yang ada di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimoon. Mengenai etos kerja dan gaya hidup masyarakat pinggiran sungai Deli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pemukiman kumuh adalah suatu kawasan di perkotaan yang penduduknya hidup dalam kondisi sosial ekonomi yang rendah dan penduduknya berasal dari pedesaan. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan di gang Ksatria, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimoon ditemukan bahwa masyarakat gang Ksatria kelurahan Sei Mati kecamatan Medan Maimoon memiliki penilaian kerja dihayati sebagai bentuk rutinitas hidup. Masyarakat bekerja untuk mencari makan, ungkapan ini jelas tumbuh pada masyarakat yang subsisten dan tradisional, yang artinya masyarakat hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, tanpa harus bekerja lebih keras untuk mencapai tingkat produktivitas yang lebih dari itu dan cepat merasa puas. Ini diperjelas dari penelitian bahwa rata‑rata penghasilanmasyarakat gang Ksatria yaitu Rp 500.000 sampai Rp 1.500.000/bulan. Pekerjaan yang paling dominan adalah sebagai buruh bangunan. Jam kerjanya tidak menentu. Terkadang bekerja, terkadang tidak, tergantung borongan. Waktu luang banyak digunakan di warung kopi dan tempat billiard. Sedangkan perempuan (lajang) maupun Ibu – ibunya bekerja sebagai penjahit keset kaki, penjual burger, dan ada sebagai penjaga toko yang sekaligus tukang pijat. plus plus pada malam harinya. Gaya hidup masyarakat gang Ksatria menunjukkan sesuatu yang lebih. Cara mereka berpakaian, mempunyai asesoris / perhiasan, mempunyai barang elektronik dan perlengkapan rumah yang harganya sebenarnya tidak bisa terjangkau dengan pendapatan yang kecil dan sebagian besar dari masyarakat gang Ksatria memiliki pekerjaan sampingan yang illegal dan tidak halal. Kata kunci : gaya hidup, etos kerja, dan slum area