This Author published in this journals
All Journal Sosio Konsepsia
togiaratua nainggolan
Puslitbangkesos Kemensos RI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Melalui KUBE PKH :Studi Kasus di Nagari Linggo sari Baganti Air Haji Kabupaten Pesisir Provinsi Sumatera Barat togiaratua nainggolan
Sosio Konsepsia Vol 5 No 3 (2016): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v5i3.211

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan pemberdayaan sosial melalui KUBE PKH di Nagari Muaro Gadang Air Haji-Kecamatan Linggo Sari Baganti-Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sejalan dengan hal ini, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan focus group discussion (FGD). Informan dipilih secara purposif sesuai tujuan penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menjawab permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pemberdayaan melalui KUBE PKH di Nagari Muaro Gadang Air Haji-Kecamatan Linggo Sari Baganti-Kabupaten Pesisir Selatan berjalan dengan memadukan pendekatan top down dan bottom up yang secara operasional mempunyai kecenderungan sekunder.  Dari 5 KUBE PKH, 4 diantaranya berkembang dengan baik, dan 1 KUBE PKH gagal. Bagi KUBE PKH yang berkembang, dari 4 tahapan, proses pemberdayaan baru berjalan 3 tahapan, yaitu tahap inisiatif, pembentukan kelompok dan aksi kelompok. Sementara tahapan pengembangan belum berjalan. Namun proses pemberdayaan sudah berjalan pada arah pembangunan kelompok KUBE PKH sebagai media bantu diri (selp help group) bagi anggotanya. Sejalan dengan hal ini dibutuhkan proses pendampingan dalam rangka pengembangan KUBE PKH. Untuk itu kepada pihak penyelenggrara program, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Dinas Sosial dan Nakertrans Kabupaten Pesisir Selatan, dan tenaga pendamping PKH agar lebih mengarahkan pengembangan 4 KUBE PKH yang dinilai berhasil dengan cara  menjajagi kemungkinan koperasi simpan pinjam KUBE PKH menjadi lembaga yang berbadan hukum. Mengingat saat ini regulasi semua KUBE PKH di lokasi penelitian masih bersifat lisan perlu dituangkan secara tertulis. Pengembangan juga perlu mempertimbangkan perluasan anggota kelompok KUBE PKH, baik dengan menambah  anggota dari nagari yang sama, maupun dari luar nagari dengan terlebih dahulu mengkaji kesiapan internal KUBE PKH yang bersangkutan. Dengan demikian, masyarakat sekitar ikut serta menjalani proses pemberdayaan. Kata Kunci  : Pemberdayaan, Kelompok, Kelompok Usaha Bersama. 
DINAMIKA PSIKOLOGIS PEMENUHAN KEBUTUHAN PENYANDANG DISABILITAS AKIBAT KUSTA DAN IMPLIKASI KESEJAHTERAAN SOSIALNYA. STUDI KASUS DI KOMPLEKS RUMAH SAKIT SITANALA TANGERANG Togiaratua Nainggolan
Sosio Konsepsia Vol 6 No 3 (2017): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v6i3.387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika psikologis pemenuhan kebutuhan bagi penyandang disabilitas akibat kusta dan implikasi kesejehteraan sosialnya. Sejalan dengan hal ini masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran dinamika psikologis pemenuhan kebutuhan bekas penyandang disabilitas akibat kusta dan implikasi kesejehteraan sosialnya?. Penelitian dikembangkan dengan pendekatan kualitatif berupa studi kasus di komplek Rumah Sakit Sitanala Tangerang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi untuk selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitstif. Hasil penelitian menjukkan Dinamika psikologis pemenuhan kebutuhan bagi penyandang disabilitas akibat kusta di komplek Rumah Sakit Sitanala Tangerang bergerak antara tiga unsur dalam struktur kepribadian, yaitu id, ego, dan super ego. Dorongan pemenuhan berupa impuls id yang senantiasa muncul, direspon oleh ego berdasarkan realitas yang dihadapi dengan mempertimbangkan super ego. Untuk mengatasi dorongan id, ego mengurangi tekanan dengan mekanisme pertahanan diri (defence mechanism) seperti denial (penyangkalan diri), represi, sublimasi, rasionalisasi dan displacement. Pada saat yang bersamaan tingkat kesejahteraan sosialnya rendah terkait dengan rehabilitasi sosial yang tidak optimal di rumah sakit, dan kurangnya dukungan sosial dari berbagai pihak terkait.  Sejalan dengan hal ini untuk lebih menjamin tingkat kesejahteraan sosial penyandang disabilitas akibat kusta di komplek Rumah Sakit Sitanala Tangerang perlu dioptimalkan keberfungsian Unit Rehabilitasi Sosial dengan merekrut personal yang memenuhi syarat keilmuan untuk tugas tersebut. Pada saat yang sama Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial perlu lebih proaktif melakukan kerjasama rehabilitasi dan pemberdayaan sosial sehubungan dengan paradigma yang dibangun dalam  UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabiliatas yaitu right based. Berdasarkan intervensi sosial ini diharapkan dinamika psikologis pemenuhan kebutuhan mereka akan lebih produktif.Kata Kunci : Dinamika Psikologis, Pemenuhan Kebutuhan, Penyandang Disabilitas Akibat Kusta, Kesejahteraan Sosial