Resmayeti Purba
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banten

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai terhadap Pupuk Hayati di Lahan Sawah Di Kabupaten Pandeglang, Banten Yati Astuti; Resmayeti Purba
Agrovigor Vol 10, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i1.2759

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah desa Mekarsari Kec. Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten dari bulan Agutus 2016 hinggaOktober 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah acak kelompok factor tunggaldengan lima perlakuan dan enam ulangan. Perlakuannya adalah  (A). Tanpa pemupukan (kontrol); (B). Pupuk rekomendasi: 25 kgha-1Urea+ 100 kgha-1 SP-36 + 100 kgha-1NPK Phonska, (C) pupuk hayati Agrimeth 200 gramha-1 + pupuk rekomendasi (D). pupuk hayati Agrimeth 200 gramha-1 + Gliocompost 20 kgha-1 + pupuk rekomendasi (E) pupuk hayati Gliocompost 20 kgha-1 + pupuk rekomendasi. Parameter yang diamatia dalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, jumlah bintil akar, jumlahbunga, jumlah polong isi, hasil biji kedelai.Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan Analysis of  Varians (ANOVA). Data yang berbeda nyata diuji lanjut menggunakan  uji Duncan Multiple Range Test  (DMRT) pada taraf nyata (α) 0.5%. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  pupuk hayati Agrimeth 200 gha-1 + pupuk hayati Gliocompost 20 kgha-1 + pupuk rekomendasi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu tinggi tanaman,jumlah daun, jumlah bintil akar, jumlah bunga, jumlah polong isi dan hasil kedelai. Pupuk hayati Agrimeth 200 gha-1 + pupuk Gliocompost 20 kg ha-1 + pupuk rekomendasi meningkatkan hasil kedelai dari  0,89 tha-1 menjadi 2,01 tha-1. Kata Kunci:  Agrimeth, Gliocompost, kedelai.
Pertumbuhan dan Hasil Kedelai, Respon terhadap Pupuk Hayati di Lahan Sawah Kabupaten Pandeglang, Banten Yati Astuti; Resmayeti Purba
Agrovigor Vol 10, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i2.3054

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari efektifitas pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah desa Mekarsari Kec. Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten dari bulan Agutus hingga Oktober 2016.  Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan lima perlakuan dan enam ulangan.  Perlakuan adalah  (A). Tanpa pemupukan (kontrol); (B). Pupuk rekomendasi: 25 kg ha-1 Urea + 100 kg ha-1 SP-36 + 100 kg ha-1 NPK Phonska, (C) pupuk hayati Agrimeth 200 gram ha-1 + pupuk rekomendasi (D). pupuk hayati Agrimeth 200 gram ha-1 + Gliocompost 20 kg ha-1 + pupuk rekomendasi (E) pupuk hayati Gliocompost 20 kg ha-1 + pupuk rekomendasi. Parameter pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, jumlah bintil akar, jumlah bunga, jumlah polong isi, dan hasil biji kedelai. Data pengamatan dianalisis menggunakan Analysis of Varians (ANOVA) 0,05.  Uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) 0,05 jika antar perlakuan berbeda nyata.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati Agrimeth 200 g ha-1 + pupuk hayati Gliocompost 20 kg ha-1 + pupuk rekomendasi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bintil akar, jumlah bunga, jumlah polong isi, dan hasil kedelai.  Pupuk tersebut sebagai rekomendasi karena meningkatkan hasil kedelai dari  0,89 t ha-1 (kontrol) menjadi 2,01 t ha-1.Kata Kunci:  Agrimeth, Gliocompost, kedelai, lahan sawah, pupuk hayati
PENGKAJIAN PEMUPUKAN PADA USAHATANI JAGUNG DI LAHAN KERING DAN LAHAN SAWAH DI KAB. PANDEGLANG, BANTEN Resmayeti Purba
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 1 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i1.15047

Abstract

ABSTRAKHasil jagung di lahan sawah dan di lahan kering dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk yangtepat, baik dosis maupun jenisnya. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukanterhadap hasil jagung hibrida di lahan sawah dan lahan kering di Kabupaten Pandeglang, Banten.Pengkajian dilakukan pada lahan sawah dan lahan kering milik petani di Kec. Mandalawangi padabulan Mei-Agustus 2016. Percobaan menggunakan Rancangan Acak kelompok, 3 perlakuan dan 8ulangan. Perlakuan terdiri atas tiga pemupukan yaitu : P1 (pemupukan rekomendasi KATAM :Urea 325 kg/ha + 75 kg/ha SP-36 + 80 kg/ha KCl + pupuk kandang 2 ton/ha); P2 (pemupukanrekomendasi Balitsereal jagung hibrida : Urea 250 kg/ha + 300 kg NPK Phonska + pupuk kandang 2ton/ha) dan P3 (pemupukan cara petani : Urea 100 kg/ha + NPK Phonska 200 kg/ha). Hasil kajianmenunjukkan bahwa hasil biji jagung tertinggi di lahan sawah sebesar 6,25 t/ha dan lahan keringsebesar 5,78 t/ha ditemukan pada pemupukan P1 (rekomendasi Balitsereal, yaitu : Urea 250 kg/ha+ 300 kg/ha NPK Phonska. Jagung hibrida varietas Bima dapat dikembangkan di lahan kering dandi lahan sawah dengan pemberian pupuk Urea 250 kg/ha + 300 kg/ha NPK Phonska + pupukorganik 2 ton/ha.Kata kunci : pemupukan, jagung, hasilABSTRACTThe yield of maize in paddy fields and on dry land can be increased by appropriate fertilizer, bothdosage and type. This study aims to determine the effect of fertilization on the yield of hybrid corn inpaddy field and dry land in Pandeglang, Banten. The assessment was conducted on farmers' fieldsand dry land in Kec. Mandalawangi in May-August 2016. Experiments using Randomized BlockDesign, 3 treatments and 8 replications. The treatment consisted of three fertilizers: P1 (KATAMUrea 325 kg / ha + 75 kg/ha SP-36 + KCl 80 kg/ha + 2 tons / ha manure); P2 (fertilizerrecommendation of Balitsereal hybrid corn: Urea 250 kg / ha +300 kg NPK Phonska + manure 2ton / ha) and P3 (fertilizer farming method (Urea 100 kg / ha + NPK Phonska 200 kg / ha). Theresults showed that the highest yield of maize seeds in paddy fields was 6.25 t/ ha and dry land of5.78 t / ha was found in fertilization based on Balitsereal recommendation: Urea 250 kg / ha + 300kg/ha NPK Phonska. Hybrid maize varieties of Bima can be developed in dry land and in paddyfields with Urea fertilizer 250 kg / ha + 300 kg / ha NPK Phonska+ organic fertilizer 2 ton / ha.Keywords : fertilization, corn, yield