ABSTRACT Pora-pora Fish is one type of fish found in the waters of Toba Lake and sold by traders in traditional markets around Toba Lake. Research was conducted at the Laboratory Animal Sciences Study Program, Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara, starting in September to November 2014. This study used 100 heads day old Porsea ducks and design used was a completely randomized design (CRD) consisted of 5 treatments 4 replications and each replication consisted of 5 heads day old Porsea ducks. Level substitution of commercial fishmeal by pora-pora fishmeal with ration P0 (0:100); P1 (25:75); P2 (50:50); P3 (75:25) and P4 (100:0). The results showed that the utilization of pora-pora fishmeal significantly different effect (P<0,05) on feed consumption (g/head/week): (510,35; 520,75; 521,43; 519,41 and 518,46, respectively), body weight gain (g/head/week): (131,34; 135,57; 136,79; 132,08 and 116,43, respectively) and not significantly different effect (P>0,05) on feed conversion ration (FCR). The conclusion of this research is utilization of pora-pora fishmeal can substitute 75% of commercial fishmeal. Keywords: Performance, Porsea duck, pora-pora fishmeal, commercial fishmeal ABSTRAK Ikan pora-pora adalah salah satu jenis ikan yang terdapat di perairan Danau Toba dan dijual oleh para pedagang di pasar tradisional khususnya di sekitar perairan Danau Toba. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara selama 3 bulan, dimulai bulan September - November 2014. Penelitian ini menggunakan 100 ekor day old duck (DOD) itik porsea dan rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan 4 ulangan dan setiap ulangan teridiri dari 5 ekor DOD. Level substitusi tepung ikan komersial oleh tepung ikan pora-pora dalam ransum adalah PO (0:100); P1 (25:75); P2 (50:50); P3 (75:25) dan P4 (100:0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tepung ikan pora-pora memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan (g/ekor/minggu) berturut-turut: (510,35; 520,75; 521,43; 519,41 dan 518,46), pertambahan bobot badan (g/ekor/minggu) berturut-turut: (131,34; 135,57; 136,79; 132,08 dan 116,43) dan tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konversi pakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemanfaatan tepung ikan pora-pora dapat menggantikan tepung ikan komersial sebesar 75%. Kata kunci: performans, itik porsea, tepung ikan pora-pora, tepung ikan komersial.