Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identifikasi Senyawa, Uji Aktivitas Antimikroba dan Antioksidan Ekstrak A, B dan C dari Mikroalga Chlorella vulgaris Ni Wayan Sri Agustini; Miranda Setyaningrum
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.295 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v35i1.3898

Abstract

Chlorella vulgaris adalah salah satu jenis mikroalga yang memilikisenyawa bioaktif seperti fenol, asam lemak, dan pigmen yang berpotensi sebagaiantimikroba dan antioksidan. Biomassa yang diekstraksi dengan etanol, metanol,butanol dan dimetil sulfoksida memiliki aktivitas sebagai antioksidan danantimikroba. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode ekstraksibertingkat dengan beberapa pelarut organik. Aktivitas antioksidan dianalisisdengan metode radikal bebas (ABTS), sedangkan aktivitas antimikrobamenggunakan metode difusi cakram kertas. Mikroba yang digunakan adalahStaphylococcus aureus, Escherichia coli, Bacillus subtilis dan Candida albicans.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 3 jenis ekstrak organik yaitu ekstrak A, Bdan C. Semua ekstrak menunjukkan zona hambat terhadap semua mikroba danzona terbesar ditunjukkan pada ekstrak C. Aktivitas antioksidan tertinggiditunjukkan pada ekstrak C dengan nilai IC50 80,9 ppm. Identifikasi senyawamenunjukkan bahwa semua ekstrak mengandung senyawa asam lemak, sepertiasam hexadecanoic dan asam oktadekadienoik dan memiliki potensi sebagaiantimikroba dan antioksidan.
Formulasi Ekstrak Etanol Mikroalga Chroococcus turgidus untuk Sediaan Masker Peel-off sebagai Antibakteri Ni Wayan Sri Agustini; M Apriastini; Yuni Susilowati
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i2.6929

Abstract

 ABSTRAK: Bakteri merupakan salah satu penyebab penyakit kulit wajah, terutama jerawat. Hal ini sering terjadi pada wajah yang disebabkan karena adanya sumbatan oleh lemak pada pori kulit. Akibat dari sumbatan tersebut, dapat terjadi komedo dan pada kondisi meradang karena infeksi bakteri dapat menyebabkan terjadinya jerawat. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa Chroococcus turgidus memiliki senyawa flavonoid  yang berpotensi sebagai antibakteri dan antioksidan.  Penelitian ini  bertujuan untuk megetahui aktivitas antibakteri dari bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis pada sediaan masker peel-off yang mengandung ekstrak etanol C. turgidus dengan variasi konsentrasi 0%, 2%, 3% dan 4%. Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi organoleptik, pH, viskositas, homogenitas, waktu sediaan mengering, daya sebar, sifat mekanik, , uji hedonik, dan uji stabilitas cycling test. Hasil penelitian menunjukan semua formulasi sediaan masker peel-off mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri P. acnes dan S. epidermidis. Semakin tinggi ekstrak etanol C. turgidus yang ditambahkan ke dalam sediaan masker peel-off, zona hambat yang terbentuk pada kedua bakteri uji  semakin besar.     Oleh karena itu, ekstrak etanol dari C. turgidus dapat sebagai salah satu senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri pada sedian masker peel-off Kata kunci: Antibakteri, masker peel - off, Chroococcus turgidus ABSTRACT: Bacteria are one of the causes of facial skin disease, especially acne. This often occurs on the face due to blockages by fat in the skin pores. As a result of this blockage, blackheads can occur and in inflamed conditions due to bacterial infection can cause acne. Previous research states that Chroococcus turgidus has a flavonoid compound that has potential as an antibacterial and antioxidant This study aims to know the antibacterial activity of the bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis on the peel-off mask preparations containing ethanol extract of C. turgidus with varying concentrations of 0%, 2%, 3% and 4%. Evaluation of preparations carried out included organoleptic, pH, viscosity, homogeneity, drying time, dispersibility, mechanical properties, hedonic test, and stability test (cycling test). The results showed all dosage formulations peel-off mask has antibacterial activity against bacteria P. acnes and S. epidermidis. The higher the ethanol extract of C. turgidus added to the peel-off mask preparation, the larger the inhibition zone formed in the two test bacteria. Therefore, ethanol extract from C. turgidus can be a bioactive compound that has potential as antibacterial properties in the peel-off mask. Keywords: Antibacterial, Peel-off mask, Chroococcus turgidus 
Karakteristik dan Aktivitas Antioksidan Sabun Padat Transparan yang Diperkaya dengan Ekstrak Kasar Karotenoid Chlorella pyrenoidosa Ni Wayan Sri Agustini; Agustina H. Winarni
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v12i1.379

