Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aneka Olahan Sukun, Salak dan Daun Mangga Khas Kabupaten Bangkalan Yudhi Rachman
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 6, No 1: April 2020
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v6i1.7482

Abstract

Tulisan ini mencoba menampilkan upaya pemberdayaan melalui kegiatan KKN Mahasiswa Tematik Mandiri  Tahun 2018/2019  Universitas Trunojoyo Madura  di 3 Desa Ujung Barat Kabupaten Bangkalan.  Belajar dan berbagi dengan masyarakat desa yang sebagian besar adalah petani tadah hujan dengan memanfaatkan potensi sumber daya baik tanaman dan alam yang tersedia, berbagai kegiatan baik penyuluhan dengan berbagai tema dan pelatihan keterampilan pemasaran  produk unggulan sukun di Desa Sembilangan, buah salak dan bambu di Desa Kramat serta pengenalan inovasi produk alternatif seperti teh dan sirup berbahan daun mangga yang berlimpah dan tidak termanfaatkan di Desa Ujung Piring. Kesemuanya itu diharapkan mampu meningkatkan akses, kekuatan dan kemampuan bagi masyarakat desa pengolah produk untuk menjadi Desa Sejahtera. 
Pilkada, Dinasti Politik Di Era Desentralisasi (Studi Tentang Habitus And Field, Aktor Politik Dalam Kontestasi Pilkada Kab. Bangkalan Yang Melahirkan Dinasti Politik) Yudhi Rachman
DIMENSI - Jurnal Sosiologi Vol 8, No 2 (2015): November
Publisher : DIMENSI - Journal of Sociology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article attempts to capture the power developed in an area aftermath of reformation era in 1998 marked by implementing autonomous region or decentralized. Power in The New Order Regime, that was The Centralistic changed with the emergence of the local political elite that affirming their power by various sources of capital. By having a more open space for local figures to snatch the seat of power at the local level in the county, political competition then became closer in social community base level. Those who have a culture of social capital, networks and other social networking might be easier to perform. No exception figure of “Kiai” head of Islamiccommunity originating from habitus religious activities and education in boarding school and other community social activities. In Bangkalan regency Habitus-based Political Elite Kiai boils down to descendants of the BaniKholildiasporic in various organizations either initiating Community-Social Organizations, political parties and legislative Institutions and Executive. The method used in this research is descriptive-qualitative structure of Agency Bourdieu's approach with data mining using in-depth interviews and technical documentation. The end result of this thesis was to see that the political and Dynastic Politics Breeds successfully built by RKH Fuad Amin during his leadership in two periods, ten years later continued by the winning of his son MakmunIbnuFuad with a majority of votes 93,47 percent. After his main rival who is also a descendant of BaniKholil, namely KH Imam BuchoriKholil failed to follow the contestation elections directly. In contestation elections in Bangkalan Regency, the ability of the group or Political Actor in using sources of capital and symbolic power in a society is still very effective in managing their Paternalistic room practices.In the analysis of Structure-Agency Bourdieu's perspective,social space and social groups who control it are the products of a historical struggle continuously updated for contested or won as well as establish dominance in power.
PEMBERDAYAAN POKDARWIS MELALUI PELATIHAN DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK DESTINASI WISATA KRAHIGA Rossa Rizkiana; Balqis Maulidiana putri; Habibatul Holisa; Yudhi Rachman; Setyaningsih
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jhmve306

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di destinasi wisata Krahiga melalui pelatihan pemasaran digital (digital marketing). Destinasi Krahiga memiliki potensi alam, budaya, dan sosial yang unik dan menarik, namun belum terkelola secara maksimal terutama dalam hal visibilitas dan daya tarik di mata calon wisatawan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh Pokdarwis Krahiga adalah keterbatasan dalam strategi promosi yang efektif. Promosi konvensional saat ini tidak lagi memadai untuk bersaing di era digital, sementara mayoritas wisatawan, khususnya generasi muda, mencari informasi dan membuat keputusan perjalanan melalui platform digital. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada anggota Pokdarwis dalam mengoptimalkan promosi mereka. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang meliputi pemaparan teori, lokakarya praktis mengenai pengelolaan media sosial, teknik pembuatan konten yang menarik, dan dasar-dasar desain visual. Pelatihan ini fokus pada aplikasi nyata, memastikan bahwa setiap anggota Pokdarwis dapat segera mengimplementasikan keterampilan yang dipelajari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penguasaan teknik digital dan kemampuan promosi digital oleh Pokdarwis. Peningkatan ini krusial untuk promosi yang lebih efektif, diharapkan dapat mendongkrak daya tarik dan visibilitas Krahiga, sehingga pada akhirnya dimungkinkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang signifikan. Pemberdayaan ini memberikan dasar yang kuat bagi Pokdarwis untuk mengelola citra destinasi secara mandiri dan berkelanjutan di dunia maya. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur dampak jangka panjang terhadap jumlah kunjungan dan dampak ekonomi secara keseluruhan.