Emma Yuniar Rakhmatiara
Balai Besar Tekstil

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN SIFAT MOISTURE MANAGEMENT DAN SOIL RELEASE PADA KAIN TENUN POLIESTER MENGGUNAKAN SENYAWA KOPOLIMER HIDROFILIK Arif Wibi Sana; Silvani Olival Alif; M Danny Sukardan; Emma Yuniar Rakhmatiara; Ana Titis Mustikawati
Arena Tekstil Vol 35, No 1 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i1.5827

Abstract

Kemampuan moisture management dan soil release merupakan dua faktor penting yang dapat mempengaruhi tingkat kenyamanan dan kemudahan perawatan pada pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sifat moisture management dan soil release pada kain poliester sehingga lebih nyaman saat dipakai dan mudah melepaskan kotoran saat dicuci. Metode penelitian ini adalah dengan melakukan proses penyempurnaan pada kain tenun poliester menggunakan senyawa kopolimer hidrofilik, meliputi tahapan perendaman (dipping), pemerasan (padding), pengeringan (drying), dan pemanasawetan (curing). Untuk memperoleh kondisi proses terbaik, dilakukan percobaan dengan memvariasikan beberapa parameter, yaitu konsentrasi senyawa kopolimer hidrofilik (10 g/L; 20 g/L; 30 g/L; 40 g/L), suhu pemanasawetan (150 °C; 160 °C; 170 °C) dan waktu pemanasawetan (0,5 menit; 1 menit; dan 1,5 menit). Evaluasi dilakukan melalui pengujian menggunakan alat moisture management tester (MMT) dan uji soil release. Hasil uji menunjukan bahwa terjadi peningkatan sifat moisture management dan soil release pada kain poliester setelah diberi perlakuan dengan senyawa kopolimer hidrofilik. Kondisi proses optimum diperoleh pada konsentrasi 30 g/L, suhu pemanasawetan160 °C, dan waktu pemanasawetan 1 menit.
PEMANFAATAN DAUN RAMI SEBAGAI BAHAN ZAT WARNA ALAM DAN FUNGSIONALISASINYA PADA PENCELUPAN KAIN KAPAS DAN SUTERA Jakariya Nugraha; Emma Yuniar Rakhmatiara
Arena Tekstil Vol 35, No 1 (2020)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v35i1.6053

Abstract

Ekstrak daun rami dapat dimanfaatkan sebagai bahan zat warna alam pada proses pencelupan tekstil karena mengandung senyawa flavonoid. Dalam penelitian ini telah dilakukan studi tentang pencelupan kain kapas dan sutera dengan zat warna alam dari hasil ekstraksi daun rami. Studi ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan pemanfaatan daun rami sebagai zat warna alam dan sebagai zat anti oksidan pada tekstil. Metode penelitian meliputi ekstraksi daun rami, pencelupan metode perendaman dan post-mordanting. Evaluasi kualitas hasil pencelupan meliputi ketuaan warna (K/S), kecerahan warna (L*), arah warna (a*, b*), ketahanan luntur warna terhadap pencucian, gosokan, dan cahaya, serta pengujian proteksi kain terhadap sinar UV atau Ultraviolet Protection Factor (UPF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun rami dapat mencelup bahan tekstil dengan ketuaan warna pada sutera lebih baik daripada kain kapas. Kecerahan warna berbanding terbalik dengan ketuaan warna, dan arah warna yang dihasilkan adalah merah dan kuning. Kualitas pencelupan memiliki ketahanan luntur terhadap pencucian dengan nilai perubahan warna untuk kapas 3-4 dan sutera 4, sedangkan penodaan warna untuk kedua kain tersebut 4-5. Nilai penodaan warna karena gosokan bervariasi dari 3-4, 4, dan 4-5 pada masing-masing kain sampel dengan gosokan kering lebih baik daripada gosokan basah. Nilai ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari relatif buruk yaitu 2 untuk kain kapas dan 2-3 untuk kain sutera, namun pada kain yang di post-mordanting menggunakan FeSO4 mempunyai nilai tiga tingkat lebih tinggi daripada variasi lainnya. Pencelupan dengan zat warna hasil ekstraksi daun rami menggunakan bahan post-mordanting FeSO4 efektif meningkatkan nilai UPF hingga UPF 10,6 pada kain kapas dan UPF 25 untuk kain sutera.