This Author published in this journals
All Journal FLOW
Shahnaz Asnawi Yusuf
Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSTRUKSI KONFLIK DALAM LAPORAN JURNALISME SASTRAWI (Analisis Framing tentang Konstruksi Konflik Aceh dalam Laporan Jurnalisme Sastrawi “Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft”) Shahnaz Asnawi Yusuf
FLOW Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ilmu Komunikasi Flow
Publisher : FLOW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.49 KB)

Abstract

Jurnalisme sastrawi merupakan gaya penulisan berita dengan mengadaptasi unsur-unsur dari sastra. Meskipun menggunakan unsur sastra yang didominasi fiksi, tapi jurnalisme sastrawi tetaplah jurnalisme yang menyucikan fakta. Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft karya Chik Rini merupakan salah satu karya jurnalisme sastrawi. Tulisan yang pernah terbit di majalah Pantau ini telah dibukukan bersama karya-karya jurnalisme sastrawi lainnya dengan judul Jurnalisme Sastrawi, Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Tragedi Simpang Kraft—salah satu kejadian kekerasan dalam konflik Aceh—dikonstruksi dalam naskah jurnalisme sastrawi Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pisau analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Pan dan Kosicki sendiri membagi perangkat framing dalam empat struktur besar yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Keempat struktur ini yang akan dianalisis satu per satu untuk mendapat jalinan konstruksi dari naskah ini. Wawancara dengan penulis menunjukkan bahwa penulis sendiri harus berupaya keras untuk menghasilkan sebuah tulisan yang independen, lepas dari bias. Penulis menekankan pentingnya reporter untuk bersandar pada hasil reportase sendiri, tanpa menambah atau mengurangi hal sekecil apa pun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan narasumber dari sudut pandang wartawan yang bertugas di daerah konflik tersebut membuat berita tidak terlalu berat ke salah satu pihak yang bertikai. Menulis mengenai kekerasaan yang dialami masyarakat Aceh juga tidak serta-merta membuat penulis memojokkan pihak militer. Tulisan ini cukup komprehensif dan proporsional karena merunut akar masalah kejadian di Simpang Kraft.   Kata kunci: Analisis framing, jurnalisme sastrawi, konstruksi konflik.