ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi antarpribadi dan penggunaan teknologi komunikasi antarpribadi keluarga TKI serta hambatan yang dirasakan keluarga TKI dalam komunikasi dan penggunaan teknologi komunikasi antarpribadi di desa Stabat Lama. Teori yang digunakan adalah studi kasus, komunikasi, komunikasi antarpribadi, teknologi komunikasi, new media, maintenance relationship dan teori manajemen koordinasi makna. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif studi kasus. Terdapat empat informan utama dan tiga informan tambahan dalam penelitian ini. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa intensitas komunikasi antarpribadi paling tinggi dilakukan oleh informan I, intensitas komunikasi antarpribadi sedang dilakukan oleh informan III dan IV sedangkan intensitas komunikasi antarpribadi terendah dilakukan oleh informan II. Teknologi komunikasi yang digunakan keluarga TKI adalah handphone. Informan I, II, III menggunakan handphone yang hanya dapat digunakan untuk menelepon dan menulis pesan sedangkan informan IV menggunakan handphone pintar yang berkembang saat ini. Keterbatasan waktu TKI menghambat komunikasi informan I, II, III, IV. Hambatan penggunaan handphone tidak dialami informan I, II, IV. Namun berbeda dengan informan III yang tidak menggunakan handphone tersebut. Kata Kunci : Komunikasi Antarpribadi, Teknologi Komunikasi, Tenaga Kerja Indonesia, Keluarga