Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TANGGAPAN AGRONOMIS TEMBAKAU TEMANGGUNG TERHADAP DOSIS PUPUK NITROGEN SERTA KAITANNYA DENGAN HASIL DAN KADAR NIKOTIN RAJANGAN KERING Lestari -; Djumali -
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.854 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1427

Abstract

Tembakau Temanggung berperan sebagai pemberi rasa (lauk) pada rokok kretek dengan karakter mutu yang menonjol yaitu kadar nikotin yang tinggi berkisar antara 3-8%. Tanaman tembakau sangat membutuhkan unsur nitrogen di dalapertumbuhannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tanggapan agronomi tembakau temanggung terhadap dosis pupuk N dan karakter agronomi yang mempengaruhi hasil dan kadar nikotin rajangan kering akibat penggunaan dosis pupuk N yang berbeda-beda. Penelitian  dilakukan di rumah kaca Balittas Malang pada bulan Maret – Agustus 2009 dengan  Rancangan Acak Kelompok dan diulang 3 kali. Perlakuan yang dicoba sebanyak 6 dosis pupuk N, yaitu 0, 30, 60, 90, 120, 150 kg N/ha atau setara dengan 0; 1,62; 3,24; 4,86; 6,48 dan 8,10 g N/tanaman. Hasil penelitian karakter agronomi yang mencakup bobot kering tanaman, tajuk tanaman, batang, daun, bunga, tunas samping, luas daun, hasil rajangan kering dan kadar nikotin tembakau temanggung menanggapi dosis pupuk N dengan membentuk kurva kuadratik tertutup.  Dosis pupuk N mempengaruhi hasil rajangan kering melalui pengaruhnya terhadap bobot kering daun, bobot kering tunas samping, bobot kering bunga, dan jumlah daun per tanaman. Adapun dosis pupuk N mempengaruhi kadar nikotin melalui pengaruhnya terhadap bobot kering akar, jumlah daun, dan rasio tajuk/akar.Kata kunci: tembakau temanggung, nitrogen, kadar nikotin.
PENGARUH PANJANG ENTRES TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BUAH JARAK PAGAR HASIL PENYAMBUNGAN Lestari -
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.659 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1482

Abstract

Penelitian dilakukan di KP. Muktiharjo, Pati mulai bulan Januari 2010 hingga Desember 2010. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok  dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan.  Masing-masing  perlakuan terdiri dari 10 tanaman. Parameter pengamatan meliputi persentase jadi,  tinggi tanaman, lebar kanopi,  jumlah cabang, jumlah daun, jumlah tros, jumlah buah dan berat 100 biji. Hasil penelitian yang didapatkan  adalah persentase hidup,  jumlah cabang terbanyak dan berat 100 biji yang terbaik ada pada perlakuan kontrol/tanaman baru dengan biji yaitu IP3M dan sebaliknya yang terjelek adalah panjang entres IP3A dengan panjang entres 5 cm masing-masing 100%, 14.33 ,69.67 dan  78.67, 11.33, 69.00 Produksi buah dan berat biji per pohon terbanyak ada pada perlakuan  entres IP3M dengan panjang entres 15 cm  dan sebaliknya ada pada tanaman baru dari biji yaitu IP3M masing-masing 91,10 buah/pohon, 163,56 gram dan 20,70 buah/pohon, 42,20 gram.Kata kunci: panjang entres, jarak pagar, teknik penyambungan
The Assessment Of Sediment Contamination Level In The Lampung Bay, Indonesia: Heavy Metal Perspective Fitri Budiyanto; Lestari -
Jurnal Segara Vol 11, No 1 (2015): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.431 KB) | DOI: 10.15578/segara.v11i1.9085

Abstract

The potency and utilization of Lampung Bay has been recognized for their socio-economical and ecological values. However, heavy use of this Bay may alter the abundance of hazardous chemical like heavy metals. The aims of this study were to determine the concentration of Cd, Cu, Pb and Zn in the sediment and to assess Lampung Bay water condition. The observation of heavy metal content in sediment of Lampung Bay was conducted at 13 stations in March 2008. Analysis of heavy metals in sediment was conducted using three kinds of acid: HNO3, HCl and H2O2 while measurement was carried out by Atomic Absorption Spectrophotometer. The result indicated a variation of heavy metal concentration in sediment and that concentrations of Cd, Cu, Pb and Zn in sediment were 0.08 mg/kg dry weight, 22.99 mg/kg dry weight, 24.75 mg/kg dry weight and 118.48 mg/kg dry weight, respectively. Factors influenced heavy metal concentration in sediment in this study including the distance between sampling location and anthropogenic activities and the sediment fraction  SQG-Q index indicated that 7 stations have SQG-Q ≤ 0.1 whereas other 6 stations have 0.1≤ SQG-Q <1, meaning that more than half sampling stations are in uncontaminated state.