Farida Herry Susanty
Balai Besar Penelitian Dipterokarpa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRUKTUR DAN POTENSI DIPTEROCARPACEAE PADA VARIASI UMUR TEGAKAN HUTAN BEKAS TEBANGAN Farida Herry Susanty
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2008.2.1.59-72

Abstract

Dipterocarpaceae merupakan kelompok terpenting jenis pohon niagawi dari hutan hujan tropis, khususnya di Kalimantan.  Saat ini, sebagian besar hutan hujan telah menjadi hutan bekas tebangan.  Satu pertanyaan relevan adalah apakah hutan bekas tebangan berisi cukup dipterokarpa hingga rotasi tebang berikutnya.  Penelitian ini menjawab pertanyaan tersebut dengan menguji potensi Dipterokarpa pada hutan bekas tebangan dari berbagai umur pada 4 IUPHHK di Kalimantan Timur.  Penelitian ini dilaksanakan pada periode 2003 – 2006.  Data dikumpulkan dari plot temporer  berukuran 100m x 100m (satu hektar) pada setiap hutan bekas tebangan  dan seluruh pohon berdiameter >20cm diukur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum hutan bekas tebangan masih memiliki struktur yang bagus menyerupai struktur hutan alam.  Kerapatan pohon Dipterokarpa mencapai 40%, tetapi mencapai lebih dari 50% bila berdasarkan nilai luas bidang dasar.
KOMPOSISI FLORISTIK VEGETASI SETELAH TEBANGAN DI AREAL HUTAN PRODUKSI TERBATAS Farida Herry Susanty
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2008.2.1.11-24

Abstract

Hutan hujan tropis dicirikan dengan tingginya keragaman dalam komposisi spesies dan bervariasi berdasarkan demensi dan distribusi umur pohon.  Informasi karteristik ini perlu untuk pengembangan perencanaan pengelolaan hutan.  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mempelajari komposisi flora hutan bekas tebangan umur 2, 5 dan 8 tahun.  Komposisi flora termasuk kekayaan species, tingkat keragaman, tingkat dominasi dan kemerataan jenis.  Lebih lanjut, tingkat kesamaan vegetasi hutan bekas tebangan dan hutan primer juga diperbandingkan. Penelitian ini dilaksanakan di Long Bagun, Kalimantan Timur.  Hasil penelitian menunjukan bahwa kekayaan species meningkat sejalan dengan umur hutan bekas tebangan dan setiap umur memiliki tingkat keragaman yang berbeda.   Species utama dari seluruh umur adalah Dipterocarpaceae, Lauraceae, Gutiferae, Ebenaceae dan Euphorbiaceae.  Hutan bekas tebangan berkecenderungan memiliki derajat kemerataan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan hutan primer.  Derajat kesamaan yang paling tinggi adalah antara hutan tebangan berumur 2 tahun dan hutan primer, sedangkan yang paling rendah antara hutan bekas tebangan umur 5 dan 8 tahun.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keragaman  komposisi flora berkecenderungan lebih tinggi sejalan dengan bertambahnya umur hutan bekas tebangan
STRUKTUR DAN POTENSI DIPTEROCARPACEAE PADA VARIASI UMUR TEGAKAN HUTAN BEKAS TEBANGAN Farida Herry Susanty
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2008.2.1.59-72

Abstract

Dipterocarpaceae merupakan kelompok terpenting jenis pohon niagawi dari hutan hujan tropis, khususnya di Kalimantan.  Saat ini, sebagian besar hutan hujan telah menjadi hutan bekas tebangan.  Satu pertanyaan relevan adalah apakah hutan bekas tebangan berisi cukup dipterokarpa hingga rotasi tebang berikutnya.  Penelitian ini menjawab pertanyaan tersebut dengan menguji potensi Dipterokarpa pada hutan bekas tebangan dari berbagai umur pada 4 IUPHHK di Kalimantan Timur.  Penelitian ini dilaksanakan pada periode 2003 – 2006.  Data dikumpulkan dari plot temporer  berukuran 100m x 100m (satu hektar) pada setiap hutan bekas tebangan  dan seluruh pohon berdiameter >20cm diukur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum hutan bekas tebangan masih memiliki struktur yang bagus menyerupai struktur hutan alam.  Kerapatan pohon Dipterokarpa mencapai 40%, tetapi mencapai lebih dari 50% bila berdasarkan nilai luas bidang dasar.
KOMPOSISI FLORISTIK VEGETASI SETELAH TEBANGAN DI AREAL HUTAN PRODUKSI TERBATAS Farida Herry Susanty
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2008.2.1.11-24

Abstract

Hutan hujan tropis dicirikan dengan tingginya keragaman dalam komposisi spesies dan bervariasi berdasarkan demensi dan distribusi umur pohon.  Informasi karteristik ini perlu untuk pengembangan perencanaan pengelolaan hutan.  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mempelajari komposisi flora hutan bekas tebangan umur 2, 5 dan 8 tahun.  Komposisi flora termasuk kekayaan species, tingkat keragaman, tingkat dominasi dan kemerataan jenis.  Lebih lanjut, tingkat kesamaan vegetasi hutan bekas tebangan dan hutan primer juga diperbandingkan. Penelitian ini dilaksanakan di Long Bagun, Kalimantan Timur.  Hasil penelitian menunjukan bahwa kekayaan species meningkat sejalan dengan umur hutan bekas tebangan dan setiap umur memiliki tingkat keragaman yang berbeda.   Species utama dari seluruh umur adalah Dipterocarpaceae, Lauraceae, Gutiferae, Ebenaceae dan Euphorbiaceae.  Hutan bekas tebangan berkecenderungan memiliki derajat kemerataan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan hutan primer.  Derajat kesamaan yang paling tinggi adalah antara hutan tebangan berumur 2 tahun dan hutan primer, sedangkan yang paling rendah antara hutan bekas tebangan umur 5 dan 8 tahun.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keragaman  komposisi flora berkecenderungan lebih tinggi sejalan dengan bertambahnya umur hutan bekas tebangan