Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Kembali Katalis Nikel Bekas untuk Hidrogenasi Minyak Sawit dan Minyak Inti Sawit Hasrul Abdi Hasibuan
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 34, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.741 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v34i1.4068

Abstract

ABSTRAK: Proses hidrogenasi minyak sawit dilakukan menggunakan katalis nikel yang setelah proses akan dipisahkan dari produk dengan cara penyaringan. Katalis nikel bekas jarang sekali digunakan berulang karena efektivitasnya menurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penggunaan berulang katalis nikel bekas untuk hidrogenasi minyak sawit dan minyak inti sawit. Penelitian dilakukan dengan 4 tahapan meliputi: 1) penggunaan katalis nikel bekas untuk hidrogenasi (recycle), 2) perolehan kembali nikel dari katalis nikel bekas menggunakan teknik pelindian asam nitrat (recovery), 3) regenerasi nikel ter-recovery melalui impregnasi dan presipitasi menggunakan silika, alumina, dan bleaching earth yang selanjutnya diaktivasi dengan cara reduksi (regeneration), dan 4) pemanfaatan nikel teregenerasi untuk hidrogenasi (reuse). Katalis nikel bekas masih dapat digunakan kembali untuk hidrogenasi namun kadar asam lemak bebas pada produk meningkat. Recovery nikel sebesar 99,6% dari katalis nikel bekas dapat diperoleh menggunakan asam nitrat dengan konsentrasi 1,8 M, rasio katalis nikel bekas dan asam nitrat pada nisbah 1:14, suhu pada 80 °C dan waktu reaksi selama 4,8 jam. Katalis nikel terimpregnasi dan terpresipitasi dapat digunakan untuk menghidrogenasi minyak sawit.
Pembuatan Cokelat Dark dan Cokelat White Berbahan Cocoa Butter Substitute Hasrul Abdi Hasibuan; Enti Lestari; Nia Novita Lubis
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 37, No 1 (2020)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v37i1.5389

Abstract

Cocoa butter substitute (CBS) merupakan pengganti lemak kakao. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasi cokelat dark dan cokelat white berbahan CBS. Formulasi cokelat dark dilakukan dengan memvariasikan CBS (25, 30, 35, 40%), gula (39,8; 44,8; 49,8; 54,8%) dan kakao bubuk (10, 20, 30, 40%). Formulasi cokelat white dilakukan dengan memvariasikan CBS (25, 30, 35, 40%), gula (29,8; 34,8; 39,8; 44,8%) dan susu (20, 25, 30, 35%). Cokelat dianalisa kadar air, kadar lemak, titik leleh, komposisi asam lemak, kandungan lemak padat dan uji organoleptik. Kadar air dan titik leleh lemak tidak berbeda nyata pada setiap formula cokelat dark, hal yang sama pada cokelat white. Kadar lemak pada cokelat meningkat seiring peningkatan jumlah CBS dan susu. Semakin banyak CBS meningkatkan asam laurat dan miristat sedangkan asam palmitat, stearat dan oleat menurun. Perbedaan komposisi asam lemak menyebabkan kandungan lemak padat juga berbeda. Formula terbaik pembuatan cokelat dark adalah CBS 40 %, gula 29,8 %, dan kakao bubuk 30 %, sedangkan cokelat white adalah CBS 35%, gula 34,8 %, dan susu 30%. Pada formula-formula tersebut, cokelat disukai oleh panelis.
Enzimatik Esterifikasi Menggunakan Lipase Antara Asam Lemak Sawit Destilat Dan Gliserol Untuk Sintesis Triasilgliserol Hasrul Abdi Hasibuan; Ijah Ijah
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 34, No 2 (2017)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.303 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v34i2.3476

Abstract

Asam lemak sawit destilat (palm fatty acid distillate,PFAD) merupakan fraksi asam lemak bebas dari hasil rafinasi minyak sawit mentah. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji esterifikasi antara PFAD dan gliserol untuk sintesis triasilgliserol secara enzimatik menggunakan enzim lipase sebagai katalis. Rasio mol antara gliserol dan PFAD yang digunakan adalah 1:1 – 1:10, waktu reaksi selama 4 – 72 jam, suhu reaksi 50 – 80 °C dan jumlah katalis lipase sebanyak 1 – 20 %. Produk esterifikasi dianalisa kadar monoasilgliserol, diasilgliserol, triasilgliserol dan asam lemak bebas. Senyawa triasilgliserol dikarakterisasi kandungan triasilgliserol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa triasilgliserol dapat diperoleh dengan kadar triasilgliserol sebesar 21 – 24 % pada rasio gliserol dan PFAD 1/6, waktu reaksi selama 72 jam, suhu reaksi 60 °C dan katalis lipase sebanyak 1 %. Senyawa triasilgliserol memiliki kandungan 1,2,3-tripalmitoyl-glycerol (PPP) 19,4 %, 1,3-dipalmitoyl-2-oleoyl-glycerol (POP) 32,4 %, dan 1(3)-palmitoyl-2,3(1)-dioleyl-glycerol (POO) 17,7 %.