Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN TEKNIK DOUBLE WEAVING SEBAGAI SIRKUIT TEKSTIL BENANG KONDUKTIF UNTUK KAIN E-TEXTILES Innamia Indriani; Sabrina Ilma Sakina; Dian Widiawati
Arena Tekstil Vol 36, No 1 (2021)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v36i1.6905

Abstract

Kemunculan dan perkembangan smart textiles memberikan inovasi yang menjanjikan karena bidang busana, sains, dan teknologi bergabung serta memberikan perubahan pada industri tekstil. Kebutuhan akan tekstil tidak hanya sebatas untuk melindungi tubuh dan estetika, namun fungsionalitas tekstil juga mulai dibutuhkan. E-textiles menjadi salah satu bagian dari smart textiles yang diteliti dikarenakan integrasi antara elektronik dan tekstil menjadi potensi untuk diteliti dengan berhasil dihasilkannya benang yang dapat berfungsi secara elektronik serta potensinya sebagai komponen dari Internet of things (IoT) di masa depan. Perkembangan e-textiles tidak lepas dari peran berbagai bidang salah satunya tekstil. Perkembangan teknologi mendorong para perancang dan perajin tekstil untuk mengembangkan batas-batas keterampilan tradisional dan memberikan daya cipta baru karena memiliki wawasan tentang pemanfaatan metode kerajinan dan teknologi maju, dan menyeimbangkannya dengan berbagai spesialisasi dan pendekatan tekstil. Pengintegrasian tekstil dengan elektronik menghasilkan banyak produk dengan berbagai macam teknik fabrikasi yang dapat dilakukan, salah satunya sirkuit listrik. Dengan teknik tenun double-weaving, tidak hanya mengembangkan teknik tradisional tersebut namun juga mengintegrasikan kain dengan teknik tersebut menjadi suatu produk kain e-textiles dengan menjadikan kain tersebut sebagai sirkuit listrik dan alur untuk benang konduktif. Berbagai macam struktur yang dapat dihasilkan dengan teknik tersebut tidak hanya menghasilkan kain dari segi fungsi namun juga dari segi estetika.
Pendampingan Kegiatan Pembuatan Kertas Berbahan Dasar Limbah Serat Daun Nanas pada UMKM Produsen Serat Nanas di Kabupaten Subang Innamia Indriani; Sabrina Ilma Sakina; Arya Putra Nasri; Ken Kayla Smaradhina; Stephanie Graciela Wiryadinata
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.3.394-403

Abstract

Subang Regency is designated as a pineapple commodity area due to the presence of natural resources, supporting facilities, and infrastructure. Pineapple harvest waste in the form of pineapple leaves is used by a local SME, Alfiber, as textile raw materials, such as yarn and cloth. However, there are still short fibre residues that cannot be utilized in the process. Through training activities for Alfiber members and the people of Cijambe Sub-district, Subang District, West Java, the ITB community service team provided an alternative solution for utilizing the short fibres of pineapple leaves by processing them into paper. This community service activity uses a qualitative approach consisting of four stages: the initial stage, preparation, activities, and results. The initial stage is preliminary research. The preparation stage and activities are participatory and educative and involve the ITB community service team, Alfiber, and the people of the Cijambe Sub-district. The results of the training activities prove that short fibres can be processed into paper using simple equipment and paper-making techniques such as moulding techniques. After participating in the activity, the participants succeeded in following the activity material and could make pineapple fibre paper independently. Even though it requires improvement in terms of quality, the paper can be produced into other products using paper as the primary material.