Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : AGROEKOTEKNOLOGI

Aplication Growth Regulator for Soybean to Increase Growth and Nutrient Uptake in Ultisols Kartika Sry Ningsih; Mukhlis Muhklis; Jamilah Jamilah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.14031

Abstract

Green house study to increase growth and nutrient uptake of soybean with giving growth regulator Benzylaminopurine (BAP) in Ultisols. Research using randomized block non factorial design with treatments: control, liming with a dose of 1,5 x Aldd (L), and 4 levels of concentration growth regulator BAP that is: 0,4 ppm (B1), 0,8 ppm (B2), 1,2 ppm (B3), dan 1,6 ppm (B4), with 4 replications. Parameter that measured is pH, root volume, root length, root dry weight, shoot dry weight, N, P, and K uptake in laboratory. Result of this research showed that growth regulator BAP are potential to  replace lime in resolving acid soil. Growth regulator BAP can increase root volume, root length, root dry weight, shoot dry weight, N, P, and K uptake better than lime. Best concentration of BAP based on this research is 0,8 ppm (B2). Keywords: BAP, Growth Regulator, Lime, Ultisols.
Erosi Pada Pertanaman Kentang Di Tanah Andisol Kecamatan Berastagi KabupatenKaro Dicky Vincencius Silalahi; Jamilah Jamilah; Mukhlis Mukhlis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.469 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya erosi pada tanah andisol dengan pertanaman kentang searah lereng dan memotong lereng di kecamatan Berastagi kabupaten Karo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2016, dengan melakukan perbandingan antara besarnya erosi pada pertanaman searah lereng dan memotong lereng dengan metode petak kecil dengan ukuran petak percobaan 22m x 2m  sebanyak 3 ulangan yang diuji dengan uji T. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Riset dan Teknologi Fakultas Pertanian USU. Sifat tanah di lokasi penelitian memiliki tekstur lempung berdebu, bulk density 0,88 g/cm3, permeabilitas 3,56 cm/jam, c organik 7,33 %, porositas  69,8 %, dan memiliki kemiringan lereng 13 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya erosi yang terjadi pada pertanaman kentang yang searah lereng untuk curah hujan 35 dan 36 mm sebesar 1,30 dan 1,83 ton/ha sedangkan erosi pada pertanaman kentang yang memotong lereng sebesar 0,21 dan 0,25 ton/ha. Produksi kentang pada pertanaman yang searah lereng  adalah 143,3 kg/plot dan pada pertanaman yang memotong lereng adalah 90,7 kg/plot