Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN PEMBUATAN BIOREAKTOR LIMBAH TAHU SEBAGAI PENGHASIL BIOGAS Rinda Gusvita
Majalah TEGI Vol 12, No 2 (2020): Majalah TEGI Vol 12, NO 2 Desember 2020
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v12i2.6252

Abstract

Limbah cair tahu mengandung bahan organik yang tinggi yang mudah diurai oleh mikroorganisme sehingga dapat menimbulkan bau tak sedap akibat proses pembusukan oleh bakteri. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan dari industri tahu yaitu dengan mengolah limbah cair tahu tersebut sebelum dialirkan ke lingkungan. Salah satu pengolahan yang dapat diterapkan, yaitu dengan mengolah limbah cair tahu tersebut menjadi biogas. Hasil pengolahan limbah dengan bioreaktor tersebut dapat  dimanfaatkan untuk operasional industri tahu itu sendiri. Penelitian ini berfokus pada analisa kelayakan ekonomi penggunaan reaktor biogas industri tahu.  Hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa jika bioreaktor hanya menghasilkan 1,5 m3 biogas maka pembuatan bioreaktor tidak layak secara ekonomi. Namun, jika reaktor tersebut dapat menghasilkan biogas minimum 2,5 m3 maka dapat dikatan layak dengan NPV Rp. 19.073.338,72 , IRR 14% dan Net B/C rasio sebesar 2,498.
ANALISIS KELAYAKAN PEMBUATAN BIOREAKTOR LIMBAH TAHU SEBAGAI PENGHASIL BIOGAS Rinda Gusvita
Majalah TEGI Vol 12, No 2 (2020): Majalah TEGI Vol 12, NO 2 Desember 2020
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v12i2.6252

Abstract

Limbah cair tahu mengandung bahan organik yang tinggi yang mudah diurai oleh mikroorganisme sehingga dapat menimbulkan bau tak sedap akibat proses pembusukan oleh bakteri. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan dari industri tahu yaitu dengan mengolah limbah cair tahu tersebut sebelum dialirkan ke lingkungan. Salah satu pengolahan yang dapat diterapkan, yaitu dengan mengolah limbah cair tahu tersebut menjadi biogas. Hasil pengolahan limbah dengan bioreaktor tersebut dapat  dimanfaatkan untuk operasional industri tahu itu sendiri. Penelitian ini berfokus pada analisa kelayakan ekonomi penggunaan reaktor biogas industri tahu.  Hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa jika bioreaktor hanya menghasilkan 1,5 m3 biogas maka pembuatan bioreaktor tidak layak secara ekonomi. Namun, jika reaktor tersebut dapat menghasilkan biogas minimum 2,5 m3 maka dapat dikatan layak dengan NPV Rp. 19.073.338,72 , IRR 14% dan Net B/C rasio sebesar 2,498.