Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FORMULASI MINUMAN EMULSI VCO MENGGUNAKAN VARIASI EMULSIFIER (GUM ARABIK, TWEEN 80) DAN AIR Judith Henny Mandei
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.161 KB) | DOI: 10.33104/jihp.v14i1.4281

Abstract

Produk minuman emulsi VCO dikembangkan untuk mengatasi rasa berminyak VCO, agar masyarakat dapat langsung mengonsumsinya. Tujuan penelitian adalah membuat formulasi minuman emulsi VCO yang berkualitas dan bisa diterima oleh konsumen.  Penelitian terdiri atas dua tahap yaitu pembuatan emulsi dasar  menggunakan dua jenis emulsifier gum arabik dan tween 80 yang diformulasikan dengan VCO dan air. Pembuatan minuman emulsi VCO dengan perlakuan perbandingan  emulsi dasar (ED) dan air (b/b) yaitu: EDGum : air (1 : 1; 1 : 2; 1 : 3), EDT80 : air (1:1; 1:4; 1:6).  Formula minuman emulsi VCO yang memenuhi syarat dan dapat diterima konsumen adalah perbandingan emulsi dasar gum arabik dan air = 1 : 2 dengan bau agak khas VCO, rasa manis asam sedikit khas VCO,  cukup stabil, mempunyai pH 3,94, Angka Lempeng Total (ALT)  1,4 x 102, kadar FFA 0,22 %, bilangan peroksida 1,64 mg ek O2/kg, prosentase asam laurat yang ada dalam minuman emulsi VCO 51 % dan prosentase MCT 65,74 %.
Pemanfaatan Blondo sebagai Starter dalam Pembuatan Yogurt JUDITH HENNY MANDEI
Buletin Palma Vol 16, No 1 (2015): Juni, 2015
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v16n1.2015.66-76

Abstract

ABSTRAK Blondo yang diperoleh sebagai hasil samping dari VCO mengandung bakteri Lactobacillus sp. sehingga dapat digunakan sebagai kultur starter dalam pembuatan yogurt. Penelitian bertujuan untuk memanfaatkan blondo dan starter lainnya sebagai starter dalam pembuatan yogurt.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai November 2013 di Laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado dan Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Perikanan dan  Ilmu Kelautan Unsrat Manado. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: fermentasi VCO, pemisahan blondo,  isolasi, identifikasi bakteri asam laktat (BAL), pembuatan kultur starter, pembuatan yogurt dan pengujian mutu yogurt.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, perlakuan adalah jenis starter yaitu; starter langsung dari blondo,  isolat (homofermentatif dan heterofermentatif) hasil isolasi blondo, kultur murni (campuran  L. bulgaricus dan S.  thermophilus), dan kultur campuran kering yang mengandung L. bulgaricus, L. acidophilus dan S. thermophilus, dengan  ulangan tiga kali. Parameter yang diuji adalah mutu yogurt (total BAL, abu, protein, lemak, total asam laktat, padatan  susu non lemak, penampakan, bau, rasa,  konsistensi), dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh dari blondo dengan waktu fermentasi 1 hari tidak teridentifikasi adanya BAL homofermentatif maupun  heterofermentatif, dan  isolat yang diperoleh dari blondo dengan waktu fermentasi 2 hari teridentifikasi adanya BAL homofermentatif, diduga adalah bakteri L. delbruecki  subsp. bulgaricus dan L. casei, sedangkan  isolat yang diperoleh dari blondo dengan waktu fermentasi 3 hari teridentifikasi adanya BAL heterofermentatif, diduga L. fermenti. Starter aktif  yang dibuat langsung dari blondo dengan konsentrasi 15, 20, dan 25% bisa dimanfaatkan sebagai starter yogurt, menghasilkan yogurt yang memenuhi syarat mutu SNI 2981:2009, dan secara organoleptik disukai panelis.Kata kunci: Kelapa, blondo, starter, yogurt. Utilization of Blondo as a Starter in Processing of Yoghurt ABSTRACT Blondo is a by product from VCO process contains which Lactobacillus sp. bacteria that can be used as starter culture in the processing of yoghurt. The research aimed to utilize blondo and other starter as a starter of yoghurt processing. The research was conducted from February to November 2013 in the Laboratory of Research and Standardization Industry Manado and Laboratory of Microbiology Faculty of Fisheries and Marine Sciences at Sam Ratulangi University  Manado.  The study was conducted in several stages, which are: fermentation of VCO, blondo separation, isolation, identification of lactic acid bacteria (LAB), the starter sultures processing, producing and quality test of yoghurt. Research used completely randomized design, treatments based on starter types are; starter directly from blondo, isolates (homo-fermentative and heterofermentative) from blondo, pure culture (a mixture of L. bulgaricus and S. thermophilus), and dry mixed culture containing L. bulgaricus, L. acidophilus and S. thermophilus, three times repetition. The tested parameters were the quality of yoghurt (total LAB, ash, protein, fat, total lactic acid, non-fat milk solids, appearance, odor, flavor, consistency), and organoleptic. The results on isolates obtained from blondo showed that one day fermentation time did not show any homofermentative and heterofermentative lactid acid bacterias. Two days fermentation time showed homofermentative lactid acid bacterias assumed L. delbruecki subsp. bulgaricus and L. casei, while 3 days of fermentation  provided heterofermentative Lactic acid bacterias assumed L. fermenti. Actived starter made directly from blondo with  concentration 15, 20, and 25% can be used as a of yoghurt starter, producing yoghurt which complied the quality requirements of SNI 2981: 2009, and preferred by panelists.Keywords: Coconut, blondo, starter, yoghurt.