This Author published in this journals
All Journal FLOW
Dimas Adji
Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

WAYANG KULIT SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMBANGUNAN (Studi Deskriptif Tentang Pertunjukan Wayang Kulit pada Paguyuban Suko Budoyo Sebagai Media Penyampaian Pesan Pembangunan Di Kabupaten Serdang Bedagai) Dimas Adji
FLOW Vol 3, No 3 (2016): Jurnal Ilmu Komunikasi FLOW
Publisher : FLOW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.667 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Wayang Kulit dan Komunikasi Pembangunan” di Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini memfokuskan pada metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Analisis Interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran wayang kulit sebagai media komunikasi pembangunan, untuk mengetahui strategi penyampaian pesan pembangunan melalui wayang kulit, dan mengetahui pesan-pesan pembangunan apa saja yang dapat disampaikan melalui wayang kulit. Informan dalam penelitian ini adalah Soekirman selaku Bupati Serdang Bedagai sekaligus pembina Paguyuban Suko Budoyo, ketua Paguyuban Suko Budoyo Hendry Suharto dan Kasno Wibowo selaku Dalang wayang di Paguyuban Suko Budoyo. Wayang kulit dianggap media yang tepat dan efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan di Kabupaten Serdang Bedagai. Adapun kesimpulan dari hasil penelitian adalah strategi penyampaian pesan pembangunan yang digunakan adalah strategi berdasarkan media. Media yang digunakan adalah wayang kulit. Peran wayang kulit dalam penyampai pesan pembangunan adalah media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan pembangunan. Dalam pelaksanaannya terdapat kendala yaitu generasi muda dan masyarakat yang bukan suku Jawa di Serdang Bedagai kurang berminat pada wayang kulit.   Kata Kunci: Wayang Kulit, Komunikasi Pembangunan, Komunikasi Tradisional, Media Komunikasi Tradisional, Serdang Bedagai