Penelitian ini berjudul Pemaknaan Penonton Terhadap Pencitraan Bakal Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Melalui Tayangan Kuis (Analisis Resepsi Pemaknaan Penonton Terhadap Pencitraan Bakal Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Wiranto-Hary Tanoesoedibyo melalui Tayangan “Kuis Kebangsaan” di RCTI). Tujuan penelitian ini untuk melihat pemaknaan penonton terhadap pencitraan Wiranto dan Hary Tanoesoedibyo melalui tayangan Kuis Kebangsaan di RCTI, posisi penonton serta faktor-faktor yang mempengaruhi posisi penonton. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi. Teori dasar yang digunakan adalah teori encoding-decoding yang ditemukan oleh Stuart Hall tentang bagaimana khalayak memproduksi sebuah pesan dari suatu teks media. Proses tersebut akan menghasilkan makna yang tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh kapasitas setiap penonton. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap empat informan dengan latar belakang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan Kuis Kebangsaan dimaknai oleh informan sebagai kuis yang menampilkan pencitraan dan promosi yang dilakukan oleh WIN-HT. Pemaknaan tersebut mempengaruhi posisi informan, dimana informan I berada pada Opositional Position, Informan II dan IV berada pada Negotiated Position dan informan III berada pada Dominant Position. Faktor-faktor yang mempengaruhi posisi penonton dilihat dari faktor latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan lainnya terkait pencitraan dan politik. Kata Kunci : Pencitraan, Kuis Kebangsaan, Pemaknaan Penonton, Analisis Resepsi