Lahan di antara tanaman karet belum menghasilkan (TBM) memiliki potensi untuk peningkatan produksi kedelai. Namun, jenis tanah ini memiliki keracunan aluminium (Al) dan kemasaman tanah yang tinggi. Perbaikan kualitas lahan melalui penggunaan kapur dan penanaman varietas adaptif merupakan upaya untuk meningkatkan hasil kedelai sebagai tanaman sela karet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tumpang sari karet+kedelai terhadap pertumbuhan lilit batang karet dan mengetahui pengaruh pengapuran dan varietas kedelai terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai sebagai tanaman sela karet. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Sembawa dari bulan Januari sampai Maret 2016. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan tiga ulangan. Petak utama adalah pengapuran, yaitu 0 ton/ha dan 2 ton/ha, sedangkan anak petak adalah varietas kedelai yaitu Tanggamus dan Wilis. Pengamatan terhadap tanaman karet menggunakan metode Simple Random Sampling yaitu membandingkan antara tanaman karet pola tumpang sari kedelai dengan tanaman karet pola monokultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya tanaman sela kedelai dan pemberian kapur memperbaiki kualitas tanah di antara tanaman karet klon IRR 118. Lilit batang karet pola tumpangsari kedelai nyata lebih baik dibandingkan dengan lilit batang karet pola monokultur. Pengapuran nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai kedua varietas yang diuji serta nyata meningkatkan pH tanah dan menurunkan kejenuhan Al. Varietas kedelai Tanggamus lebih adaptif dibandingkan dengan varietas Wilis pada tanah masam.