Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN MANFAAT BAMBU Effendi Arsad
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.873 KB) | DOI: 10.24111/jrihh.v7i1.856

Abstract

Bambu  di Indonesia potensinya  sangat menjanjikan untuk dimanfaatkan dengan baik, bambu  merupakan tumbuhan mudah dikembangkan dan mempunyai daur hidup yang relatif cepat, dengan waktu panen hanya 3 – 4 tahun. Bambu merupakan tumbuhan yang  diharapkan dapat dijadikan sebagai  substitusi bahan baku  kayu  komersial,  karena   kayu  komersial semakin tahun  produksinya makin menurun dan harganya yang relatif mahal.  Sedangkan bambu memiliki keunggulan tersendiri dibanding kayu, karena bambu mudah dikembangkan dibanding kayu, ulet, elastisitas yang tinggi, mudah dibentuk dan harganya relatif murah dibanding kayu. Bambu dapat digunakan dengan teknologi sederhana hingga teknologi tinggi,  seperti di Eropah, Amerika dan banyak Negara lainnya. Maksud dan tujuan dari penulisan ini adalah  agar bambu di Indonesia dapat dikembangkan dalam bidang perkebunan, teknologi pengolahan, teknologi proses,  teknologi pengawetan dan lainnya, Secara maksimal dan berkualitas, guna meningkatkan nilai tambah  dan nilai ekonomis  bambu dengan baik.
KAYU KARET SEBAGAI SUBSTITUSI KAYU HUTAN ALAM UNTUK INDUSTRI Effendi Arsad
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.882 KB) | DOI: 10.24111/jrihh.v1i1.871

Abstract

Kayu karet (Hevea brasiliensis, Muell Arg) memiliki potensi besar yang dapat memberikan nilai tambah terhadap pendapatan daerah di Kalimantan Selatan meningkatkan devisa Negara di sektor Industri, namun belum diupayakan secara maksimal untuk berbagai kepentingan industri.  Perkebunan karet di Kalimantan Selatan  pada tahun 2007 terdiri atas perkebunan rakyat 169.069 ha, perkebunan Negara seluas 13.879 ha dan perkebunan swasta  seluas 12.194 ha.  Pohon karet yang tidak produktif lagi kayunya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan industri, seperti pembuatan kayu lapis dan kayu gergajian sedangkan limbah pohon karet dapat digunakan untuk pembuatan papan semen,  papan partikel, papan serat dan pengolahan arang.  Kayu karet sangat rentan terhadap organisme perusak kayu terutama jamur biru sehingga dalam penggunaannya diperlukan pengawetan dan pengolahan yang tepat agar produk yang dihasilkan mutunya baik.