Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUASI NILAI GIZI DAN MUTU IKAN LAYANG (Decapterus sp) PRESTO DENGAN PENAMBAHAN ASAP CAIR DAN RAGI Sugeng Hadinoto; Joice P. M. Kolanus
Majalah BIAM Vol 13, No 1 (2017): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.316 KB) | DOI: 10.29360/mb.v13i1.2992

Abstract

Ikan  layang (Decapterus sp) atau oleh masyarakat Maluku dikenal dengan nama ikan “momar” tergolong bahan pangan  yang cepat rusak  (perishable foods)  dan tidak disukai, oleh karena itu  perlu adanya suatu  metode diversifikasi olahan agar ikan layang bisa disukai  semua kalangan masyarakat. Salah satu diversifikasi olahan ikan yang sudah cukup dikenal adalah pengolahan dengan cara presto.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan asap cair dan ragi  terhadap nilai gizi dan mutu produk ikan layang presto. Metode penelitian ini terdiri dari 2 tahap, tahap pertama pengolahan ikan presto dengan penambahan asap cair dari kulit batang sagu dengan konsentrasi 5%  (PRA) dan tahap kedua  pembuatan ikan presto dengan penambahan ragi tape 12% (PRR). Hasil uji organoleptik diperoleh nilai yang sudah ditetapkan yaitu minimal 7. Sedangkan hasil analisis terhadap mutu ikan layang diperoleh kadar air 51,69  - 62,32%; kadar abu 0,07 - 1,28%; kadar protein 25,94 - 30,73%; kadar lemak 1,37 - 1,82%; asam amino esensial tertinggi lisin 2,31%; asam amino non esensial tertinggi asam glutamat 3,93%. Untuk ikan layang presto dengan penambahan asap cair (PRA) dan ragi (PRR) juga mengandung asam lemak oleat, linoleat, ARA, EPA dan DHA yang setara dan lebih baik dengan sebelum perlakuan. Pada semua sampel ikan presto tidak ditemukan adanya senyawa-senyawa PAH serta pada masa simpan 10 hari masih memenuhi syarat mutu mikrobiologi menurut SNI 4106.1-2009.
PERBAIKAN GIZI ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN KARAGINAN DAN BUAH PEPAYA Sugeng Hadinoto; Voulda D. Loupatty
Majalah BIAM Vol 11, No 1 (2015): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.772 KB) | DOI: 10.29360/mb.v11i1.2043

Abstract

Produksi es krim dunia pada tahun 2003 mencapai lebih dari satu miliar liter dan dikonsumsi oleh miliaran konsumen per tahun. Komponen es krim secara umum adalah lemak, padatan susu tanpa lemak, gula, bahan penstabil dan pengemulsi. Bahan penstabil pada es krim berfungsi mencegah pembentukan kristal es yang besar dalam produk es krim dan digunakan dalam jumlah yang kecil sehingga pengaruh terhadap nilai gizi pangan dan citarasa dapat diabaikan (Arbuckle 1986). Bahan penstabil yang digunakan pada penelitian ini adalah karaginan yang diekstrak dari rumput laut merah jenis Eucheuma cottonii dan buah pepaya yang banyak mengandung pektin. Selain sebagai penstabil, buah pepaya sengaja ditambahkan untuk memberikan citarasa pepaya yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki nilai gizi es krim dengan penambahan karaginan sebagai pengganti bahan penstabil dan buah pepaya sebagai sumber pektin pada pembuatan es krim. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah penambahan karaginan sebanyak 5 gram dan 7 gram, dan buah pepaya ditambahkan pada konsentrasi 200 gram dan 400 gram.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan K1P1, yaitu penambahan karaginan sebanyak 5 gram dan buah pepaya sebanyak 200 gram merupakan formula yang terbaik dengan nilai gizi sebagai berikut : lemak 4,55%, protein 3,34%, viskositas atau kekentalan 98,77 cp dan Angka Lempeng Total 1,31 x 10 koloni/g.
PEMBUATAN BEKASAM CUMI-CUMI (Loligo sp) DENGAN VARIASI PEMBERIAN GARAM (NaCl) DAN BERAS GONGSENG (Oriza sativa) TERHADAP PENERIMAAN KONSUMEN Sugeng Hadinoto
Majalah BIAM Vol 9, No 2 (2013): Majalah BIAM
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1332.297 KB) | DOI: 10.29360/mb.v9i2.2007

