This Author published in this journals
All Journal Sosio Konsepsia
Sugiyanto Sugiyanto
Sugiyonto, S.Pd.,M.Si., lahir di Tawangharjo 8 Januari 1961. Magister Sains Program Studi Ilmu Administrasi Konsentrasi Administrasi dan Kebijakan Publik, Kekhususan Pengembangan Masyarakat (S2), diperoleh dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (2005)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA KOMUNITAS WONG SIKEP DI PATI Sugiyanto Sugiyanto
Sosio Konsepsia Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i2.694

Abstract

Peneliiian Kehidupan Sosial Budaya Komunitas Wong Sikep di Pati, merupakan penelitian kasus, dengan tujuan : teridentifikasinya unsur-unsur kebudayaan KAT, dan diperolehnya implikasi unsur-unsur perubahan terhadap keberfungsian sosial KAT. Untuk itu penelitian ini, bersifat dekriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa secara kultural, komuniias yang meyebut dirinya sebagai komunitas "Wong Sikep" ini masih mempertahankan dan memegang teguh ajaran Saminisme yang dipelopori oleh seorang tokoh bernama Samin Surontiko; Interaksi dengan luar komunitas serta perubahan sosialnya tidak ada masalah: Namun, tidak dibarengi dengan perubahan nilai maupun norma yang ada dalam masyarakat, terutama yang berkaitan dengan ajaran Saminisme, sehingga terlihat kekeh (terkesan tidak mau ada perubahan); Dilihat secara geografis mereka tidak terisolir, bahkan lingkungan dikelilingi oleh komunitas lain, karena komunitas Wong Sikep relatif kecil dan homogen; Namun demikian apabila dilukukan pemberdayaan mereka tidak menutup diri, pada prinsipnya mereka pantang uniuk minta-minta.Untuk mengubah persepsi terhadap petuberdayaan KAT perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa kesiapan masyarakat (Pra Conditioning) menerima dan melaksanakan pemberdayaan dimaksud benar­benar positif, sebagai gabungan pendekatan bottom-up dan pendekatan top-down sehingga dalam pelaksanaanya tidak muncul masalah baru di luar dugaan. Selain itu juga perlu memanfatkan berbagai faktor pendukung yang dapat memperlancar proses pemberdayaan serta mengurangi faktor penghambat yang menghalangi pelaksanaan pemberdayaan KAT.Â