Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Biosorpsi Logam Zn Pada Limbah Sintetik Menggunakan Biomassa Campuran Pseudomonas aeruginosa dan Pseudomonas sp Hidayati Hidayati; Uray Lusiana; Yoyon Suyono
Jurnal Litbang Industri Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1379.009 KB) | DOI: 10.24960/jli.v3i2.627.85-90

Abstract

Zinc is one of the heavy metals that could be harmful for environment. This metal usually arises from industrial activities. Biosorption of zinc in synthetic waste was conducted using biomass mixture of Pseudomonas aeruginosa and Pseudomonas sp. This research aims to determine the zinc adsorption capacity of the biomass in synthetic waste water. Zinc biosorption was performed at pH 4, room temperature and stirring 800 rpm. Variation of contact time used was 30, 60 and 120 min; and the amount of biomass used was 0.01 g, 0.02 g, 0.03 g, 0.04 g and 0.05 g. The highest zinc biosorption capacity was obtained 25.43% at the time of 120 minutes and the amount of biomass used 0.01 g. The optimum condition for biomass biosorption and removal capacity based on the correlation between experimental data and mathematical models was obtained with the addition of 0.04 g of biomass with correlation coefficient (R ) 1 and 0,965 respectively.ABSTRAK Salah satu logam berat yang berbahaya dari hasil kegiatan industri adalah logam Zn (seng). Biosorpsi logam Zn pada limbah sintetik dilakukan dengan menggunakan biomassa campuran Pseudomonas aeruginosa dan Pseudomonas sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas biomassa dalam mengadsorpsi logam Zn pada limbah sintetik. Biosorpsi logam Zn dilakukan pada kondisi pH 4, temperatur ruang dan pengadukan 800 rpm. Variasi waktu kontak dilakukan pada 30, 60 dan 120 menit  dan menggunakan jumlah biomassa 0,01 g, 0,02 g, 0,03 g, 0,04 g  dan 0,05 g. Kapasitas biosorpsi logam Zn tertinggi diperoleh sebesar 25,43% pada waktu 120 menit dengan jumlah biomassa 0,01 g. Kondisi optimum biosorpsi logam Zn berdasarkan korelasi antara data eksperimen dan model matematika diperoleh pada penambahan jumlah biomassa sebesar 0,04 g baik untuk kapasitas biosorpsi logam Zn maupun efisiensi removal logam Zn dengan nilai koefisien korelasi (R2) masing-masing adalah 1 dan 0,965.
PENAMBAHAN GEL LIDAH BUAYA SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA SABUN MANDI CAIR BERBAHAN DASAR MINYAK KELAPA Sukma Budi Ariyani; Hidayati Hidayati
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.754 KB) | DOI: 10.33104/jihp.v13i1.3675

Abstract

Sabun cair dibuat melalui reaksi saponifikasi dari minyak dan lemak yang direaksikan dengan KOH. Gel lidah buaya digunakan sebagai antibakteri dan memiliki kandungan zat yang baik untuk kulit. Penelitian ini bertujuan memperoleh karakteristik gel lidah buaya, memperoleh produk sabun mandi cair dengan penambahan gel lidah buaya dan mengetahui aktivitas antibakteri Escherichia coli pada sabun mandi cair yang diperoleh. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pembuatan sediaan gel lidah buaya, pengujian gel lidah buaya, pembuatan sabun mandi cair berbahan dasar minyak kelapa, pengujian sabun mandi cair sesuai SNI dan uji daya hambat bakteri Escherichia coli. Variabel berubah yang digunakan adalah konsentrasi gel lidah buaya yang ditambahkan pada pembuatan sabun mandi cair (5, 10 dan 15%). Hasil yang diperoleh adalah gel lidah buaya dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan produk kosmetik. Gel lidah buaya ini mengandung zat saponin, antrakuinon, lignin dan 18 jenis asam amino. Produk sabun mandi cair yang diperoleh, untuk parameter keadaan, pH, bobot jenis dan angka lempeng total, hasilnya memenuhi SNI sabun mandi cair (SNI 06-4085-1996) dan memiliki daya hambat terhadap bakteri Escherichia coli dengan diameter zona hambat rata-rata sebesar 1,85 cm dengan metode uji cakram dish.Kata kunci : Escherichia coli, gel lidah buaya, minyak kelapa, sabun mandi cair
Biosorpsi Logam Zn Pada Limbah Sintetik Menggunakan Biomassa Campuran Pseudomonas aeruginosa dan Pseudomonas sp Hidayati Hidayati; Uray Lusiana; Yoyon Suyono
Jurnal Litbang Industri Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1379.009 KB) | DOI: 10.24960/jli.v3i2.627.85-90

Abstract

Zinc is one of the heavy metals that could be harmful for environment. This metal usually arises from industrial activities. Biosorption of zinc in synthetic waste was conducted using biomass mixture of Pseudomonas aeruginosa and Pseudomonas sp. This research aims to determine the zinc adsorption capacity of the biomass in synthetic waste water. Zinc biosorption was performed at pH 4, room temperature and stirring 800 rpm. Variation of contact time used was 30, 60 and 120 min; and the amount of biomass used was 0.01 g, 0.02 g, 0.03 g, 0.04 g and 0.05 g. The highest zinc biosorption capacity was obtained 25.43% at the time of 120 minutes and the amount of biomass used 0.01 g. The optimum condition for biomass biosorption and removal capacity based on the correlation between experimental data and mathematical models was obtained with the addition of 0.04 g of biomass with correlation coefficient (R ) 1 and 0,965 respectively.ABSTRAK Salah satu logam berat yang berbahaya dari hasil kegiatan industri adalah logam Zn (seng). Biosorpsi logam Zn pada limbah sintetik dilakukan dengan menggunakan biomassa campuran Pseudomonas aeruginosa dan Pseudomonas sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas biomassa dalam mengadsorpsi logam Zn pada limbah sintetik. Biosorpsi logam Zn dilakukan pada kondisi pH 4, temperatur ruang dan pengadukan 800 rpm. Variasi waktu kontak dilakukan pada 30, 60 dan 120 menit  dan menggunakan jumlah biomassa 0,01 g, 0,02 g, 0,03 g, 0,04 g  dan 0,05 g. Kapasitas biosorpsi logam Zn tertinggi diperoleh sebesar 25,43% pada waktu 120 menit dengan jumlah biomassa 0,01 g. Kondisi optimum biosorpsi logam Zn berdasarkan korelasi antara data eksperimen dan model matematika diperoleh pada penambahan jumlah biomassa sebesar 0,04 g baik untuk kapasitas biosorpsi logam Zn maupun efisiensi removal logam Zn dengan nilai koefisien korelasi (R2) masing-masing adalah 1 dan 0,965.