Abstract

AbstrakSabun berfungsi membersihkan kulit, tidak merusak kulit serta mampu melindungi kulit dari efek radikal bebas. Senyawa yang mampu menangkal radikal bebas adalah antioksidan yang antara lain bersumber dari Chlorella pyrenoidosa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak kasar karotenoid C. pyrenoidosa yang diformulasikan pada sabun padat transparan dan karakteristik sabun yang dihasilkan. Konsentrasi ekstrak kasar karotenoid yang digunakan adalah 5%, 10% dan 15%. Sabun padat transparan dibuat dengan metode setengah panas (semi-boiled). Evaluasi sediaan meliputi warna, kekerasan sabun, pH, kadar air, asam lemak bebas, lemak tidak tersabunkan, aktivitas antioksidan dan daya stabilitas sabun pada penyimpanan suhu 25-30 °C dan 60 °C selama 3 minggu. Hasil studi menunjukkan bahwa sabun padat transparan yang mengandung ekstrak kasar karotenoid sebanyak 5%, 10%, dan 15% memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 66,42 µg/ml, 59,18 µg/ml, dan 10,21 µg/ml. Sabun padat transparan dengan kandungan ekstrak kasar karotenoid sebanyak 5% berwarna kuning neon carrot, ekstrak 10% berwarna kuning pizzaz dan ekstrak 15% berwarna kuning pumpkin. Seluruh sabun beraroma lemongrass. Sabun padat transparan memiliki nilai pH sebesar 9,31-10,47, kadar air 14,45-16,28%, kekerasan sabun 1,40-1,81 mm/detik, jumlah asam lemak bebas 0,42-0,68% dan lemak tidak tersabunkan 1,79-1,84%. Berdasarkan hasil uji stabilitas, sabun tahan disimpan dalam suhu kamar selama 2 tahun, karena sabun relatif stabil pada penyimpanan suhu 60 °C selama 3 minggu. Characteristics and Antioxidant Activity from Transparent Solid SoapEnriched with Carotenoid Crude Extract of Chlorella pyrenoidosaAbstractSoap was used to clean the skin but not damage the skin and able to protect skin from free radical effect. The compounds that could counteract free radical are antioxidants which can be found in  Chlorella  pyrenoidosa. The aims of this research were to determine the characteristic of soap and the antioxidant activity of C. pyrenoidosacarotenoids crude extract that was formulated in transparent solid soap. The carotenoid crude extract concentrations were 5%, 10%, and 15%. The transparent solid soap was made using semi-boiled methods. The transparent solid soap were evaluated for color, soap solidity, pH, water content, free fatty acid content, unsaturated fatty acid content, antioxidant activity and soap stability at 25-30 °C and 60 °C in 3 weeks storage. The study showed that transparent solid soaps containing 5%, 10% and 15% carotenoid crude extracts had antioxidant activity with IC50 value of 66.42 µg/ml, 59.18 µg/ml and 10.21 µg/ml respectively. Transparent solid soap with 5% carotenoid extract appeared in neon carrot yellow color, 10% extract appeared in pizzaz yellow color and 15% extract apperared in pumpkin yellow color. Soaps had lemongrass odor. Transparent solid soap had pH value of 9.31-10.47, water content of 14.45-16.28%, soap hardness of 1.40-1.81mm/sec, amount of free fatty acid 0.42-0.68% and unsaponified fat 1.79-1.84%. Based on the stability test results, the soap could be stored for 2 years at room temperature because the soap was relatively stable at storage temperature of 60 °C for 3 weeks.