This Author published in this journals
All Journal Sosio Konsepsia
Togiaratua Nainggolan
Togiaratua adalah peneliti muda pada Puslitbang Kessos, Badiklit Kessos, Departemen Sosial R. I.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEKERASAN TERHADAP ISTRI DALAM PERSPEKTIF GENDER Togiaratua Nainggolan
Sosio Konsepsia Vol 14 No 3 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i3.709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran dan dinamika kekerasan terhadap perempuan dan keterkaitannya dengan konsepsi gender yang dimiliki oleh korban dan pelaku. Untuk memahami hal itu, penelitian dilakukan dengan studi kasus. Lokasi penelitian adalah Desa Cileungsi Kidul-Kabupaten Bogor.Informan penelitian adalah istri sebagai korban kekerasan dan suami sebagai pelaku. Untuk menjamin kredibilitas penelitian, peneliti melakukan triangulasi sumber dan metode dalam teknik pengumpulan data, untuk selanjutnya dilakukan analisis data secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan kekerasan terhadap istri muncul sebagai salah satu manifestasi bentuk ketidakadilan gender. Kategori gender tradisional (feminine dan maskulin) muncul sebagai akibat dari sistem dan struktur sosial yang diskriminatif Suami merasa kekerasan yang dilakukan adalah hal yang pantas dan wajar, dan menganggap hal iht sebagai bagian dari perilaku mengontrol istri, terutama ketika istri dianggap mencampuri urusan pribadi suami dan tidak melaksanakan kewajibannya sebagai istri dalam melayani suami. Demi bertahannya kekuasaan itu, pengendalian akan diikuti dengan usaha pelestarian kekuasaan itu, walaupun dengan cara kekerasan.Sehubungan dengan hal tersebut pencegahan perilaku kekerasan terhadap istri dapat dilakukan dengan membangun gerakan pengarusutamaan gender yang membawa perubahan tipologi (kategori) gender seseorang dari yang tradisonal (feminin dan maskulin murni) menjadi kategori modern, yaitu androgini. Demi terwujudnya visi dan misi pengarusutamaan gender menuju keadilan gender, program pengantsutamaan gender di Departemen Sosial yang dilakttkan nzelalui Pokja Pengarusutamaan Gender di Bidang Kesejahteraan Sosial, diharapkan memprioritaskan peningkatan ketrampilan berwawasan gender bagi warga binaan sosial.