Ngatiman Ngatiman
Balai Besar Penelitian Dipterokarpa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identifikasi Gulma Pada Tegakan Shorea leprosula Miq di PT. Balikpapan Forest Industries, Sotek, Kalimantan Timur Ngatiman Ngatiman; Deddy Dwi Nur Cahyono
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2016.2.1.1-8

Abstract

Salah satu permasalahan di lapangan dalam pengembangan jenis Shorea leprosula adalah adanya serangan gulma. Oleh sebab itu, identifikasi jenis-jenis gulma perlu dilakukan untuk dapat menentukan metode pengendaliannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi jenis-jenis gulma pada tanaman S. leprosula. Metode yang dilakukan adalah melakukan identifikasi dan pengamatan jenis gulma yang dominan (SDR4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis gulma yang ditemukan pada tanaman S. leprosula yaitu Alocasia tagala, Ageratum conyzoides, Alpinia sp., Bauhinia lingua, Blechnum orientale, Bridelia tomentosa, Clidemia hirta, Calathea sp., Dendrocnide stimulans, Echinocloa colonum, Erechtites valerianifolia, Eupatorium odoratum, Ficus sagittata, Globba aurantiaca, Hedyatis prostata, Hyptis capitata, Imperata cylindrica, Leea indica, Lygodium circinatum, Mikania micrantha, Paspalum conjugatum, Vernonia cinerea dan beberapa jenis lainnya. Jenis gulma yang dominan adalah C. hirta, M. micrantha, E. colonum dan P. conjugatum dengan nilai SDR4 masing-masing 80,12%, 76,72%, 67,97% dan 63,82%.
EKPLORASI JENIS-JENIS DIPTEROKARPA DI KABUPATEN PASER, KALIMANTAN TIMUR Ngatiman Ngatiman; Amiril Saridan
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2012.6.1.1-10

Abstract

Kalimantan mempunyai hutan yang sangat luas, kaya akan jenis pohon, terutama dari jenis - jenis Dipterocarpaceae yang mempunyai nilai ekonomi dan ekologi yang tinggi dalam sektor pembangunan maupun konservasi hutan. Banyaknya jenis yang terdapat dalam suku Dipterocarpaceae dan kurangnya koleksi herbarium sangat menyulitkan dalam determinasi jenis sampai tingkat jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis Dipterocarpaceae yang terdapat di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dengan cara mengumpulkan selengkap-lengkapnya spesimen herbarium dari suku tersebut melalui kegiatan eksplorasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Hasil eksplorasi teridentifikasi sebanyak 38 jenis Dipterocarpaceae dari 152 spesimen herbarium dari Hutan Lindung Gunung Lumut dan Meratus (PT. Balikpapan Forest Industries), yang terdiri dari 6 marga yaitu Shorea, Dipterocarpus, Vatica, Hopea, Dryobalanops dan Anisoptera. Shorea memiliki jenis terbanyak yaitu 17 jenis, kemudian diikuti oleh Vatica (7 jenis), Dipterocarpus (6 jenis), Hopea (6 jenis), Dryobalanops (1 jenis) dan Anisoptera (1 jenis). Kegiatan eksplorasi dan identifikasi jenis ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang jenis dari suku Dipterocarpaceae yang terdapat di daerah ini, khususnya yang bernilai ekonomi tinggi dan dilindungi. 
Identifikasi Gulma Pada Tegakan Shorea leprosula Miq di PT. Balikpapan Forest Industries, Sotek, Kalimantan Timur Ngatiman Ngatiman; Deddy Dwi Nur Cahyono
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2016.2.1.1-8

Abstract

Salah satu permasalahan di lapangan dalam pengembangan jenis Shorea leprosula adalah adanya serangan gulma. Oleh sebab itu, identifikasi jenis-jenis gulma perlu dilakukan untuk dapat menentukan metode pengendaliannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi jenis-jenis gulma pada tanaman S. leprosula. Metode yang dilakukan adalah melakukan identifikasi dan pengamatan jenis gulma yang dominan (SDR4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis gulma yang ditemukan pada tanaman S. leprosula yaitu Alocasia tagala, Ageratum conyzoides, Alpinia sp., Bauhinia lingua, Blechnum orientale, Bridelia tomentosa, Clidemia hirta, Calathea sp., Dendrocnide stimulans, Echinocloa colonum, Erechtites valerianifolia, Eupatorium odoratum, Ficus sagittata, Globba aurantiaca, Hedyatis prostata, Hyptis capitata, Imperata cylindrica, Leea indica, Lygodium circinatum, Mikania micrantha, Paspalum conjugatum, Vernonia cinerea dan beberapa jenis lainnya. Jenis gulma yang dominan adalah C. hirta, M. micrantha, E. colonum dan P. conjugatum dengan nilai SDR4 masing-masing 80,12%, 76,72%, 67,97% dan 63,82%.
EKPLORASI JENIS-JENIS DIPTEROKARPA DI KABUPATEN PASER, KALIMANTAN TIMUR Ngatiman Ngatiman; Amiril Saridan
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2012.6.1.1-10

Abstract

Kalimantan mempunyai hutan yang sangat luas, kaya akan jenis pohon, terutama dari jenis - jenis Dipterocarpaceae yang mempunyai nilai ekonomi dan ekologi yang tinggi dalam sektor pembangunan maupun konservasi hutan. Banyaknya jenis yang terdapat dalam suku Dipterocarpaceae dan kurangnya koleksi herbarium sangat menyulitkan dalam determinasi jenis sampai tingkat jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis Dipterocarpaceae yang terdapat di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dengan cara mengumpulkan selengkap-lengkapnya spesimen herbarium dari suku tersebut melalui kegiatan eksplorasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Hasil eksplorasi teridentifikasi sebanyak 38 jenis Dipterocarpaceae dari 152 spesimen herbarium dari Hutan Lindung Gunung Lumut dan Meratus (PT. Balikpapan Forest Industries), yang terdiri dari 6 marga yaitu Shorea, Dipterocarpus, Vatica, Hopea, Dryobalanops dan Anisoptera. Shorea memiliki jenis terbanyak yaitu 17 jenis, kemudian diikuti oleh Vatica (7 jenis), Dipterocarpus (6 jenis), Hopea (6 jenis), Dryobalanops (1 jenis) dan Anisoptera (1 jenis). Kegiatan eksplorasi dan identifikasi jenis ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang jenis dari suku Dipterocarpaceae yang terdapat di daerah ini, khususnya yang bernilai ekonomi tinggi dan dilindungi.