINANCIAL PERFORMANCE OF PT TIMAH TBK Sri Suryaningsum; Septi Anggraini Putri; Bambang Mahendra Andhika; Agus Harjanto; Dwiyanjana Santyo Nugroho
Count : Journal of Accounting, Business and Management Vol. 3 No. 3 (2026): January: COUNT: Journal of Accounting, Business and Management
Publisher : CV. Fahr Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61677/count.v3i3.658

Abstract

This study analyzes the implementation of energy intensity as a measure of operational and cost efficiency at PT Timah Tbk during the 2020–2024 period. Using a quantitative descriptive approach with secondary data from the company’s annual and sustainability reports, this study calculates energy intensity trends and analyzes their relationship with operational cost efficiency and financial performance, proxied by Return on Assets (ROA) and Gross Profit Margin. The results reveal extreme fluctuations in the company’s energy intensity, peaking at 120.27 GJ/ton in 2023—the highest level during the observation period—followed by a significant improvement to 75.40 GJ/ton in 2024. The 134.89% increase in energy intensity in 2021 and the 32.48% increase in 2023 were driven by a decline in production that was not accompanied by a proportional decrease in energy consumption, indicating structural inefficiencies in energy management. Conversely, the 37.32% improvement in energy intensity in 2024 demonstrates the successful implementation of efficiency measures that contributed to the achievement of a profit of Rp 1.19 trillion. These findings highlight the critical relationship between energy intensity management and corporate financial performance, with managerial implications emphasizing the need for sustained investment in energy-saving technologies and the integration of ESG principles into corporate strategy to achieve sustainable competitive advantage.