Beberapa tahun belakangan ini, dunia investasi mengalami peningkatan. Hal ini dapat terlihat dari data rata-rata perdagangan saham yang dimiliki oleh Bapepam. Salah satu jenis instrumen investasi yang seringdiminati oleh investor adalah saham. Apabila dibandingkan dengan obligasi, saham memiliki expectedreturn yang lebih tinggi. Namun, saham memiliki resiko yang lebih tinggi bila dibandingkan denganobligasi. Untuk melakukan penilaian saham ada dua analisis yang dapat dilakukan, yaitu fundamentalanalysis dan technical analysis. Untuk menentukan harga saham yang tepat bagi sebuah perusahaan,terlebih dahulu harus memproyeksikan dividen dan earning yang diharapkan dari sebuah perusahaan.Inilah inti dari analisis fundamental, yaitu menentukan sebuah nilai perusahaan seperti earning yangdiharapkan (Bodie, Kane, Marcus, 2009). Analisis fundamental terbagi menjadi tiga bagian besar. Namundalam penelitian ini Analisis perusahaan akan menjadi fokus utama. Selain analisis fundamental, investordapat melakukan penilaian saham dengan menggunakan technical analysis. Analisis teknikal adalah teknikuntuk memprediksi arah pergerakan harga saham dan indikator pasar saham lainnya berdasarkan padadata pasar historis (Tandelilin, 2010). Analisis teknikal umumnya mencari pola yang terjadi berkali-kalipada harga saham (Bodie, Kane, Marcus, 2009). Permasalahan terjadi ketika analisis fundamental dananalisis teknikal tidak memberikan hasil yang searah tapi memberikan hasil yang berlawanan.Permasalahan ini yang akan dibahas oleh peneliti dan dikaitkan dengan beberapa perusahaan, yaitu SevenBrothers (Grup Bakrie).