Zubaidi Kailani
Balai Besar Tekstil

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

APLIKASI SURFAKTAN MINYAK SAWIT UNTUK PROSES PEMASAKAN-PENGELANTANGAN DAN PENCELUPAN TEKSTIL Arif Wibi Sana; Zubaidi Kailani
Arena Tekstil Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.125 KB) | DOI: 10.31266/at.v32i1.2708

Abstract

CPO (Crude Palm Oil) atau  minyak sawit memiliki potensi yang besar untuk ditingkatkan nilai tambahnya melalui pengubahan menjadi surfaktan. Surfaktan berbasis minyak nabati bersifat mudah terurai (biodegradable) sehingga lebih ramah lingkungan. Surfaktan yang dapat disintesis dari minyak sawit diantaranya adalah MES (metil ester sulfonat) dan DEA (dietanol amida). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana surfaktan dari CPO dapat diterapkan dalam proses basah tekstil. Dalam penelitian ini, surfaktan CPO yaitu MES 1 dan DEA (sampel dari Surfactant and Bioenergy Research Center/SBRC), MES 2 (sampel dari CV. Agroraya Indonesia), serta surfaktan komersil pembanding (teepol) diobservasi secara visual serta diuji nilai pH dan waktu pembasahannya. Kemudian masing-masing sampel diaplikasikan dalam proses pemasakan dan pengelantangan secara simultan (scouring-bleaching) serta pencelupan (dyeing) kain kapas, rayon, dan poliester. Kain hasil proses diuji daya serap kain, derajat putih, kekuatan tarik, kekuatan warna, beda warna (dE), serta ketahanan luntur terhadap pencucian dan gosokan. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekuatan tarik kain mengalami penurunan setelah proses scouring-bleaching untuk semua jenis surfaktan. Kain yang diproses dengan MES 2 memiliki nilai daya serap kain, derajat putih, dan kekuatan warna yang paling baik sedangkan nilai beda warna yang paling baik diperoleh pada kain yang diproses dengan MES 1. Hasil pengujian ketahanan luntur baik terhadap pencucian maupun gosokan kering dan basah menunjukan hasil yang relatif sama untuk semua jenis surfaktan. Bila dibandingkan dengan surfaktan pembanding komersil berbasis minyak bumi, surfaktan CPO berpotensi sebagai alternatif surfaktan pengganti.