ABSTRACT Oil palm frond need treatments to increase nutritional. Value for diet this study aims to analyze the digestibility of crude fiber and crude protein diet containing oil palm frond treated by physical, chemical, biological and combination on sheep. This research was conducted at the Laboratory of Anymal Biology, Departement of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara, from june to august 2013. This research used a completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications, using 16 local sheep with an average initial body weight of 10 ± 1,16 kg. The treatments consist oil palm frond by physical (P0), biological (P1), chemical (P2) and combination (P3). Variables were measured consist of consumption crude fiber and crude protein, digestibility of crude fiber and crude protein. The results showed that the consumption of crude fiber (g/head/day) in physical and biological (78.94 and 79.98) was significantly higher than chemical and combination (66.93 and 59.92), while consumption of crude protein (g/head/ekor) in biological (59.45) was significantly higher than physical, chemical and combination (39.21, 39.86 and 45.13). Digestibility of crude fiber (%) in combination (68.97) was significantly higher than physical, biological and chemical (50.29, 64.38 and 59.93), while digestibility of crude protein (%) in biological, chemical and combination (79.97, 79.32 and 81.03) was significantly higher than physical (71.31). Conclusion of this research was the oil palm frond treated by combination of physical, biological and chemical increase digestibility of crude fiber and crude protein in sheep. Keywords: Oil Palm Frond; Physical; Chemical; Biological; Combination, Consumption and Digestibility. ABSTRAK Pelepah daun kelapa sawit diperlukan perlakuan untuk meningkatkan kandungan nutrisinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemanfaatan ransum yang mengandung pelepah daun kelapa sawit dengan perlakuan fisik, biologi, kimiawi dan kombinasinya terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar. Penelitan ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak, Departemen Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan yang dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan, menggunakan domba lokal jantan sebanyak 16 ekor dengan rataan bobot badan awal 10 ±1,16 kg. Perlakuan yang diuji terdiri atas pelepah daun kelapa sawit dengan perlakuan fisik (P0); biologi (P1); kimia (P2) dan kombinasi (P3). Parameter yang diamati adalah konsumsi serat kasar dan konsumsi protein kasar, kecernaan serat kasar dan kecernaan protein kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat kasar (g/ekor/hari) pada perlakuan fisik dan biologi (78.94 dan 79.98) nyata lebih tinggi dibanding perlakuan kimia dan kombinasi (66.93 dan 59.92), konsumsi protein kasar (g/ekor/hari) pada perlakuan biologi (59,45) nyata lebih tinggi disbanding perlakuan fisik, kimia dan kombinasi (39.21, 39.86 dan 45,13). Kecernaan serat kasar (%) pada perlakuan kombinasi (68.97) nyata lebih tinggi disbanding perlakuan fisik, biologi dan kimia (50.29, 64.38 dan 59.93), kecernaan protein kasar (%)pada perlakuan biologi, kimia dan kombinasi (79.97, 79.32 dan 81.03) nyata lebih tinggi dibanding perlakuan fisik (71.31). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pemberian ransum yang mengandung pelepah daun kelapa sawit dengan perlakuan kombinasi dari perlakuan fisik, biologi dan kimia meningkatkan kecernaan serat kasar dan kecernaan protein kasar pada domba. Kata kunci: Pelepah Daun Kelapa Sawit; Fisik; Biologis; Kimia; Kombinasinya, Konsumsi dan Kecernaan.