Maya Damayanti
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PARIWISATA KREATIF BERBASIS INDUSTRI BATIK SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL KOTA PEKALONGAN L Latifah; Maya Damayanti
TATALOKA Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 Number 1, February 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.18.1.11-26

Abstract

Currently, Pekalongan City is known as the city of batik. The recognition is both at national and international levels whereas Pekalongan has been acknowledged as a world creative city based on the art and culture of batik. Batik is an essential commodity in Indonesian creative industries and has been the major commodity of Pekalongan. Batik industry is also capable of creating an inter-business association like the canting making business and fabric dyes business. As a city of batik, Pekalongan is prepared as a tourist destination through the availability of Batik Museum and two centers of batik craftsmen. The attraction has been increasing because tourists do not only see the process but can practice on how to make batik along with the batik craftsmen and interact with the related tools and materials, and this is known as creative tourism. The impact of the creative tourism can become one of the efforts to the local economic development of Pekalongan because it has been able to make linkages between sectors in tourism and batik industry.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA TAMAN SATWA TARU JURUG KOTA SURAKARTA Pulung Priyo Utomo; Maya Damayanti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.944 KB)

Abstract

Kota Surakarta memiliki beragam daya tarik pariwisata, salah satunya Kebun Binatang Taman Satwa Taru Jurug. Obyek wisata ini merupakan salah satu ikon wisata di kota Surakarta yang sarat akan sejarah. Taman Satwa Taru Jurug yang terletak di Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, menjadi salah satu tujuan wisata yang memerlukan adanya penelitian mengenai penawaran dan permintaan wisata berdasarkan elemen pariwisata.Penelitian menghasilkan strategi pengembangan kawasan berdasar penawaran dan permintaan wisata Taman Satwa Taru Jurug yang dilihat berdasarkan elemen elemen pariwisata.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif atau campuran.Untuk teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, observasi, wawancara dan telaah dokumen yang kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis BCG.Hasil dari penelitian ini TSTJ terdapat pada Kuadran III yaitu Problem Children.Pada Kuadran mengartikan bahwa penawaran yang ada tinggi, namun permintaan wisata yang ada rendah. Dalam upaya pengembangan mencapai ke posisi stars terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian. Pertama adalah peningkatan frekeuensi promosi dan informasi kegiatan yang ada di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).Kedua perlu adanya penambahan atraksi wisata baik secara bulanan, maupun mingguan.Yang ketiga adalah pemenuhan serta perbaikan sarana wisata yang ada di TSTJ.Hal tersebut bertujuan untuk mendukung kenyamanan wisatawan ketika berada di obyek wisata.