Ngadenin Ngadenin
Pusat Pengembangan Geologi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Jakarta Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Geologi dan Potensi Terbentuknya Mineralisasi Uranium di Daerah Harau, Sumatera Barat Ngadenin Ngadenin
EKSPLORIUM Vol 34, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.207 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2013.34.2.2805

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh tatanan geologi daerah Harau dan sekitarnya, Sumatera Barat yang diidentifikasi sebagai daerah favourable bagi akumulasi uranium yang ditunjukkan oleh terdapatnya anomali radioaktivitas pada kelompok batuan sedimen berumur Tersier yang diendapkan pada lingkungan darat  dan terdapatnya anomali kadar uranium pada granit berumur Pra Tersier di beberapa tempat di Sumatera Barat serta terdapatnya anomali radioaktivitas pada kelompok batuan malihan yang berumur Pra Tersier. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui potensi terbentuknya mineralisasi uranium di daerah Harau yang akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan penelitian yang lebih detil dalam rangka inventarisasi potensi sumberdaya uranium di Indonesia. Ruang lingkup pembahasan dalam kajian ini  meliputi bahasan geologi, radioaktivitas singkapan batuan dan  geokimia. Susunan stratigrafi daerah kajian dari tua ke muda adalah satuan kuarsit, satuan filit, satuan konglomerat, satuan batupasir, satuan tuf dan aluvium sungai.  Sesar utama yang berkembang pada daerah kajian adalah sesar normal yang berarah baratdaya – timurlaut, Sesar ini membelah daerah kajian menjadi dua bagian dimana bagian tenggara relatif turun terhadap bagian baratlaut. Berdasar tatanan geologi, data radioaktivitas dan kadar uranium batuan daerah Harau dianggap cukup potensial untuk terbentuk mineralisasi uranium tipe batupasir dan tipe urat. Mineralisasi uranium tipe batupasir diperkirakan terbentuk di batupasir Satuan Konglomerat Formasi Brani dan mineralisasi tipe urat diperkirakan terbentuk pada satuan Kuarsit Formasi Kuantan. The Background of this study is due to the geological setting of Harau area and its surrounding, West Sumatera, that is identified as a favourable area for uranium accumulation which is indicated by the presence of anomalous radioactivity in the Tertiary sedimentary rocks deposited on the terrestrial environment and the presence of anomalous uranium contents in Pre-Tertiary granites in several places in West Sumatera, and the presence of radioactivity anomalous in the Pre Tertiary metamorphic rocks. The purpose of this study is to determine the potential formation of uranium mineralization in the Harau area, to be used as a basis to conduct more detailed research in order to inventory the potential of uranium resources in Indonesia. The scope of the discussion in this review includes a discussion of geology, geochemistry and radioactivity of the outcrops. The composition of regional stratigraphic from old to young is quartzite unit, phyllite unit, conglomerate unit, sandstone unit, tuff unit and alluvium river. The main fault that developed in the study area are normal faults trending southwest – northeast. The study area is splitted into two sections where the southeastern part relatives fall down of the northwest. Based on geological setting, radioactivity and uranium data then is assumed that Harau is a potential area for the formation of uranium mineralization in sandstone and its vein type. Sandstone type is expected occur in sandstone conglomerate unit of The Brani Formation and vein type is expected occur in the quartzite unit of The Kuantan Formation.
Geologi Daerah Muntok dan Potensi Granit Menumbing Sebagai Sumber Uranium (U) dan Thorium (Th) Kurniawan Dwi Saksama; Ngadenin Ngadenin
EKSPLORIUM Vol 34, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.808 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2013.34.2.2809

Abstract

Secara geologi di Bangka Barat terdapat beberapa granit yaitu Granit Menumbing, Granit Pelangas, Granit Jebus, dan Granit Tempilang. Secara tektonik granit-granit tersebut merupakan granit jalur timah yang membentang dari Thailand–Malaysia–Bangka Belitung. Granit jalur timah atau granit sumber timah (kasiterit) dapat berperan sebagai granit sumber uranium dan thorium. Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi geologi daerah Muntok dan sekitarnya dan mengetahui potensinya sebagai sumber U dan Th. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan wilayah Muntok dan sekitarnya skala 1 : 25.000, pengukuran kadar U dan Th di wilayah Granit Menumbing, analisis petrografi dan butiran mineral berat sampel Granit Menumbing. Penentuan granit sebagai sumber U dan Th berdasarkan data keterdapatan mineral radioaktif, anomali kadar U dan Th, pengamatan megaskopis dan  mikroskopis dari granit.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi daerah Muntok dan sekitarnya merupakan dataran bergelombang denudasional hingga perbukitan dengan ketinggian berkisar 0–455 m dpl (di atas permukaan laut). Stratigrafi daerah Mentok dan sekitarnya dari tua ke muda adalah satuan metabatupasir, terobosan Granit Menumbing, dan endapan aluvial. Sesar yang berkembang adalah sesar yang berarah relatif barat-timur. Berdasarkan keberadaan mineral radioaktif, kadar U dan Th serta tipe granitnya maka Granit Menumbing merupakan granit sumber Th bukan sumber U. In the West Bangka there are some granites namely Menumbing, Pelangas, Tempilang, and Jebus granite. The granites is granite tin belt that stretches from Thailand-Malaysia-Bangka Belitung. Granite tin belt or granite source of tin (cassiterite) can act as a source of U and Th. Aims of the study is to find out the informationon the geology of Muntok area and its surrounding and to determine the potency of Menumbing granite as a source of U and Th. The methods used is surface geological mapping in Muntok areas and its surrounding with scale 1 : 25.000, measurement grade of uranium and thorium in Menumbing granite areas and petrographic and grain size analysis of sample of Menumbing granite. Determination of granites a source of  U and Th is based on content of  radioactive mineral, anomaly of U and Th, megascopic and microscopic observation of granite. Morphology of Muntok areas and its surrounding is denudasional undulating plains to hills with an elevation ranging from 0 to 455 meters. Sratigraphy of research areas from old to young is metasandstone units, granite intrusion of Menumbing and alluvial. Evolving fault is a fault trending West-East. Based on the presence of radioactive minerals, grade of U and Th as well as the type of granite, it was concluded that the Menumbing granite is a source of Th and not sources of U.