Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KASTRASI FREKUENSI PUBLIK: MEDIA LITERACY ERA BUDAYA POPULER YULIANA RAHMAWATI
Jurnal Komunikasi Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3087.001 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v9i2.1198

Abstract

Civilization change is a necessity. Culture as one formers also experienced dynamic civilization. Changes in form and content (content ) takes place not in a vacuum but in a variety of contextual quadrants. The era of modernity with the development of industry and capitalism climate has led to one part in cultural homogenization. Public spaces which in essence is a classless into an entity that has a value of commodities. Shift function of public spaces including public frequency in packs of popular culture has been a challenge for the creation of the public who have media literacy skills. With media literacy, public to understand what has been done for the public media and to the public .Keywords : public frequency , media literacy, cultural homogeneity, Castration
IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPA PADA KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI SAMBIREJO 1 Yuliana Rahmawati
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini meneliti penerapan metode konstruktivisme dalam pengajaran sains di SD Negeri Sambirejo 1 yang menggunakan Kurikulum Merdeka. Dengan metode pendekatan kulitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas selama dua siklus, data diperoleh melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa guru telah menerapkan prinsip konstruktivisme dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Strategi yang digunakan meliputi pembelajaran berbasis inkuiri, kooperatif, dan pemecahan masalah. Siswa menunjukkan peningkatan motivasi, partisipasi aktif, keterampilan berpikir kritis, dan pemahaman konsep. Tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan waktu, keragaman kemampuan siswa, keterbatasan sarana prasarana, dan kesulitan penilaian. Upaya mengatasi dilakukan melalui manajemen waktu efektif, pembelajaran diferensiasi, pemanfaatan sumber daya lokal, dan pengembangan instrumen penilaian autentik. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konstruktivisme terbukti berhasil meningkatkan mutu pengajaran ilmu pengetahuan alam di tingkat sekolah dasar, khususnya dalam kerangka implementasi Kurikulum Merdeka. Kata kunci: Pendekatan Konstruktivisme; pembelajarn IPA; kurikulum merdeka
Analisis Manajemen Risiko Reputasi pada Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo pasca Runtuhnya Bangunan Mushola dengan Pendekatan ISO 31000 Novie Andriani Zakariya; Ameliya, Walida; Fatimatus Zahro; Yuliana Rahmawati; Yuslim Fadel Abdillah; Sesarea Ula Winaya; Muhammad Firdan Chazim; Muhammad Riky Ramadhani
Journal of Islamic Management Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jim.v6i1.2484

Abstract

This study discusses the reputation risk management of the Al-Khoziny Islamic Boarding School regarding the news of the collapse of the prayer room building (case study of the Al-Khoziny Islamic Boarding School in Buduran, Sidoarjo). This study aims to analyze and identify aspects of reputational risk that arise due to the incident, strategies that can be carried out to improve public perception and restore public trust. This study uses a qualitative method, using a case study approach involving interviews with victims of the collapse, guardians of students, the surrounding community and evacuation officers, with reference to the ISO 31000 guidelines as a guide in the risk assessment and management process. The results of discussion indicate that reputation can be negatively impacted when negative information spreads faster than official clarification, especially through digital media. To reduce and anticipate bad reputation, institutions must provide a quick response, transparency and empathetic public communication.