This Author published in this journals
All Journal Farabi
Taufik Ajuba
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Relevansi Anarki Epistemologis Paul Fayerabend Bagi Studi Agama Taufik Ajuba
Farabi Vol 13 No 2 (2016): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of science is a complex process of individual creativity. Because of that science should not be described or regulated by any form of regulation or legal system. To resist attempts to curb the science in formal and rigid forms, Paul Feyerabend offers two things, namely that replicates the principles and the principle of anything goes. The principle of the development means, we do not work in a system of thought life forms and the single institutional framework. Instead, we should put pluralism as a theory and methodology, systems of thought and forms of life within the institutional framework. And the principle of freedom anything goes (anything goes), means freeing all forms of a trip is, without much bound by a system. Feyerabend thought it quite well practiced in religious studies because they could create an understanding that is not stuck to the approach dogmatic and ideological. The plurality of approaches when assessing religions is richness to create a wide variety of religious studies approaches.
PARADIGMA RESOLUSI KONFLIK DAN STUDI AGAMA DALAM PEMIKIRAN AMIN ABDULLAH Taufik Ajuba
Farabi Vol 14 No 2 (2017): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini hendak menjelaskan melihat bagaimana paradigma resolusi konflik dan studi agama dalam perspektif Amin Abdullah. Pada pembahasan pertama, penulis menjelaskan pengertian resolusi konflik dan perkembangan studi agama-agama. Pada pembahasan kedua, penulis menjelaskan paradigma resolusi konflik dalam perspektif Amin Abdullah. Pada pembahasan ketiga, penulis akan mengkaji paradigma studi agama dalam perspektif. Amin Abdullah. Kesimpulan dalam tulisan ini bahwa paradigma resolusi konflik dan studi agama yang ditawarkan oleh Amin Abdullah, berawal dari kegelisahan akademik beliau ketika melihat pemahaman keagamaan yang terlalu kaku dan cendrung terjebak pada intepretasi skriptual-tekstual. Menurut pendapat penulis, yang diinginkan oleh. Amin Abdullah berkaitan dengan wacana multikultur, dan pluralisme, harus menjadi pandangan dunia bagi para pemimpin agama ketika menjadi pelayan umat di ranah publik.
Politik Keagamaan Kolonial: Diskontinuitas dan Kontinuitas di Indonesia Taufik Ajuba
Farabi Vol 15 No 2 (2018): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v15i2.1017

Abstract

Tujuan dari penjajahan Belanda ke Indonesia pertama kalinya adalah menguasai perdagangan rempah-rempah di dunia. Hal seperti ini bisa dilihat dari pembentukan VOC untuk mengorganisir perdangangan rempah-rempah di Indonesia. Keterkaitan dengan gerakan keagamaan di Indonesia, bisa dilihat dari awal kedatangan C. Snouck Hurgroje di Indonesia. Menurut pengamatan C. Snouck Hurgroje, Indonesia menghasilkan beberapa pengumpulan data mengenai pranata-pranata Muhammadan di Hindia Timur yang akan diusahaknya akan bermanfaat bagi Pemerintah Pusat. Dengan semakin lama Belanda menjajah Indonesia, pemerintah Hindia Belanda menghasilkan kebijakan politik etis yang tujuanya adalah untuk menghasilkan pegawai yang bisa mengabdi kepada Hindia Belanda. Kolonialisme yang di gagas oleh pemerintah Jepang justru memberikan perhatian yang lebih terhadap perkembangan Islam di Indonesia, dengan memberikan peranan sosial dan politik yang penting kepada para pemimpin Islam melalui lembaga yang disebutnya Shummukd (Seksi Urusan Keagamaan) yang didirikan di setiap karisidenan