Abstract

Selama ini dikenal produk bekasam yang dibuat hanya dari ikan-ikan air tawar, seperti bekasam ikanbetok dan bekasam ikan sepat. Bertolak dari hal tersebut, maka dirasa perlu untuk membuat suatu produk fermentasi (bekasam) dengan menggunakan bahan mentah yang berasal dari hasil laut (cumi-cumi). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi garam (NaCl) dan beras gongseng (Oriza sativa) yang optimum pada pembuatan bekasam cumi-cumi sehingga diharapkan produk bekasam cumi-cumidapatditerima oleh masyarakat, sedangkan kegunaan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyimpanan, selain itu juga untuk diversifkasi produk olahan  cumi-cumi.   Dari hasil uji organoleptik didapat nilai  rata-rata  tertinggi darimasing-masing spesifkasi warna, aroma, rasa dan  tekstur adalah 3,95 (A1B1),   3,95 (A1B2), 4,15 (A2B1), 4,1  (A1B2).   Pada spesifkasi warna dan aroma menunjukkan hasil  tidak berbeda nyata antar perlakuan, untuk spesifkasi rasa menunjukkan hasil berbeda sangat nyata untuk spesifkasi tekstur menunjukkan hasil berbeda nyata. Panelis cenderung menyukai bekasam cumi-cumi denganpenambahan 15% garam dan 60% beras gongseng yang memiliki cita rasa yang khas keasam-asaman dengan pH 5,65.  Hasil penelitian terhadap parameter kimia dapat disimpulkan bahwa pengolahan bekasam cumi-cumi dengan menggunsakan variasi garam dan beras gongseng tidak berpengaruh terhadap kadar protein dan kadar air tetapi berpengaruh nyata terhadap pH.
Karakteristik Kolagen Larut Asam dari Kulit Ikan Tuna (THUNNUS albacores.) dengan Metode Hidroekstraksi Joice Patrecia Kolanus; Sugeng Hadinoto; Syarifuddin Idrus
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13. No.1 JUNI 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.124 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i1.4994

Abstract

Kolagen merupakan produk yang banyak diperlukan dalam berbagai industri, baik industri pangan maupun non pangan namun sampai saat ini masih impor dari negara lain. Untuk memenuhi kolagen dalam negeri maka sudah dilakukan penelitian tentang sumber-sumber kolagen halal terutama dari limbah perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak kolagen dari limbah kulit ikan tuna (Thunnus albacore.) dengan variasi konsentrasi pelarut asam asetat dan metode hidroekstraksi. Pembuatan kolagen dari kulit ikan tuna dilakukan dengan metode asam alkali melalui perendaman dalam asam asetat konsentrasi 0,05 M dan 0,1 M selama 2 jam dan metode hidroekstraksi suhu 400C selama 1 jam. Sifat-sifat kolagen yang diamati yaitu rendemen, gugus fungsi dan komposisi asam amino. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hidroekstraksi dengan pengesktrak asam asetat 0,05 M dan 0,1 M memiliki rendemen berturut turut sebesar 1,95% dan 2,57&. Kolagen teridentifikasi dari gugus fungsi amida A, amida B, amida I, amida II dan amida III. Kadar asam amino dengan komposisi tertinggi yaitu asam glutamat, glisin, alanin, arginin dan prolin.Kata kunci :kolagen,  kulit ikan tuna, hidroekstraksi