Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PHYTOCEMICAL ANALYSIS AND ANTI OKSIDANT ACTIVITY OF THE WOOD ETHANOLIC EXTRACTS OF SIRIH HUTAN (Pipe aduncum) Erwin Erwin
Jurnal Akta Kimia Indonesia (Indonesia Chimica Acta) Volume 8 No 2 - December 2015
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ica.v8i2.2468

Abstract

Sirih hutan (Piper aduncum) grew evenly in the tropical rain forests of East Kalimantan; it was used as a drug itching by local people. The present study is aimed to determine the chemical content and evaluate the free radical scavenging potential antioxidant activity of the extract of Sirih hutan wood. Based on the results of the GC-MS of the wood extract of Sirih hutan consists of 11 compounds. The inhibition of DPPH scavenging free radicalst of extract in ethanol preparations is IC50 259.74 ppm.
Anatomi Kayu Dari Akar Dan Batang Tiga Jenis Pasak Bumi (Kuning, Merah Dan Hitam) Dari Katingan, Kalimantan Tengah Supartini Supartini; Erwin Erwin
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2020.6.1.25-32

Abstract

Pemanfaatan Pasak Bumi sebagai obat afrodisiak telah meningkatkan nilai jual jenis ini di pasaran. Tiga jenis Pasak Bumi yang dijual yaitu Pasak Bumi kuning, merah dan hitam. Katingan merupakan salah satu daerah sumber bahan baku ketiga jenis ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui ciri anatomi kayu dari ketiga jenis pasak bumi (pasak bumi kuning, merah dan hitam) yang berasal dari Katingan, Kalimantan Tengah. Sampel yang digunakan adalah kayu Pasak Bumi kuning, merah dan hitam pada akar dan batang. Ciri anatomi kayu yang diamati meliputi pembuluh, jari-jari, parenkim, serat dan saluran interseluler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kayu Pasak bumi kuning berwarna kuning kecoklatan, pembuluh baur dengan pola radial sampai diagonal, parenkim aksial paratrakel selubung tipis (akar) dan bentuk jala (batang), jari-jari biseri dan multiseri, serat bersekat dijumpai dan saluran interseluler aksial (SIA) terdapat di batang. Kayu Pasak bumi merah berwarna coklat kemerahan, pembuluh baur dengan pola radial, parenkim aksial paratrakeal dengan selubung tipis, jari-jari uniseri dan biseri (akar) serta multiseri (batang), serat bersekat terlihat jelas, dan SIA dijumpai di akar. Kayu pasak bumi hitam berwarna kecoklatan, pembuluh baur dengan pola radial, parenkim aksial paratrakeal bentuk pita tipis di akar, jari-jari multiseri, serat bersekat terlihat jelas, danĀ  terdapat saluran interseluler radial (SIR) di akar dan SIA di batang.
Kualitas Serat Dua Jenis Kayu Ketapang (Terminalia catappa L) dan (Terminalia mantaly H. Perrier) Nani Husien; Eko Harimulyadi; Erwin Erwin
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2811

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan bahan baku alternatif untuk industri pulp dan kertas serta masih terbatasnya pemanfaatan jenis kayu tropis seperti Terminalia catappa L. dan Terminalia mantaly H. Perrier. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan dimensi serat serta nilai turunan kualitas serat dari kedua jenis kayu tersebut dalam menilai potensi penggunaannya sebagai bahan baku pulp dan kertas. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan teknik maserasi menggunakan asam nitrat (HNO?) dan kalium klorat (KClO?) untuk memisahkan serat kayu, kemudian dilakukan pengukuran mikroskopis terhadap panjang serat, diameter serat, diameter lumen, dan tebal dinding sel. Selanjutnya dihitung nilai turunan serat berupa Runkel ratio, felting power, flexibility ratio, coefficient of rigidity, dan Muhlsteph ratio yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis kayu memiliki panjang serat yang relatif pendek, diameter serat sedang, lumen kecil, dan dinding sel sangat tipis. Berdasarkan nilai turunan serat, T. catappa dan T. mantaly termasuk dalam kelas kualitas II yang menunjukkan kelayakan sedang sebagai bahan baku pulp. Di antara keduanya, T. mantaly menunjukkan kualitas serat yang sedikit lebih baik. Kesimpulannya, kedua jenis kayu berpotensi sebagai bahan baku alternatif industri pulp, namun masih diperlukan penelitian lanjutan terkait sifat kimia dan uji skala industri.
SKRINING FITOKIMIA TERHADAP EKSTRAK ETANOL DAUN SURIAN (Toona sinensis Roem) Andi Deffi Ramadani; Erwin Erwin; Ritbey Ruga
JURNAL ATOMIK Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNMUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ja.v11i1.1574

Abstract

Toona sinensis (Surian) is a species of the Toona genus of the Meliaceae family that is highly resistant to cold weather compared to other Meliaceae families. T. sinensis is widely used as a traditional medicine such as a worm medicine, dysentery, expectorant, as a tonic and can also be used to lower blood sugar and for the treatment of syphilis and many other benefits. Based on previous research, it is known that the content of secondary metabolites found in the surian plant includes limonoids, phytol, flavonoids, essential oils, phenol triterpenoids, and catechins. This study was conducted to obtain T. sinensis leaf extract through a maceration process using ethanol solvent, and phytochemical tests to determine the content of secondary metabolites in it. The extraction results obtained in the form of a dark green isolate, with a mass of 24.82 grams and a yield of 17.98%. Phytochemical testing showed that the ethanol extract of Surian leaves contains secondary metabolite compounds such as alkaloids, steroids, phenolics, and quinones.