Rennanti Lunnadiyah Aprilia
Program studi agroteknologi universitas ma'arif nahdlatul ulama kebumen

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Serangan Virus Kuning Terong pada Induksi Ekstrak Daun Clerodendrum japonicum dan Mirabilis jalapa Fahri Ali; Rennanti Lunnadiyah Aprilia
Agrovigor Vol 11, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.59 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i2.5018

Abstract

Permasalahan utama budidaya terong saat ini adalah serangan patogen virus kuning. Akibat dari serangan tersebut produksi terong menurun secara drastis. Usaha pengendalian serangan virus kuning yang efetktif, murah dan mudah diterapkan oleh petani adalah penggunaan varietas tahan. Sampai saat ini diketahui belum ada varietas terong yang tahan terhadap virus kuning. Ketahanan tanaman terhadap patogen tidak selalu diperoleh melalui program pemuliaan tanaman. Ketahanan dapat diperoleh dengan menginduksi ketahanan dengan menggunakan suatu agens penginduksi. Tujuan penelitian ini yaitu : mengetahui pengaruh induksi ekstrak daun terhadap tingkat serangan gejala virus pada terong dan mengetahui pengaruh interaksi antara varietas terong dengan induksi ekstrak daun terhadap tingkat serangan gejala virus pada terong. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial 2 x 3 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Faktor yang dicoba yaitu varietas terong : terong hijau dan terong ungu dan induksi ekstrak daun : tanpa induksi, induksi ekstrak daun pagoda dan bunga pukul empat.  Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, jika nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh induksi ekstrak daun pagoda dan bunga pukul empat terhadap persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning serta hasil tergantung dari varietas yang dicoba. Pada terong hijau, induksi ekstrak daun tidak berpengaruh terhadap persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning, sedangkan pada terong ungu induksi ekstrak daun dapat mengurangi persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning. Hasil terong hijau tidak meningkat dengan induksi ekstrak daun, sedangkan hasil terong ungu meningkat dengan induksi ekstrak daun.