This Author published in this journals
All Journal Singuda ENSIKOM
Sihar Parlinggoman Panjaitan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH HALF RATE DAN FULL RATE TERHADAP TRAFFIC CHANNEL DAN SPEECH QUALITY INDICATOR PADA JARINGAN GSM PT. XL AXIATA MEDAN May Hendra Panjaitan; Sihar Parlinggoman Panjaitan
Singuda ENSIKOM Vol 11, No 30 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.406 KB)

Abstract

Keterbatasan kanal telekomunikasi merupakan salah satu masalah dalam komunikasi seluler, sehingga untuk memperbanyak kanal maka digunakan kanal half rate 6,5 kbps. Tulisan ini membahas tentang pengaruh perubahan tipe kanal terhadap parameter trafik pada kanal dan kualitas suara dari sisi uplink. Operator meningkatkan jumlah kanal sebanyak dua kali lipat dari kanal yang semula full rate 13 kbps, namun kualitas suara menjadi menurun dan tidak sesuai dengan standar SQI (Speeh Quality Indicator) good rate yang ditetapkan perusahaan (lebih dari 80 %). Kualitas suara diperbaiki dengan mengatur ambang batas pengaktifan kanal half rate yakni dengan mengatur parameter Dynamic Half Allocation (DHA). Setelah parameter DHA diatur, SQI good rate meningkat menjadi 82,8039 % pada daerah Doktor Mansur, pada daerah Amplas menjadi 87,6327%, dan pada daerah TAMORA 3 menjadi 91,1083 %. Nilai TCH (Traffic Channel) congestion rate juga sesuai standar perusahaan (kurang dari 1,1 %) dengan nilai 0,3146 pada daerah Doktor Mansur, pada daerah Amplas 0,002 %, dan pada daerah TAMORA 3 sebesar 0,1953 %. Keterbatasan kanal telekomunikasi merupakan salah satu masalah dalam komunikasi seluler, sehingga untuk memperbanyak kanal maka digunakan kanal half rate 6,5 kbps. Tulisan ini membahas tentang pengaruh perubahan tipe kanal terhadap parameter trafik pada kanal dan kualitas suara dari sisi uplink. Operator meningkatkan jumlah kanal sebanyak dua kali lipat dari kanal yang semula full rate 13 kbps, namun kualitas suara menjadi menurun dan tidak sesuai dengan standar SQI (Speeh Quality Indicator) good rate yang ditetapkan perusahaan (lebih dari 80 %). Kualitas suara diperbaiki dengan mengatur ambang batas pengaktifan kanal half rate yakni dengan mengatur parameter Dynamic Half Allocation (DHA). Setelah parameter DHA diatur, SQI good rate meningkat menjadi 82,8039 % pada daerah Doktor Mansur, pada daerah Amplas menjadi 87,6327%, dan pada daerah TAMORA 3 menjadi 91,1083 %. Nilai TCH (Traffic Channel) congestion rate juga sesuai standar perusahaan (kurang dari 1,1 %) dengan nilai 0,3146 pada daerah Doktor Mansur, pada daerah Amplas 0,002 %, dan pada daerah TAMORA 3 sebesar 0,1953 %. Keterbatasan kanal telekomunikasi merupakan salah satu masalah dalam komunikasi seluler, sehingga untuk memperbanyak kanal maka digunakan kanal half rate 6,5 kbps. Tulisan ini membahas tentang pengaruh perubahan tipe kanal terhadap parameter trafik pada kanal dan kualitas suara dari sisi uplink. Operator meningkatkan jumlah kanal sebanyak dua kali lipat dari kanal yang semula full rate 13 kbps, namun kualitas suara menjadi menurun dan tidak sesuai dengan standar SQI (Speeh Quality Indicator) good rate yang ditetapkan perusahaan (lebih dari 80 %). Kualitas suara diperbaiki dengan mengatur ambang batas pengaktifan kanal half rate yakni dengan mengatur parameter Dynamic Half Allocation (DHA). Setelah parameter DHA diatur, SQI good rate meningkat menjadi 82,8039 % pada daerah Doktor Mansur, pada daerah Amplas menjadi 87,6327%, dan pada daerah TAMORA 3 menjadi 91,1083 %. Nilai TCH (Traffic Channel) congestion rate juga sesuai standar perusahaan (kurang dari 1,1 %) dengan nilai 0,3146 pada daerah Doktor Mansur, pada daerah Amplas 0,002 %, dan pada daerah TAMORA 3 sebesar 0,1953 %.