Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PREDIKSI STRUKTUR TIGA DIMENSI PROTEIN ALERGEN PANGAN DENGAN METODE HOMOLOGI MENGGUNAKAN PROGRAM SWISS-MODEL - (Prediction of Three-Dimensional Structure from Food Allergen Protein Through Homology Method Using SWISS-MODEL Program) Hendra Wijaya; Fitri Hasanah
Biopropal Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.704 KB) | DOI: 10.36974/jbi.v7i2.692

Abstract

Information about three-dimensional structure of protein is important to clearly understand its character and function in molecular level. Protein structure determination through laboratory testing needs highly cost of steps and instrument. Three dimensional structure of protein can be scientifically predicted using several in silico methods. The structure of allergen protein was predicted using SWISS-MODEL as homology method in this research. The result showed that structure prediction of allergen protein B7TWE7 (UniProt ID) from Fagus sylfatica (beechnut) have three-dimensional structure with identity value 72% and e-value = 3,4x10-58. This study used the 1e09A (PDB ID) of Prunus avinus (cherry) as a template.Keywords: allergen, homology method, protein structure, swiss-model ABSTRAKInformasi struktur tiga dimensi protein penting untuk memahami sifat dan fungsi protein ditingkat molekular secara detil. Penentuan struktur protein dengan cara pengujian di laboratorium memerlukan tahapan dan instrumentasi dengan biaya tinggi. Struktur tiga dimensi protein dapat diprediksi secara ilmiah dengan menggunakan beberapa metode secara in silico. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode homologi menggunakan program SWISS-MODEL. Protein yang akan diprediksi struktur tiga dimensinya adalah protein alergen pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi struktur protein alergen B7TWE7 (UniProt ID) dari Fagus sylfatica (beechnut) dengan metode homologi menggunakan program SWISS-MODEL menghasilkan model struktur tiga dimensi protein dengan nilai identity 72% dan e-value = 3,4x10-58. Template protein yang digunakan adalah 1e09A (PDB ID) dari Prunus avinus (cherry).Kata kunci: alergen, metode homologi, struktur protein,  swiss-model
Pengaruh Waktu Fermentasi dan Pengadukan pada Fermentor Tank Lini Proses Mokaf 4.0 terhadap Karakteristik Reologi Mokaf yang Dihasilkan Yuliasri Ramadhani Meutia; Nobel Christian Siregar; Fitri Hasanah; Nami Lestari; Helmi Helmi
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i2.7413

Abstract

Balai Besar Industri Agro (BBIA) telah mengembangkan lini proses mokaf berbasis 4.0 dengan proses fermentasi yang dapat terpantau secara real time dimana pH dijadikan patokan bahwa proses fermentasi telah selesai (dapat tercapai dalam 6-9 jam), namun belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pendeknya waktu fermentasi tersebut dapat mencapai karakteristik reologi tepung mokaf yang dihasilkan berupa peningkatan viskositas dibandingkan dengan tepung ubi kayu tanpa fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi karakteristrik reologi mokaf yang dihasilkan dari perlakuan fermentasi dengan fermentor tank line mokaf 4.0. Penelitian ini dilaksanakan dengan menjalankan proses fermentasi mokaf dengan pH based, fermentasi mokaf 12 jam dengan pengadukan dan tanpa pengadukan, fermentasi mokaf 24 jam dengan pengadukan dan tanpa pengadukan, serta menggunakan kontrol tepung singkong tanpa fermentasi. Analisis yang dilakukan meliputi kadar air, Rapid Visco Amylograph (RVA), daya ikat air, dan daya ikat minyak. Hasil menunjukkan bahwa proses fermentasi mokaf dengan pH based pada lini proses mokaf 4.0 dapat menghasilkan peningkatan viskositas puncak dibandingkan kontrol (tepung singkong tanpa fermentasi). Berdasarkan pengamatan daya ikat air dan daya ikat minyak dapat dilihat bahwa semakin lama waktu fermentasi maka daya ikat air dan daya ikat minyak pada tepung juga meningkat.