This Author published in this journals
All Journal FLOW
Yudha Ikhsan
Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

“KONSTRUKSI REALITAS PESAN KEBANGSAAN DALAM ILUSTRASI RUU PILKADA KARYA JITET KOESTANA DI HARIAN KOMPAS” (Studi Analisis Semiotika Ilustrasi RUU Pilkada Karya Jitet Koestana di Harian Kompas Terhadap Makna Pesam Kebangsaan) Yudha Ikhsan
FLOW Vol 3, No 3 (2016): Jurnal Ilmu Komunikasi FLOW
Publisher : FLOW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.948 KB)

Abstract

Skripsi ini merupakan penelitian mengenai pemaknaan dan konstruksi realitas kebangsaan pada ilustrasi ilustrator Jitet Koestana di Harian Kompas.  Dengan judul, “Konstruksi Realitas Pesan   Kebangsaan Dalam Ilustrasi RUU Pilkada Karya Jitet Koestana  Di Harian Kompas”.Ilustrasi Jitet Koestana terdapat pada Kompas di rubrik opini.Kompas merupakan sebuah harian  ibukota yang terdepan memberikan informasi dan akurat dalam menyajikan fakta. Skripsi ini meneliti konstruksi realitas makna serta mitos yang ditampilkan dalam sepanjang ilustrasi. Demi mengungkap hal tersebut, peneliti menggunakan model semiotika signifikasi Roland Barthes sebagai  metode analisa data. Penelitian  memfokuskan terhadap 14 ilustrasi yang dianalisis menggunakan analisis leksia dan lima kode pembacaan. Metode wawancara diterapkan untuk menjadikan hasil penelitian lebih dapat dikonfirmasi kebenarannya serta membuat penelitian berwarna.Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivis. Sesuai dengan perumusan masalah, yaitu “bagaimanakah pesan, bentuk kebangsaan, serta mitos yang dapat diungkap dari  ilustrasi yang dibuat oleh Jitet Koestana”, terungkap bahwa pada ilustrasi Jitet Koestana ini, harapan sebagai warga negara Indonesia adalah sebuah persatuan, kedamaian, dan keadilan. Sebuah persatuan yang tidak mementingkan SARA dalam proses politik, kedamaian pada sistem ekonomi serta antara para elit politik dan  keadilan politik yang tidak mencabut hak-hak politik warga negara. Sebuah ilustrasi dapat menjadi sebuah cerminan apa cita-cita bangsa.